Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: Curah Hujan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Sistem Penyaliran Air Tambang Batubara (Mine Dewatering) PT. Nusa Alam Lestari Kec. Talawi Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat

2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Wilayah IUP PT. Nusa Alam Lestari secara geografis wilayah penambangan PT. Nusa Alam Lestari terletak pada koordinat 100°45’48” BT – 100°46’48” BT dan 00°36’45” LS – 00°37’12” LS.Secara administratif daerah tersebut terletak di daerah Parambahan, Desa Batu Tanjung Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto Provinsi Sumatera Barat.Pada kegiatan penambangan batubara bawah tanah PT. Nusa Alam Lestari memiliki masalah dengan air yang selalu menganggu proses produksi batubara. Air tersebut berasal dari lantai, dinding dan atap terowongan. Sisitem penyaliran tambang yang digunakan oleh PT. Nusa Alam Lestari menggunakan saluran dan pemompaan. Debit air dari front penambangan dipompa menuju sump, kemudian dialirkan menuju kolam pengendapan lumpur. Besarnya curah hujan rancangan adalah 190,232. Catchment area dibagi menjadi dua,yaitu CA-1 dengan debit limpasan sebesar 0,3629 m³/detik CA-2 dengan debit limpasan 0,4394 m³/detik. Pada CA-1 dan CA-2 untuk mengeluarkan air menggunakan pemompaan, jumlah pompa pada CA-1 sebanyak satu unit pompa pada putaran mesin 1700 rpm, sedangkan jumlah pompa untuk CA-2 sebanyak satu unit pompa pada putaran mesin 2200 rpm. Total lumpur adalah 25.209,94 m³/tahun, pengerukan dilakukan 2 kali dalm satu tahun. Volume lumpur dalam satu kali pengerukan adalah 12.604,97 m³, volume lumpur sebesar 12.604,97 m³, tersebut terbagi dalam satu buah kolam pengendapan lumpur, jadi volume untuk 1 kolam pengendapan lumpur adalah 25.209,94 m³. Dengan denukian dimensi kolam pengendapan lumpur yang harus direncanakan adalah, panjang 75 m, lebar 65 m dan kedalaman 9 m.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Kajian Teknis Sistem Penyaliran Area Tambang pada Front B PT. Genesha Minerals Jaya Kab. Sarolangun Prov. Jambi

2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pada musim penghujan, front b pt. Genesha Minerals Jaya (gmj) sering tergenang air dari limpasan air hujan disekitar tambang. Pompa atau mine dewatering yang digunakan pt. Gmj belum sesuai dengan debit air yang akan dipompakan, dimana alat masih sering menunggu proses pengeringan sebelum melakukan kegiatan penambangan. Semakin luas area penambangan atau daerah tangkapan hujan, maka jumlah debit air yang harus ditanggulangi cendrung semakin besar. Kemudian daya pompa dan kolam pengendapan lumpur yang dibutuhkan juga semakin besar. Pemecahan masalah penelitian, yaitu dengan menghitung curah hujan rancangan menggunakan distribusi Log Normal, menghitungan intensitas curah hujan, debit limpasan dan daya pompa, serta merancang dimensi kolam pengendapan lumpur, yang dapat menampung air dan lumpur hasil pemompaan sampai waktu pengerukan yaitu dua kali dalam satu tahun. Dari hasil analisa data, didapatkan curah hujan rancangan sebesar 24,89 mm/hari, debit limpasan 0,48 m3/detik dan daya pompa sebesar 89,469 kW. Untuk menampung air dan lumpur hasil pemompaan dibutuhkan volume 1 (satu) kolam pengendapan lumpur sebesar 207,36 m3 . Berdasarkan hasil analisa data, dapat disimpulkan bahwa debit air yang harus dipompakan adalah sebesar 1.728 m3/jam. Dengan kapasitas pompa 450 m3/jam dibutuhkan 4 unit pompa, untuk mengeluarkan genangan air pada dasar front penambangan, dan dimensi kolam pengendapan lumpur dengan panjang 10 m, lebar 7 m dan tinggi atau kedalaman 3 m.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Perencanaan Sistem Penyaliran Tambang Batubara PT. Indoasia Cemerlang Job Site Kintap, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan

2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satu kegiatan penting yang dilakukan pada usaha pertambangan adalah sistem penyaliran tambang. Tujuan penelitian adalah untuk mengendalikan air limpasan yang masuk kebukaan tambang agar proses penambangan tidak terganggu. Metode yang digunakan untuk menghitung curah hujan rata-rata dan volume air limpasan yang masuk ke sumuran serta luas kolam pengendapan lumpur yang dibutuhkan, yaitu dengan menggunakan metode distribusi Log Normal, metode mononobe, dan untuk perhitungan debit limpasan menggunakan metode distribusi dan rasional. Dari hasil penelitian curah hujan rata-rata maksimum pada lokasi penelitian yaitu 3.981,4 mm/tahun, curah hujan rencana diambil periode ulang dua tahun sebesar 12,301 mm/hari serta debit limpasan maksimum yang masuk diestimasikan sebesar 0,727 m³/detik yang akan masuk ke sump. Jumlah air tambang perhari yang dapat diatasi 2.844 m³/jam dengan pompa yang digunakan 6 unit dengan kapasitas 160 liter/detik. Jadi untuk mengendalikan air limpasan yang masuk kebukaan tambang dibutuhkan kapasitas kolam sebagai tempat pengendapan sebesar 19.232,933 m³ dengan waktu pengerukan partikel kolam pengendapan maksimal dapat dilakukan setiap 6 bulan sekali.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Perencanaan Sistem Penyaliran Pada Kemajuan Tambang Sebelah Barat PT. Daya Bambu Sejahtera, Desa Mangupeh, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi

2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Operasi penambangan yang dilakukan oleh PT. Daya Bambu Sejahtera menggunakan sistem tambang terbuka dengan metode open pit . Pada tambang terbuka kegiatannya berhubungan langsung dengan udara luar, akibatnya kegiatan penambangan sangat dipengaruhi oleh iklim. Salah satu iklim yang sangat besar pengaruhnya adalah hujan. Hujan merupakan sumber utama air pada tambang terbuka. Keberadaan air pada dasar front sangat mengganggu kegiatan penambangan, sehingga air tersebut harus dikeluarkan dari lokasi penambangan. Sistem penyaliran tambang yang digunakan oleh PT. Daya Bambu Sejahtera pada front bagian barat menggunakan saluran dan pemompaan. Debit air dari front penambangan dipompakan menuju saluran, kemudian dialirkan menuju kolam pengendapan lumpur. Besarnya curah hujan rancangan adalah 443,78 mm/hari. Catchment area dibagi menjadi tiga, yaitu CA-1 dengan debit limpasan sebesar 3,918 m³/detik, CA-2 dengan debit limpasan sebesar 1,399 m³/detik dan CA-3 dengan debit limpasan sebesar 2,322 m³/detik. Pada CA-1 dan CA-2 untuk mengeluarkan air menggunakan pemompaan, jumlah pompa pada CA-1 sebanyak 3 buah pompa pada putaran mesin 2200 rpm dan 10 buah pompa pada putaran mesin 900 rpm, sedangkan jumlah pompa untuk CA-2 sebanyak 1 buah jika putaran mesin 2200 rpm dan 4 buah pompa jika putaran mesin 900 rpm. Untuk mengeluarkan air pada CA-3 menggunakan saluran tambang dengan dimensi lebar dasar saluran 0,908 m, tinggi saluran 0,987 m, lebar muka air 1,824 m dan dengan kemiringan 6o. Total lumpur adalah 258.001,84 m3/tahun, pengerukan dilakukan 12 kali dalan satu tahun.Volume lumpur dalam 1 kali pengerukan adalah 21.500,15 m3, volume lumpur sebesar 21.500,15 m3 tersebut terbagi dalam 6 buah kolam pengendapan lumpur, jadi volume untuk 1 kolam pengendapan lumpur adalah 5.375,02 m3. Dengan demikian dimensi kolam pengendapan lumpur yang harus direncanakan adalah, panjang 30 m, lebar 25 m dan kedalaman 8 m.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail