ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Debit pompa yang masuk ke main sump berasal dari travelling sump, serta curah hujan yang tinggi mengakibatkan tergenangnya air limpasan di pit B Timur dan daerah main sump yang terlalau dekat dengan jalan produktivitas alat angkut produksi sangat di khawatirkan akan terjadinya overflow dan dapat menghambat aktivitas produksi. Tujuan Penelitian adalah untuk mendesain dimensi sump agar dapat menampung volume air yang akan masuk ke front penambangan, serta kebutuhan pompa yang akan digunakan untuk mengeringkan main sump supaya tidak terjadi overflow. Dengan menggunakan metode distribusi gumbel, metode mononobe, untuk perhitungan debit limpasan menggunakan metode rasional dan untuk Efisiensi pompa menggunakan metode discharge. Main sump yang baru dibuat volume tampungannya sebesar 680.634 m3/hari. Dari analisa yang dihitung 1 unit pompa dapat mengeluarkan air pada main sump sebesar 295,2 m3/jam, sebelumya debit aktual pompa adalah 512.764,8. Dan pompa digunakan 1 unit, dan hanya bisa mengeluarkan air 295,2 m3/jam, 6.199,2 m3/hari dan air yang tertinggal sekitar 506.565,6 m3/hari. Perbandingan dari debit total yang masuk ke main sump dengan debit total pompa yang tersedia maka diperlukan penambahan pompa. Jumlah pompa yang dibutuhkan adalah 3 pompa dengan waktu pengeringan 3 hari. Untuk tidak terjadinya penambahan pompa maka dirancanglah Kedalaman dimensi main sump yang baru, agar air yang akan masuk dapat tertampung dan tidak mengakibatkan overflow nantinya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pada main shaft PT. Allied Indo Coal Jaya ditemukannya genangan air, hal ini karena tidak optimalnya kinerja pompa dan dimensi sump aktual tergolong kecil. Tujuan penelitian : menganalisis debit air tanah yang masuk ke main shaft , menganalisis jumlah pompa yang ideal untuk pemompaan air dari main shaft dan menganalisis dimensi sump yang ideal untuk main shaft . Adapun data primer dan sekunder yang dibutuhkan pada penelitian ini yaitu data primer berupa: elevasi awal dan akhir permukaan air saat sebelum dan sesudah pompa dihidupkan, luas area genangan air, elevasi terdapatnya genangan air, dimensi sump aktual, head total pompa, panjang pipa, diameter pipa, H1 dan H2 (elevasi pipa buang dan pipa hisap). Sedangkan data sekunder berupa: peta kesampaian daerah, peta IUP, peta topografi, peta geologi, spesifikasi pompa. Total debit air tanah yang masuk ke area tambang bawah tanah lubang main shaft di PT. Allied Indo Coal Jaya yaitu sebesar 0,111 m3/menit. Jumlah pompa yang berada di lubang main shaft di PT. Allied Indo Coal Jaya aktual sebanyak 7 unit, sedangkan jumlah pompa ini tidak mencukupi untuk mengeluarkan air dari lubang main shaft . Oleh karena itu direkomendasikan penambahan 2 unit pompa Airlux WQD10-12-0,75 dengan spesifikasi yang sama. Rancangan dimensi sump ideal untuk sump/BK 1 pada lubang main shaft di PT. Allied Indo Coal Jaya yaitu berbentuk prisma trapesium dengan dimensi panjang permukaan 5 m, lebar permukaan 3 m, panjang dasar 4 m, serta lebar dasar 2 m dan memiliki volume sebesar 20,25 m3.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Surya Global Makmur merupakan perusahaan bergerak dibidang pertambangan batubara. PT.Surya Global Makmur adalah menggunakan sistem tambang terbuka (Surface Mining).Sistem penambangannya dengan menggunakan metode Open Pit Mining. Dalam proses penambangan diperlukan suatu sistem penyaliran tambang, untuk mengendalikan air di area penambangan. Permasalahan dalam penambangan yang sering terjadi adalah tergenangnya air di pit, meningkatnya volume air yang terakumulasi pada sump , yang menyebabkan terganggunya aktivitas penambangan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis debit air yang masuk ke pit, menganalisis jumlah pompa yang dibutuhkan, dan mengetahui anggaran biaya operasional pompa. Adapun metode yang digunakan untu menghitung debit air yaitu dengan metode Log Person dan analisa curah hujan dengan metode Mononobe. Pengukuran debit air tanah menggunakan alat survey TS (Total Statoin). Dari hasil pengolahan data didapatkan jumlah debit total yang masuk ke area penambangan pit Timur PT. Surya Global Makmur sebesar 1134,29248 m³/jam yang dipengaruhi curah hujan yang tinggi 5 tahun terakhir sebesar 430 mm, intensitas curah hujan sebesar 39,512 mm/jam dan tangkapan hujan yang luas sebesar 3,13 Ha. Jumlah pompa yang digunakan untuk mengeluarkan air di pit Timur berjumlah 2 unit pompa Mitsubishi tipe 6D16, namun dengan kapasitas pompa 0.0836 m³/detik dan head total pompa sebesar 66,41 m, sehingga butuh penambahan 2 unit pompa yang sama. Biaya operasional pompa yang dikeluarkan pada saat pompa beropersi sebesar Rp. 103.074.000/ bulan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Cv. Tahiti Coal merupakan perusahaan yang melakukan penambangan batubara dengan menggunakan tambang bawah tanah (underground mining) dengan metode penambangan room and pilar. Dalam suatu proses produksi penambangan di perlukan suatu sistem penyaliran tambang, sehingga berbagai infrastruktur di buat untuk mengendalikan air yang mengalir di area penambangan khususnya di front penambangan. Perencanaan penyaliran yang tidak tepat menimbulkan permasalahan- permasalahan dalam penambangan yang sering terjadi adalah banyaknya air yang masuk atau tergenang yang menyebabkan terganggunya aktifitas penambangan. Hasil dari pengolahan data di dapat jumlah debit air tanah yang masuk ke area penambangan pada lubang bukaan THC-03 sebanyak 0,434 m3/menit. Jumlah dan spesifikasi pompa yang ideal untuk pemompaan air dari front penambangan lubang bukaan THC-03 yaitu 3 unit pompa airlux dengan kapasitas debit 6 m3/jam. Dengan pompa airlux yang beroperasi dengan kapasitas 6 m3/jam dengan maksimal head 12 m, head total 54,35 m pada lubang bukaan THC-03. Sehingga dibutuhkan penambahan unit pompa sebanyak 1 unit pompa airlux dengan kapasitas 6 m3/jam yang sama. Ukuran dimensi sump yang ideal untuk sistem penyaliran tambang batubara bawah tanah pada lokasi penambangan THC-03 yang di rencanakan berbentuk persegi empat dengan ukuran dimensi panjang 2 m, kedalaman 2 m dan lebar 1 m dengan volume 4 m3.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Wilayah IUP PT. Nusa Alam Lestari secara geografis wilayah penambangan PT. Nusa Alam Lestari terletak pada koordinat 100°45’48” BT – 100°46’48” BT dan 00°36’45” LS – 00°37’12” LS.Secara administratif daerah tersebut terletak di daerah Parambahan, Desa Batu Tanjung Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto Provinsi Sumatera Barat.Pada kegiatan penambangan batubara bawah tanah PT. Nusa Alam Lestari memiliki masalah dengan air yang selalu menganggu proses produksi batubara. Air tersebut berasal dari lantai, dinding dan atap terowongan. Sisitem penyaliran tambang yang digunakan oleh PT. Nusa Alam Lestari menggunakan saluran dan pemompaan. Debit air dari front penambangan dipompa menuju sump, kemudian dialirkan menuju kolam pengendapan lumpur. Besarnya curah hujan rancangan adalah 190,232. Catchment area dibagi menjadi dua,yaitu CA-1 dengan debit limpasan sebesar 0,3629 m³/detik CA-2 dengan debit limpasan 0,4394 m³/detik. Pada CA-1 dan CA-2 untuk mengeluarkan air menggunakan pemompaan, jumlah pompa pada CA-1 sebanyak satu unit pompa pada putaran mesin 1700 rpm, sedangkan jumlah pompa untuk CA-2 sebanyak satu unit pompa pada putaran mesin 2200 rpm. Total lumpur adalah 25.209,94 m³/tahun, pengerukan dilakukan 2 kali dalm satu tahun. Volume lumpur dalam satu kali pengerukan adalah 12.604,97 m³, volume lumpur sebesar 12.604,97 m³, tersebut terbagi dalam satu buah kolam pengendapan lumpur, jadi volume untuk 1 kolam pengendapan lumpur adalah 25.209,94 m³. Dengan denukian dimensi kolam pengendapan lumpur yang harus direncanakan adalah, panjang 75 m, lebar 65 m dan kedalaman 9 m.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pada musim penghujan, front b pt. Genesha Minerals Jaya (gmj) sering tergenang air dari limpasan air hujan disekitar tambang. Pompa atau mine dewatering yang digunakan pt. Gmj belum sesuai dengan debit air yang akan dipompakan, dimana alat masih sering menunggu proses pengeringan sebelum melakukan kegiatan penambangan. Semakin luas area penambangan atau daerah tangkapan hujan, maka jumlah debit air yang harus ditanggulangi cendrung semakin besar. Kemudian daya pompa dan kolam pengendapan lumpur yang dibutuhkan juga semakin besar. Pemecahan masalah penelitian, yaitu dengan menghitung curah hujan rancangan menggunakan distribusi Log Normal, menghitungan intensitas curah hujan, debit limpasan dan daya pompa, serta merancang dimensi kolam pengendapan lumpur, yang dapat menampung air dan lumpur hasil pemompaan sampai waktu pengerukan yaitu dua kali dalam satu tahun. Dari hasil analisa data, didapatkan curah hujan rancangan sebesar 24,89 mm/hari, debit limpasan 0,48 m3/detik dan daya pompa sebesar 89,469 kW. Untuk menampung air dan lumpur hasil pemompaan dibutuhkan volume 1 (satu) kolam pengendapan lumpur sebesar 207,36 m3 . Berdasarkan hasil analisa data, dapat disimpulkan bahwa debit air yang harus dipompakan adalah sebesar 1.728 m3/jam. Dengan kapasitas pompa 450 m3/jam dibutuhkan 4 unit pompa, untuk mengeluarkan genangan air pada dasar front penambangan, dan dimensi kolam pengendapan lumpur dengan panjang 10 m, lebar 7 m dan tinggi atau kedalaman 3 m.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Salah satu kegiatan penting yang dilakukan pada usaha pertambangan adalah sistem penyaliran tambang. Tujuan penelitian adalah untuk mengendalikan air limpasan yang masuk kebukaan tambang agar proses penambangan tidak terganggu. Metode yang digunakan untuk menghitung curah hujan rata-rata dan volume air limpasan yang masuk ke sumuran serta luas kolam pengendapan lumpur yang dibutuhkan, yaitu dengan menggunakan metode distribusi Log Normal, metode mononobe, dan untuk perhitungan debit limpasan menggunakan metode distribusi dan rasional. Dari hasil penelitian curah hujan rata-rata maksimum pada lokasi penelitian yaitu 3.981,4 mm/tahun, curah hujan rencana diambil periode ulang dua tahun sebesar 12,301 mm/hari serta debit limpasan maksimum yang masuk diestimasikan sebesar 0,727 m³/detik yang akan masuk ke sump. Jumlah air tambang perhari yang dapat diatasi 2.844 m³/jam dengan pompa yang digunakan 6 unit dengan kapasitas 160 liter/detik. Jadi untuk mengendalikan air limpasan yang masuk kebukaan tambang dibutuhkan kapasitas kolam sebagai tempat pengendapan sebesar 19.232,933 m³ dengan waktu pengerukan partikel kolam pengendapan maksimal dapat dilakukan setiap 6 bulan sekali.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Operasi penambangan yang dilakukan oleh PT. Daya Bambu Sejahtera menggunakan sistem tambang terbuka dengan metode open pit . Pada tambang terbuka kegiatannya berhubungan langsung dengan udara luar, akibatnya kegiatan penambangan sangat dipengaruhi oleh iklim. Salah satu iklim yang sangat besar pengaruhnya adalah hujan. Hujan merupakan sumber utama air pada tambang terbuka. Keberadaan air pada dasar front sangat mengganggu kegiatan penambangan, sehingga air tersebut harus dikeluarkan dari lokasi penambangan. Sistem penyaliran tambang yang digunakan oleh PT. Daya Bambu Sejahtera pada front bagian barat menggunakan saluran dan pemompaan. Debit air dari front penambangan dipompakan menuju saluran, kemudian dialirkan menuju kolam pengendapan lumpur. Besarnya curah hujan rancangan adalah 443,78 mm/hari. Catchment area dibagi menjadi tiga, yaitu CA-1 dengan debit limpasan sebesar 3,918 m³/detik, CA-2 dengan debit limpasan sebesar 1,399 m³/detik dan CA-3 dengan debit limpasan sebesar 2,322 m³/detik. Pada CA-1 dan CA-2 untuk mengeluarkan air menggunakan pemompaan, jumlah pompa pada CA-1 sebanyak 3 buah pompa pada putaran mesin 2200 rpm dan 10 buah pompa pada putaran mesin 900 