Perencanaan Sistem Penyaliran Tambang Batubara PT. Indoasia Cemerlang Job Site Kintap, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan
Salah satu kegiatan penting yang dilakukan pada usaha pertambangan adalah sistem penyaliran tambang. Tujuan penelitian adalah untuk mengendalikan air limpasan yang masuk kebukaan tambang agar proses penambangan tidak terganggu. Metode yang digunakan untuk menghitung curah hujan rata-rata dan volume air limpasan yang masuk ke sumuran serta luas kolam pengendapan lumpur yang dibutuhkan, yaitu dengan menggunakan metode distribusi Log Normal, metode mononobe, dan untuk perhitungan debit limpasan menggunakan metode distribusi dan rasional. Dari hasil penelitian curah hujan rata-rata maksimum pada lokasi penelitian yaitu 3.981,4 mm/tahun, curah hujan rencana diambil periode ulang dua tahun sebesar 12,301 mm/hari serta debit limpasan maksimum yang masuk diestimasikan sebesar 0,727 m³/detik yang akan masuk ke sump. Jumlah air tambang perhari yang dapat diatasi 2.844 m³/jam dengan pompa yang digunakan 6 unit dengan kapasitas 160 liter/detik. Jadi untuk mengendalikan air limpasan yang masuk kebukaan tambang dibutuhkan kapasitas kolam sebagai tempat pengendapan sebesar 19.232,933 m³ dengan waktu pengerukan partikel kolam pengendapan maksimal dapat dilakukan setiap 6 bulan sekali.