Profil penulis
Wid
35 karya publik ditemukan.
Bunga Rampai Perundangan Lingkungan Hidup
Perancanaan dan Pengembangan Produk
Membangun Aplikasi Java Enterprise dengan Arsitektur Model View Controller (MVC)
Penerapan Data Mining dengan MATLAB
Petunjuk Kerja LAS
Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Jurusan Pada Sekolah Menengah Atas Negeri 02 Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman Menggunakan Metode Simple Additive Weighting (SAW)
Penjurusan pada tingkat sekolah menengah atas (SMA) pada umumnya ditentukan pada saat siswa naik ke kelas XI. Pada SMA Negeri 02 Batang Anai jurusan terbagi menjadi IPA dan IPS yang nantinya proses penjurusan akan dilakukan oleh guru BK. Selama ini proses penjurusan dilakukan oleh guru BK dengan mengkalkulasikan kriteria penilaian seperti: nilai rapor, nilai rata-rata SKHU, nilai psikologi dan angket siswa. Proses kalkulasi ini sendiri masih dilakukan secara manual sehingga memerlukan banyak waktu dan hasil yang didapat dinilai belum terlalu efektif. Sistem pendukung keputusan dengan metode Simple Additive Weighting (SAW) dirancang untuk membantu dalam mengambil keputusan dalam situasi yang tidak terstruktur atau dalam situasi semi terstruktur. Sistem pendukung keputusan ini dibangun dengan menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic.Net, XAMPP sebagai pendukung server, dengan basisdata MySQL serta Crystal Report. Dengan adanya sistem ini diharapkan akan membantu proses penjurusan oleh guru BK Sekolah Menengah Atas Negeri 02 Batang Anai kedepannya dan memudahkan dalam laporan data jurusan persemester.
Analisis Geometri Jalan Angkut Menggunakan Metode Antrian dari Front Penambangan ke Dissposal di PT. Allied Indo Coal Jaya Kec. Talawi Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat
PT. Allied Indo Coal Jaya (PT. AICJ) merupakan perusahaan swasta yang bergerak dibidang pertambangan batubara. Kegiatan pengangkutan overburden dari front penambangan ke dissposal memiliki panjang ± 650 m. Kegiatan operasi penambangan overburden menggunakan 5 unit dump truck Hino ranger 500 fm 260 JD dan 1 unit excavator caterpillar 320 D. Penelitian ini dilakukan dikarenakan sering terjadi antrian dump truck pada saat proses loading karena adanya waktu tunggu alat muat di front penambangan, adanya 2 dump truck yang berhenti pada saat berpapasan dikarenakan geometri jalan angkut yang belum sesuai dengan standar AASTHO (American Association Of State Higway And Transportation Officials). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan geometri jalan angkut dan mendapatkan model antrian jalan angkut tambang. Metode penelitian yang dilakukan di lapangan yaitu dengan cara melakukan pengukuran jalan angkut dari front penambangan ke dissposal dengan memperhitungkan lebar jalan lurus, jalan tikungan, kemiringan jalan (grade), cross slope, dan cycle time alat angkut. Hasil penelitian didapatkan lebar jalan lurus 8,575 m, lebar jalan tikungan 13,120 m, kemiringan jalan (grade) 10% dan 16% kemiringan melintang (cross slope) 14,8 cm dan perhitungan dengan menggunakan metode antrian diperoleh jumlah dump truk yang diperlukan agar mampu dilayani oleh alat muat tanpa adanya waktu antri adalah 7 truck.
