Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

1 hasil
Subjek: Monitoring Temperatur
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Monitoring Temperatur untuk Mencegah Terjadinya Swabakar pada Temporary Stockpile PT. Miyor Pratama Coal Parambahan Kecamatan Talawi Kota Sawahlunto Provinsi Sumatera Barat

2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PT. Miyor Pratama Coal merupakan suatu perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan batubara. Untuk memenuhi kebutuhan para konsumen, produksi harus sesuai dengan permintaan maupun prasyarat yang diinginkan pihak konsumen, terutama kualitas batubara harus sesuai dengan standar yang telah disepakati. Kurang efektifnya cara penanganan batubara pada stockpile, penumpukan batubara pada stockpile dalam jangka waktu yang cukup lama sering mengalami swabakar (spontaneuos combustion) dan batubara kwalitas rendah rentan mengalamiswabakar. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini, dilakukan suatu cara untuk mencegah terjadinya swabakar dengan melakukan monitoring temperatur pada tumpukan batubara perharinya, menggunakan alat pengukur temperatur (Thermo couple TM—902C Range -50˚C - 1300˚C), melakukan analisis dengan ambang titik nyala glow point batubara sesuai dengan kelasnya dan faktor yang mempengaruhi terjadinya gejala swabakar. Titik sampel tertinggi temperatur batubara tumpukan (A) Kalori 6500- 6800 hanya mencapai 60,6°C dan 60,9°C, titik sampel ini sudah melewati standar pengukuran suhu tumpukan batubara namun belum mengalami ignition point atau titik pembakaran dan gejala swabakar belum terjadi, titik ini mempunyai rata-rata temperatur timbunan yaitu 49°C dan 46°C. Namun pada tumpukan (B) Kalori 3000-4000 pada titik ini batubara telah terbakar dengan temperatur mencapai 132,4°C dan 160,4°C, titik sampel ini mempunyai rata- rata temperatur timbunan yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan titik-titik sampel lainnya dan titik tersebut telah mengalami ignition point sehingga gejala swabakar terjadi pada titik ini. Gejala swabakar umumnya terjadi pada sisi kaki dari timbunan batubara. Hal ini terjadi karena ukuran butir yang relatif besar akan berada di sisi kaki timbunan batubara. Selain pada sisi kaki timbunan batubara, gejala swabakar juga terjadi di sela-sela penumpukan batubara akibat penanganan yang kurang sempurna pada saat melakukan penimbunan batubara.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail