ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pada PT. Bina Sarana Sukses terdapat genangan air pada front penambangan yang diakibatkan dari adanya luapan air limpasan dan air tanah, serta penggunaan pompa yang belum optimal pada area front pit selatan. Dengan dimensi sump aktual yaitu 150 m x 30 m x 10 meter dengan volume sump aktual 9000 m3 dan dimensi saluran yaitu tinggi saluran 1,5 m, lebar bawah 1,5 m lebar atas 2 m, panjang saluran 526 m, dengan kemiringan slope 60˚. Penelitian ini bertujuan untuk: menganalisis debit limpasan pada pit selatan PT, BSS, menganalisis jumlah kebutuhan pompa ideal untuk penyaliran tambang di PT.BSS, menganalisis dimensi ideal sump di PT. BSS. Data primer yang di butuhkan meliputi: debit aktual pemompaan, titik koordinat dan elevasi, panjang pipa dan jumlah belokan pipa, dimensi saluran kpl. Data sekunder yang di butuhkan meliputi: data curah hujan tahunan, spesifikasi pompa, peta topografi dan peta situasi tambang. Hasil menunjukkan bahwa debit limpasan 511,93 m3/jam, pompa yang di butukan sebanyak 1 pompa dengan head sebesar 131,4 dan volume sump yang di butuhkan yaitu 20.643,75 m3
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pada main shaft PT. Allied Indo Coal Jaya ditemukannya genangan air, hal ini karena tidak optimalnya kinerja pompa dan dimensi sump aktual tergolong kecil. Tujuan penelitian : menganalisis debit air tanah yang masuk ke main shaft , menganalisis jumlah pompa yang ideal untuk pemompaan air dari main shaft dan menganalisis dimensi sump yang ideal untuk main shaft . Adapun data primer dan sekunder yang dibutuhkan pada penelitian ini yaitu data primer berupa: elevasi awal dan akhir permukaan air saat sebelum dan sesudah pompa dihidupkan, luas area genangan air, elevasi terdapatnya genangan air, dimensi sump aktual, head total pompa, panjang pipa, diameter pipa, H1 dan H2 (elevasi pipa buang dan pipa hisap). Sedangkan data sekunder berupa: peta kesampaian daerah, peta IUP, peta topografi, peta geologi, spesifikasi pompa. Total debit air tanah yang masuk ke area tambang bawah tanah lubang main shaft di PT. Allied Indo Coal Jaya yaitu sebesar 0,111 m3/menit. Jumlah pompa yang berada di lubang main shaft di PT. Allied Indo Coal Jaya aktual sebanyak 7 unit, sedangkan jumlah pompa ini tidak mencukupi untuk mengeluarkan air dari lubang main shaft . Oleh karena itu direkomendasikan penambahan 2 unit pompa Airlux WQD10-12-0,75 dengan spesifikasi yang sama. Rancangan dimensi sump ideal untuk sump/BK 1 pada lubang main shaft di PT. Allied Indo Coal Jaya yaitu berbentuk prisma trapesium dengan dimensi panjang permukaan 5 m, lebar permukaan 3 m, panjang dasar 4 m, serta lebar dasar 2 m dan memiliki volume sebesar 20,25 m3.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Surya Global Makmur merupakan perusahaan bergerak dibidang pertambangan batubara. PT.Surya Global Makmur adalah menggunakan sistem tambang terbuka (Surface Mining).Sistem penambangannya dengan menggunakan metode Open Pit Mining. Dalam proses penambangan diperlukan suatu sistem penyaliran tambang, untuk mengendalikan air di area penambangan. Permasalahan dalam penambangan yang sering terjadi adalah tergenangnya air di pit, meningkatnya volume air yang terakumulasi pada sump , yang menyebabkan terganggunya aktivitas penambangan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis debit air yang masuk ke pit, menganalisis jumlah pompa yang dibutuhkan, dan mengetahui anggaran biaya operasional pompa. Adapun metode yang digunakan untu menghitung debit air yaitu dengan metode Log Person dan analisa curah hujan dengan metode Mononobe. Pengukuran debit air tanah menggunakan alat survey TS (Total Statoin). Dari hasil pengolahan data didapatkan jumlah debit total yang masuk ke area penambangan pit Timur PT. Surya Global Makmur sebesar 1134,29248 m³/jam yang dipengaruhi curah hujan yang tinggi 5 tahun terakhir sebesar 430 mm, intensitas curah hujan sebesar 39,512 mm/jam dan tangkapan hujan yang luas sebesar 3,13 Ha. Jumlah pompa yang digunakan untuk mengeluarkan air di pit Timur berjumlah 2 unit pompa Mitsubishi tipe 6D16, namun dengan kapasitas pompa 0.0836 m³/detik dan head total pompa sebesar 66,41 m, sehingga butuh penambahan 2 unit pompa yang sama. Biaya operasional pompa yang dikeluarkan pada saat pompa beropersi sebesar Rp. 103.074.000/ bulan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Cv. Tahiti Coal merupakan perusahaan yang melakukan penambangan batubara dengan menggunakan tambang bawah tanah (underground mining) dengan metode penambangan room and pilar. Dalam suatu proses produksi penambangan di perlukan suatu sistem penyaliran tambang, sehingga berbagai infrastruktur di buat untuk mengendalikan air yang mengalir di area penambangan khususnya di front penambangan. Perencanaan penyaliran yang tidak tepat menimbulkan permasalahan- permasalahan dalam penambangan yang sering terjadi adalah banyaknya air yang masuk atau tergenang yang menyebabkan terganggunya aktifitas penambangan. Hasil dari pengolahan data di dapat jumlah debit air tanah yang masuk ke area penambangan pada lubang bukaan THC-03 sebanyak 0,434 m3/menit. Jumlah dan spesifikasi pompa yang ideal untuk pemompaan air dari front penambangan lubang bukaan THC-03 yaitu 3 unit pompa airlux dengan kapasitas debit 6 m3/jam. Dengan pompa airlux yang beroperasi dengan kapasitas 6 m3/jam dengan maksimal head 12 m, head total 54,35 m pada lubang bukaan THC-03. Sehingga dibutuhkan penambahan unit pompa sebanyak 1 unit pompa airlux dengan kapasitas 6 m3/jam yang sama. Ukuran dimensi sump yang ideal untuk sistem penyaliran tambang batubara bawah tanah pada lokasi penambangan THC-03 yang di rencanakan berbentuk persegi empat dengan ukuran dimensi panjang 2 m, kedalaman 2 m dan lebar 1 m dengan volume 4 m3.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2017•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
KAJIAN TEKNIS SISTEM PENYALIRAN TAMBANG PADA FRONT PENAMBANGAN BATUBARA BAWAH TANAH PT. DASRAT SARANA ARANG SEJATI, SAWAHLUNTO, SUMATERA BARAT
Nama : Akasendo Sujatmika
NPM : 1310024427130
Pembimbing I : Ir. H. Suhendrik Hanwar, MT
Pembimbing II : Ir. Asep Neris B, Msi, M.Eng
ABSTRAK
Wilayah IUP PT. Dasrat Sarana Arang Sejati secara geografis daerah penambangan tersebut terletak pada koordinat 1000 47’ 32” BT – 1000 47’ 32” BT dan 000 36’ 59” LS – 000 37’ 07,0” LS. Secara administratif daerah tersebut terletak di Daerah Parambahan, Desa Batu Tanjung Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Propinsi Sumatera Barat.Dalam kegiatan penambangan batubara bawah tanahnya, CV. Tahiti memiliki masalah dengan air yang selalu mengganggu proses produksi batubara. Air tesebut berasal dari lantai, dinding dan atap terowongan.
Dalam menangani masalah air di dalam lubang D23, PT. Dasrat Sarana Arang Sejati menggunakan pompa celup dengan diameter pipa sebesar 2,5 inchi dan 2 inch, dengan total jumlah pompa yang dipakai di dalam terowongan adalah 7 buah pompa yang di letakkan dan dioperasikan secara estafet.
Dari hasil penelitian yang telah penulis lakukan di lapangan, berdasarkan dari head pompa yang tersedia, penulis menyimpulkan bahwa pompa yang sebelumnya dipakai 7 buah pompa, bisa dipakai 4 buah pompa saja. Selain menghemat pemakaian pompa, juga menghemat pemakaian daya dilistrik yang dibutuhkan oleh pompa untuk mengoperasikannya.