Analisis Metode Pengujian Block Punch Index (BPI) dan Point Load Index (PLI) untuk Memprediksi Nilai Uniaxial Compressive Strength (UCS)
UCS adalah salah satu parameter mekanika batuan yang paling penting dan paling banyak digunakan dalam rekayasa batuan. Standar pengujian UCS memerlukan sampel batuan yang berkualitas (bagus). Sedangkan, tidak mungkin selalu didapat sampel core yang sesuai dengan standar pengujian UCS, sehingga pengujian UCS memakan waktu lama dan biaya yg mahal. Karena standar tersebut sulit didapat, maka banyak dilakukan penelitian untuk mencari alternatif untuk memprediksi nilai UCS batuan. Selain itu, masalah yang dijumpai ialah belum adanya alat uji kuat tekan untuk sampel yang bidang perlapisannya tipis. Salah satu metode yang muncul untuk memenuhi kriteria di atas adalah uji BPI dan PLI. Uji BPI sangat berguna apabila batuan memiliki bidang perlapisan yang tipis sehingga sulit untuk mendapatkan sampel yang memenuhi syarat untuk uji UCS bahkan uji PLI sekalipun. Karena alat BPI tidak tersedia dipasaran, maka alat uji BPI ini harus dirancang bangun terlebih dahulu. Alat ini nantinya dapat digunakan untuk memprediksi nilai UCS batuan. Prinsip kerja alat ini hampir sama dengan alat PLI, yang membedakannya hanya bagian peletakan sampel. Pada penelitian ini, alat BPI yang dirancang bangun telah digunakan untuk menguji batupasir dan batulanau yang diambil dari CV. Bara Mitra Kencana yang mana ukuran sampel yang digunakan yaitu diameter 50 mm dengan ketebalan 10 mm. Sedangkan untuk sampel PLI digunakan sampel irregular. Hasil pengujian sampel batuan menggunakan alat BPI dan PLI untuk memprediksi nilai UCS, yaitu menghasilkan nilai UCS rata-rata dari BPI untuk batupasir sebesar 0.8111 MPa dan nilai UCS rata-rata untuk batulanau sebesar 1.2675 MPa, persamaan linear yang dihasilkan antara BPI dan UCS untuk batupasir, yaitu y = 5.099x dengan regresi (R² = 1) dan untuk persamaan linear yang dihasilkan antara BPI dan UCS untuk batulanau, yaitu y = 5.1 x dengan regresi (R² = 1). Sedangkan untuk pengujian PLI untuk kedua sampel berupa batulanau dan batupasir diketahui bahwasannya nilai UCS rata-rata untuk batupasir sebesar 0.8463 MPa dan nilai UCS rata-rata untuk batulanau sebesar 0.7386 MPa persamaan linear yang dihasilkan antara PLI dan UCS untuk batupasir yaitu y = 15.31 x dengan regresi (R² = 1) dan untuk persamaan linear yang dihasilkan antara PLI dan UCS untuk batulanau, yaitu y = 15.31 x dengan regresi (R² = 1).
Evaluasi dan Perancangan Desain Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Kota Payakumbuh
Instalasi pengolahan lumpur tinja (IPLT) Sungai Durian dibangun pada tahun 1997, menggunakan sistem kolam , dengan kapasitas 30.000 m3. Pada saat ini effluent IPLT tidak memenuhi baku mutu PP RI No. 05 tahun 2014. Berdasarkan hasil uji laboratorium yang dilakukan untuk parameter BOD dan COD dengan metode volumetri, , TSS menggunakan alat ukur TSS analyzer, didapatkan hasil yang hampir semua dari parameter tersebut tidak memenuhi standar baku mutu air yang ditentukan. Pada studi ini dilakukan evaluasi kondisi eksisting dengan kriteria desain dan rekomendasi, baik dari segi operasi maupun proses untuk setiap unit bangunan agar effluen pengolahan memenuhi baku mutu. Tahapan pengolahan yang dibutuhkan pada unit IPLT ini adalah tangki Imhoff, kolam Anaerobik, kolam An-aerobik II, kolam Fakultatif, kolam Maturasi, dan bak Pengering Lumpur. Dengan perkiraan effluent hasil pengolahan sebesar Nitrogen= 0,03mg/L dengan efisiensi sebesar 90%, Fosfor = 0,3 mg/L dengan efisiensi sebesar 90%, BOD = 7,23mg/L dengan efisiensi sebesar 90%, TSS = 1,75mg/L dengan efisiensi sebesar 90% serta COD = 3,17mg/L dengan efisiensi sebersar 96%.
