ThesisOpen AccessMetadata saja
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Allied Indo Coal Jaya (PT. AICJ) merupakan salah satu perusahaan pertambangan batubara di Sumatera Barat yang menggunakan metoda tambang bawah tanah. Pada proses pengangkutan dari lubang produksi mulut tambang menggunakan belt conveyor yang terdapat pada jalur tunnel main shaft. Jalur yang mengangkut material hasil tambang sejauh 200 meter. Selama proses belt conveyor beroperasi pengangkutan dilayani oleh gerobak-gerobak yang di dorong oleh pekerja tambang. Produksi di seluruh lubang belum terangkutnya batubara secara maksimal sehingga diperlukan analisis perhitungan produktivitas pada belt conveyor. Penelitian ini bertujuan menganalisa produksi belt conveyor pada tunnel main shaft. Pengujian belt conveyor menggunakan teknik pengukuran lansung dengan alat meteran dan waterpass. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu luas penampang belt conveor, kecepatan belt conveyor, koefisien kemiringan belt conveyor, dan produktifitas belt conveyor. Berdasarkan hasil penelitian produktivitas aktual pada belt sebesar 4,437 ton/jam, produktivitas teoritis pada belt sebesar 222,4 ton/jam, Perbedaan antara produktivitas aktual dengan teoritis ini disebabkan karena proses penambangan yang dilakukan pada tunnel main shaft di PT AICJ masih manual serta untuk mengangkut batubara pekerja yang tadi menambang yang mengantar batubara ke belt sehingga penambangan tidak optimal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2017•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Nusa Alam Lestari, (PT. NAL) merupakan perusahaan pertambangan dengan melakukan sistem penambangan bawah tanah, menggunakan metode room and pillar. Penambangan bawah tanah di PT. NAL dilakukan pada 8 lubang bukaan utama, dengan kondisi dalam lubang yang berbeda-beda. Penelitian dilakukan pada lubang bukaan C1D, dengan tujuan penelitian menganalisis kebutuhan udara yang dialirkan untuk memenuhi kebutuhan udara para pekerja di lokasi C1D dan menganalisis bagaimana kondisi kualitas dan kuantitas udara di lokasi C1D udara. Berdasarkan perhitungan, kuantitas udara yang diperlukan pada tambang bawah tanah PT. NAL adalah untuk kebutuhan pernafasan, kebutuhan udara pada front kerja dan kebutuhan udara untuk penetralan gas methan. Jadi jumlah kebutuhan udara yang diperlukan di lokasi lubang bukaan C1D untuk 6 orang pekerja sebesar (0,18 m3/detik), udara yang dibutuhkan dalam front kerja sebesar (0.38 m3/detik) dan untuk menetralkan gas methan (0,198 m3/detik) dengan kuantitas udara keseluruhan (3,32 m3/detik). Untuk kualitas udara yang ada pada lubang bukaan C1D yaitu oksigen (O2) 20,7-20,9% dan untuk (CO, H2S, CH4 ) 0% untuk kondisi saat ini baik dan kadar gas-gas pengotor yang terkandung didalamnya masih dibawah NAB yang telah ditentukan perusahaan. Sedangkan untuk temperatur efektif sebesar 22-34oC dan untuk kelembaban relatif 60-99 % untuk kelembaban kurang efektif karena masih ada yang melewati NAB maksimum yang tertulis dalam Kepmen 555K-1995.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2017•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Nusa Alam Lestari (PT. NAL) merupakan perusahaan bergerak dibidang pertambangan batubara bawah tanah. (underground mining), dengan tujuan penelitian menganalisis berapa kekuatan penyangga di lubang bukaan C1G dan menganalisis nilai Faktor Keamanan (Safety Factor) sistem penyanggaan di lubang bukaan C1G. PT. NAL melakukan upaya menjaga kestabilitasan lubang bukaan atau tunnel dengan menggunakan penyangga kayu, pada penyanggaan kayu sendiri terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat kekuatannya seperti kelembaban dan temperatur. Penelitian ini dilakukan pada lubang bukaan C1G karena pada lubang bukaan tersebut masih terdapat 2 (dua) kayu penyangga yang patah dan penggunaan kayu penyangga yang sudah lama dan rapuh sehingga sudah tidak layak lagi, posisi tiang penyangga yang tidak pada tempatnya, dan jarak antar penyangga yang berbeda-beda karena jarak yang seharusnya adalah jarak antar penyangga yang sama, sehingga dapat mempengaruhi kekuatan penyangga dalam menahan beban massa batuan yang berada di sekitar penyangga. Berdasarkan perhitungan, kekuatan penyangga kayu di lubang bukaan C1G pada PT. NAL dengan menggunakan persamaan Protodyakonov dengan menggunakan sistem penyangga three piece sets, yaitu a. Beban persatuan panjang yang dihasilkan (qt) dengan jarak yang berbeda-beda adalah 8,097 t/m, 11,432 t/m, 10,478 t/m, 11,907 t/m, 10,954 t/m, 11,716 t/m, 9,811 t/m, 12,383 t/m, 10,288 t/m, dan 11,240 t/m. b. Tinggi parabolik sebagai tinggi beban (h) 4,396 m. c. Tekanan pada penyangga (σt) 16,446 t/m2. d. Beban maksimal yang diizinkan pada penyangga (Pmax) 21,75 ton. Serta untuk nilai Faktor Keamanan (FK) sistem penyanggan C1G pada PT. NAL memiliki nilai rata-rata 0,390 (FK1), maka penyangga dapat dikatakan tidak aman untuk digunakan dalam sistem penyanggaan.