rpm, sedangkan jumlah pompa untuk CA-2 sebanyak 1 buah jika putaran mesin 2200 rpm dan 4 buah pompa jika putaran mesin 900 rpm. Untuk mengeluarkan air pada CA-3 menggunakan saluran tambang dengan dimensi lebar dasar saluran 0,908 m, tinggi saluran 0,987 m, lebar muka air 1,824 m dan dengan kemiringan 6o. Total lumpur adalah 258.001,84 m3/tahun, pengerukan dilakukan 12 kali dalan satu tahun.Volume lumpur dalam 1 kali pengerukan adalah 21.500,15 m3, volume lumpur sebesar 21.500,15 m3 tersebut terbagi dalam 6 buah kolam pengendapan lumpur, jadi volume untuk 1 kolam pengendapan lumpur adalah 5.375,02 m3. Dengan demikian dimensi kolam pengendapan lumpur yang harus direncanakan adalah, panjang 30 m, lebar 25 m dan kedalaman 8 m.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2017•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
KAJIAN TEKNIS SISTEM PENYALIRAN TAMBANG PADA FRONT PENAMBANGAN BATUBARA BAWAH TANAH PT. DASRAT SARANA ARANG SEJATI, SAWAHLUNTO, SUMATERA BARAT
Nama : Akasendo Sujatmika
NPM : 1310024427130
Pembimbing I : Ir. H. Suhendrik Hanwar, MT
Pembimbing II : Ir. Asep Neris B, Msi, M.Eng
ABSTRAK
Wilayah IUP PT. Dasrat Sarana Arang Sejati secara geografis daerah penambangan tersebut terletak pada koordinat 1000 47’ 32” BT – 1000 47’ 32” BT dan 000 36’ 59” LS – 000 37’ 07,0” LS. Secara administratif daerah tersebut terletak di Daerah Parambahan, Desa Batu Tanjung Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Propinsi Sumatera Barat.Dalam kegiatan penambangan batubara bawah tanahnya, CV. Tahiti memiliki masalah dengan air yang selalu mengganggu proses produksi batubara. Air tesebut berasal dari lantai, dinding dan atap terowongan.
Dalam menangani masalah air di dalam lubang D23, PT. Dasrat Sarana Arang Sejati menggunakan pompa celup dengan diameter pipa sebesar 2,5 inchi dan 2 inch, dengan total jumlah pompa yang dipakai di dalam terowongan adalah 7 buah pompa yang di letakkan dan dioperasikan secara estafet.
Dari hasil penelitian yang telah penulis lakukan di lapangan, berdasarkan dari head pompa yang tersedia, penulis menyimpulkan bahwa pompa yang sebelumnya dipakai 7 buah pompa, bisa dipakai 4 buah pompa saja. Selain menghemat pemakaian pompa, juga menghemat pemakaian daya dilistrik yang dibutuhkan oleh pompa untuk mengoperasikannya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2016•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
EVALUASI SISTEM PENYALIRAN TAMBANG BATUBARA DI BLOK MERUAP PADA PT. KARYA BUMI BARATAMAKABUPATEN SAROLANGUN-JAMBI Nama : ADLAN NPM : 1210024427005 Pembimbing I : Drs.Murad, MS, MT Pembimbing II :Teguh Ariefianto, ST ABSTRAK Operasi penambangan yang dilakukan oleh PT. Karya Bumi Baratama menggunakan sistem tambang terbuka dengan metode open pit. Penggunaan sistem ini mengakibatkan lokasi penambangan berhubungan langsung dengan udara luar, salah satu pengaruhnya adalah hujan yang dapat menyebabkan terjadinya genagan air pada dasar tambang. Keberadaan air ini sangat mengganggu kelancaran kegiatan penambangan, baik secara teknis, ekonomis, dan air tersebut harus dikeluarkan dari lokasi penambangan.Curah hujan rancangan di blok Meruap PT. KaryaBumiBaratamasebesar 130,91 mm/hari, debit limpasan 0,205 m³/detik, dengan debit air yang harusdipompakandarisumpsebesar 738 m3/jam. Sistem penyaliran tambang yang diterapkan oleh PT. Karya Bumi Baratama pada blok Muruap menggunakan pemompaan dan saluran terbuka. Saluran dibuat dengan penampang berbentuk trapesium dengan dimensi lebar dasar saluran (b) = 0,5 m, tinggi air saluran (h) = 0,5 m, tinggi saluran (H) = 0,625 m, luas penampang (A) = 0.375 m2 panjang saluran (L) = 546 m.Selanjutnya air akan dialirkan ke kolam pengendapan, kolamtersebutsebagai mediapenampungdanpengendapan material yang terbawaoleh air. Dimensi kolam pengendapan memiliki panjang 15 m, lebar 8 m dan kedalaman 4 m sebanyak 6 kolam dan volume air yang dapatditampung 1 kolam pengendapan adalah sebesar 404,05 m³.