Evaluasi Manajemen Stockpile Batubara untuk Mencegah Terjadinya Swabakar (Studi Kasus : PT. Miyor Pratama Coal)
Stockpile batubara merupakan tempat penyimpanan batubara yang pertama masuk setelah mengalami proses pengangkutan yang panjang baik dari tempat distributor ataupun dari tempat penggalian material pada industri pertambangan. Sehingga tidak dapat di pastikan bahwa kualitas batubara tersebut tetap terjaga seperti kualitas aslinya sebelum pengangkutan menuju tempat penyimpanan. Salah satu cara untuk menjaga kualitas batubara setelah ditambang adalah sistem penimbunan. Kondisi area stockpile pada PT. Miyor Pratama Coal sendiri tidak dilengkapi dengan sistem pendukung seperti sistem penirisan yang berupa paritan, hal ini menyebabkan terdapat genangan air pada lantai stockpile pada saat hujan. Sistem penimbunan batubara pada stockpile PT. Miyor Pratama Coal masih belum diterapkan dengan baik, seperti kurangnya penanganan batubara yang masuk dan keluar pada stockpile, selain itu juga terdapat tumpukan yang terlalu lama ditumpuk pada stockpile akibat tidak diterapkannya sistem manajemen FIFO (first in first out) dengan baik dan tumpukan batubara tersebut selalu ditutup menggunakan terpal yang terbuat dari plastik sehingga akan menyebabkan adanya potensi swabakar. Area Stockpile PT. Miyor Pratama Coal memiliki potensi swabakar pada tumpukan batubara yang cukup besar disebabkan oleh dimensi timbunan yang memiliki rata-rata tinggi tumpukan diatas 7 meter dengan sudut lebih dari sudut angle of repose ( .(ْ 40 -ْ 30 Perencanaan desain dimensi tumpukan batubara dibuat dengan tinggi 5 meter sesuai dengan tinggi rekomendasi, sudut tumpukan ْ 30 sesuai sudut terendah rekomendasi, desain dimensi tumpukan ini dibuat agar dapat mengurangi potensi swabakar. Desain sistem drainase di area stockpile menggunakan konsep saluran terbuka alamiah di sekitar area timbunan. Rencana desain drainase berbentuk trapesium dengan lebar permukaan 1m dan tinggi 1 m. Selain itu lantai stockpile didesain dengan penambahan bedding coal dengan tebal sekitar 50 cm agar pada saat pengangkutan batubara tidak tercampur dengan tanah dibawahnya.
Analisis Geometri Jalan Angkut Menggunakan Metode Antrian dari Front Penambangan ke Dissposal di PT. Allied Indo Coal Jaya Kec. Talawi Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat
PT. Allied Indo Coal Jaya (PT. AICJ) merupakan perusahaan swasta yang bergerak dibidang pertambangan batubara. Kegiatan pengangkutan overburden dari front penambangan ke dissposal memiliki panjang ± 650 m. Kegiatan operasi penambangan overburden menggunakan 5 unit dump truck Hino ranger 500 fm 260 JD dan 1 unit excavator caterpillar 320 D. Penelitian ini dilakukan dikarenakan sering terjadi antrian dump truck pada saat proses loading karena adanya waktu tunggu alat muat di front penambangan, adanya 2 dump truck yang berhenti pada saat berpapasan dikarenakan geometri jalan angkut yang belum sesuai dengan standar AASTHO (American Association Of State Higway And Transportation Officials). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan geometri jalan angkut dan mendapatkan model antrian jalan angkut tambang. Metode penelitian yang dilakukan di lapangan yaitu dengan cara melakukan pengukuran jalan angkut dari front penambangan ke dissposal dengan memperhitungkan lebar jalan lurus, jalan tikungan, kemiringan jalan (grade), cross slope, dan cycle time alat angkut. Hasil penelitian didapatkan lebar jalan lurus 8,575 m, lebar jalan tikungan 13,120 m, kemiringan jalan (grade) 10% dan 16% kemiringan melintang (cross slope) 14,8 cm dan perhitungan dengan menggunakan metode antrian diperoleh jumlah dump truk yang diperlukan agar mampu dilayani oleh alat muat tanpa adanya waktu antri adalah 7 truck.
