Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Penulis: EVI TARIA
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Kajian Teknis Sistem Penyangga Kayu pada Lubang C1G Tambang Batubara Bawah Tanah PT. Nusa Alam Lestari (NAL) Desa Salak, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat

2017•Koleksi Perpustakaan

PT. Nusa Alam Lestari (PT. NAL) merupakan perusahaan bergerak dibidang pertambangan batubara bawah tanah. (underground mining), dengan tujuan penelitian menganalisis berapa kekuatan penyangga di lubang bukaan C1G dan menganalisis nilai Faktor Keamanan (Safety Factor) sistem penyanggaan di lubang bukaan C1G. PT. NAL melakukan upaya menjaga kestabilitasan lubang bukaan atau tunnel dengan menggunakan penyangga kayu, pada penyanggaan kayu sendiri terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat kekuatannya seperti kelembaban dan temperatur. Penelitian ini dilakukan pada lubang bukaan C1G karena pada lubang bukaan tersebut masih terdapat 2 (dua) kayu penyangga yang patah dan penggunaan kayu penyangga yang sudah lama dan rapuh sehingga sudah tidak layak lagi, posisi tiang penyangga yang tidak pada tempatnya, dan jarak antar penyangga yang berbeda-beda karena jarak yang seharusnya adalah jarak antar penyangga yang sama, sehingga dapat mempengaruhi kekuatan penyangga dalam menahan beban massa batuan yang berada di sekitar penyangga. Berdasarkan perhitungan, kekuatan penyangga kayu di lubang bukaan C1G pada PT. NAL dengan menggunakan persamaan Protodyakonov dengan menggunakan sistem penyangga three piece sets, yaitu a. Beban persatuan panjang yang dihasilkan (qt) dengan jarak yang berbeda-beda adalah 8,097 t/m, 11,432 t/m, 10,478 t/m, 11,907 t/m, 10,954 t/m, 11,716 t/m, 9,811 t/m, 12,383 t/m, 10,288 t/m, dan 11,240 t/m. b. Tinggi parabolik sebagai tinggi beban (h) 4,396 m. c. Tekanan pada penyangga (σt) 16,446 t/m2. d. Beban maksimal yang diizinkan pada penyangga (Pmax) 21,75 ton. Serta untuk nilai Faktor Keamanan (FK) sistem penyanggan C1G pada PT. NAL memiliki nilai rata-rata 0,390 (FK1), maka penyangga dapat dikatakan tidak aman untuk digunakan dalam sistem penyanggaan.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Kajian Teknis Sistem Penyangga Kayu pada Lubang C1G Tambang Batubara Bawah Tanah PT. Nusa Alam Lestari (NAL) Desa Salak, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat

2017•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PT. Nusa Alam Lestari (PT. NAL) merupakan perusahaan bergerak dibidang pertambangan batubara bawah tanah. (underground mining), dengan tujuan penelitian menganalisis berapa kekuatan penyangga di lubang bukaan C1G dan menganalisis nilai Faktor Keamanan (Safety Factor) sistem penyanggaan di lubang bukaan C1G. PT. NAL melakukan upaya menjaga kestabilitasan lubang bukaan atau tunnel dengan menggunakan penyangga kayu, pada penyanggaan kayu sendiri terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat kekuatannya seperti kelembaban dan temperatur. Penelitian ini dilakukan pada lubang bukaan C1G karena pada lubang bukaan tersebut masih terdapat 2 (dua) kayu penyangga yang patah dan penggunaan kayu penyangga yang sudah lama dan rapuh sehingga sudah tidak layak lagi, posisi tiang penyangga yang tidak pada tempatnya, dan jarak antar penyangga yang berbeda-beda karena jarak yang seharusnya adalah jarak antar penyangga yang sama, sehingga dapat mempengaruhi kekuatan penyangga dalam menahan beban massa batuan yang berada di sekitar penyangga. Berdasarkan perhitungan, kekuatan penyangga kayu di lubang bukaan C1G pada PT. NAL dengan menggunakan persamaan Protodyakonov dengan menggunakan sistem penyangga three piece sets, yaitu a. Beban persatuan panjang yang dihasilkan (qt) dengan jarak yang berbeda-beda adalah 8,097 t/m, 11,432 t/m, 10,478 t/m, 11,907 t/m, 10,954 t/m, 11,716 t/m, 9,811 t/m, 12,383 t/m, 10,288 t/m, dan 11,240 t/m. b. Tinggi parabolik sebagai tinggi beban (h) 4,396 m. c. Tekanan pada penyangga (σt) 16,446 t/m2. d. Beban maksimal yang diizinkan pada penyangga (Pmax) 21,75 ton. Serta untuk nilai Faktor Keamanan (FK) sistem penyanggan C1G pada PT. NAL memiliki nilai rata-rata 0,390 (FK1), maka penyangga dapat dikatakan tidak aman untuk digunakan dalam sistem penyanggaan.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail