ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian di CV. Tahiti Coal ini dilakukan karna melihat kenyataan di lapangan bahwasannya temperatur pada lubang produksi sebesar 29,6⁰C, banyaknya debu yang dihasilkan akibat proses produksi dan terdapat beberapa percabangan,belokan dan jalur pemisah pada jalur ventilasinya. Hal ini bertentangan dengan KEPMEN 1827K dan akan mengakibatkan terjadinya penurunan kuantitas udara pada suatu front tambang. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif. Dimana penelitian ini akan menghasilkan perbandingan antara kuantitas dan kualitas udara yang ada pada lubang bukaan dan lubang produksi dan menganalisis panjang jalur udara yang dapat di suplai oleh blower utama dan penggiring yang ada di lokasi serta mengetahui kehilangan udara akibat hambatan pada jalur udara lurus dari lubang bukaan ke lubang produksi. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa kuantitas dan kualitas udara pada lubang produksi telah melewati batas yang telah di tentukan dalam KEPMEN 1827K. Sementara Hambatan yang terjadi akibat Resistensi sebesar 2739,543 N.s/m⁸ hal ini disebabkan oleh persimpangan pada duct, pemisah pada duct dan panjang jalur udara itu sendiri.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pada main shaft PT. Allied Indo Coal Jaya ditemukannya genangan air, hal ini karena tidak optimalnya kinerja pompa dan dimensi sump aktual tergolong kecil. Tujuan penelitian : menganalisis debit air tanah yang masuk ke main shaft , menganalisis jumlah pompa yang ideal untuk pemompaan air dari main shaft dan menganalisis dimensi sump yang ideal untuk main shaft . Adapun data primer dan sekunder yang dibutuhkan pada penelitian ini yaitu data primer berupa: elevasi awal dan akhir permukaan air saat sebelum dan sesudah pompa dihidupkan, luas area genangan air, elevasi terdapatnya genangan air, dimensi sump aktual, head total pompa, panjang pipa, diameter pipa, H1 dan H2 (elevasi pipa buang dan pipa hisap). Sedangkan data sekunder berupa: peta kesampaian daerah, peta IUP, peta topografi, peta geologi, spesifikasi pompa. Total debit air tanah yang masuk ke area tambang bawah tanah lubang main shaft di PT. Allied Indo Coal Jaya yaitu sebesar 0,111 m3/menit. Jumlah pompa yang berada di lubang main shaft di PT. Allied Indo Coal Jaya aktual sebanyak 7 unit, sedangkan jumlah pompa ini tidak mencukupi untuk mengeluarkan air dari lubang main shaft . Oleh karena itu direkomendasikan penambahan 2 unit pompa Airlux WQD10-12-0,75 dengan spesifikasi yang sama. Rancangan dimensi sump ideal untuk sump/BK 1 pada lubang main shaft di PT. Allied Indo Coal Jaya yaitu berbentuk prisma trapesium dengan dimensi panjang permukaan 5 m, lebar permukaan 3 m, panjang dasar 4 m, serta lebar dasar 2 m dan memiliki volume sebesar 20,25 m3.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Daerah Penelitin (CV. BMK) berada di Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis ventilasi tambang untuk kebutuhan operasional penambangan guna terciptanya proses operasional penambangan dengan aman dan nyaman. Permasalahan yang terjadi di lapangan adanya kebocoran yang terjadi pada saluran udara (duct) sehingga berkurangnya kualitas dan kuantitas udara. Selain itu juga ditemui temperatur efektif dan kelembaban relatif meningkat melebihi nilai ambang batas yang telah ditetapkan. Dari pengukuran yang sudah dilakukan disetiap front penambangan bahwa banyak terjadi pengurangan udara dimana pada FK C1 kekurangan udara sebanyak -1,1; FK C2 sebanyak -1,3; FK C3 sebanyak -1,2; FK C5 sebanyak -1,2; FK C7 sebanyak -0,7; FK C9 sebanyak -0,9; FK C13 sebanyak -0,8; dan FK C17 sebanyak -0,6 akibat dari kebocoran duct tersebut yang mengakibatkan berkurangnya kualitas dan kuantitas udara pada lokasi penambangan lubang BMK-34 sehingga untuk mengantisipasi hal tersebut Perusahaan harus lebih memperhatikan saluran duct yang robek agar udara yang dialirkan oleh blower tidak berkurang untuk masuk kedalam masing-masing front kerja. Selain itu juga melakukan pengecekan udara secara rutin seperti melakukan pengecekan kandungan gas yang dilakukan oleh pengawas.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2017•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tambang bawah tanah adalah suatu tambang yang kegiatan kerjanya di bawah tanah atau tidak secara langsung berhubungan dengan udara luar, oleh karena itu tambang bawah tanah memilki tingkat resiko yang sangat besar terjadinya kecelakaan dibandingkan dengan tambang terbuka. Kecelakaan pada tambang bawah tanah disebabkan oleh beberapa faktor yang dapat menimbulkan kecelakaan yang salah satu faktornya adalah gas metana, gas jenis ini memiliki karakteristik tidak berwarna dan tidak berbau namun sangat mudah meledak. Hampir setiap kejadian kecelakan yang terjadi di tambang batubara khususnya di Sawahlunto umumnya disebabkan oleh gas metana yang mengakibatkan terjadinya ledakan di dalam lubang tambang, oleh sebab itu gas metana harus dipantau setiap saat dan untuk memperkecil tingkat kecelakan ledakan tambang kita bisa melakukan pengecekan setiap saat dengan cara membuat atau merancang alat pendeteksi konsentrasi gas metana yang dapat dipasang atau ditempatkan disetiap front penambangan. Alat detektor konsentrasi gas metana ini menggunakan beberapa komponen elektronika yang diantranya dalah sensor yang bertipe MQ2 sebagai pendeteksi konsentrasi gas metana, arduino nano sebagai otak atau pengatur, LCD sebagai menampilkan konsentrasi gas metana yang berupa angka, LED sebagai indikator tingkat konsentrasi gas metana dimana dalam alat ini menggunakan tiga buah LED yang terdiri dari warna biru apabila konsentrasi gas metana berkisar antara 0%-1%, warna hijau apabila konsentrasi gas metana berkisar antara 2%-4%, warna merah apabila konsentrasi gas metana 5% ke atas.