Evaluasi Manajemen Stockpile Batubara untuk Mencegah Terjadinya Swabakar (Studi Kasus : PT. Miyor Pratama Coal)
Stockpile batubara merupakan tempat penyimpanan batubara yang pertama masuk setelah mengalami proses pengangkutan yang panjang baik dari tempat distributor ataupun dari tempat penggalian material pada industri pertambangan. Sehingga tidak dapat di pastikan bahwa kualitas batubara tersebut tetap terjaga seperti kualitas aslinya sebelum pengangkutan menuju tempat penyimpanan. Salah satu cara untuk menjaga kualitas batubara setelah ditambang adalah sistem penimbunan. Kondisi area stockpile pada PT. Miyor Pratama Coal sendiri tidak dilengkapi dengan sistem pendukung seperti sistem penirisan yang berupa paritan, hal ini menyebabkan terdapat genangan air pada lantai stockpile pada saat hujan. Sistem penimbunan batubara pada stockpile PT. Miyor Pratama Coal masih belum diterapkan dengan baik, seperti kurangnya penanganan batubara yang masuk dan keluar pada stockpile, selain itu juga terdapat tumpukan yang terlalu lama ditumpuk pada stockpile akibat tidak diterapkannya sistem manajemen FIFO (first in first out) dengan baik dan tumpukan batubara tersebut selalu ditutup menggunakan terpal yang terbuat dari plastik sehingga akan menyebabkan adanya potensi swabakar. Area Stockpile PT. Miyor Pratama Coal memiliki potensi swabakar pada tumpukan batubara yang cukup besar disebabkan oleh dimensi timbunan yang memiliki rata-rata tinggi tumpukan diatas 7 meter dengan sudut lebih dari sudut angle of repose ( .(ْ 40 -ْ 30 Perencanaan desain dimensi tumpukan batubara dibuat dengan tinggi 5 meter sesuai dengan tinggi rekomendasi, sudut tumpukan ْ 30 sesuai sudut terendah rekomendasi, desain dimensi tumpukan ini dibuat agar dapat mengurangi potensi swabakar. Desain sistem drainase di area stockpile menggunakan konsep saluran terbuka alamiah di sekitar area timbunan. Rencana desain drainase berbentuk trapesium dengan lebar permukaan 1m dan tinggi 1 m. Selain itu lantai stockpile didesain dengan penambahan bedding coal dengan tebal sekitar 50 cm agar pada saat pengangkutan batubara tidak tercampur dengan tanah dibawahnya.
Evaluasi dan Perancangan Desain Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Kota Payakumbuh
Instalasi pengolahan lumpur tinja (IPLT) Sungai Durian dibangun pada tahun 1997, menggunakan sistem kolam , dengan kapasitas 30.000 m3. Pada saat ini effluent IPLT tidak memenuhi baku mutu PP RI No. 05 tahun 2014. Berdasarkan hasil uji laboratorium yang dilakukan untuk parameter BOD dan COD dengan metode volumetri, , TSS menggunakan alat ukur TSS analyzer, didapatkan hasil yang hampir semua dari parameter tersebut tidak memenuhi standar baku mutu air yang ditentukan. Pada studi ini dilakukan evaluasi kondisi eksisting dengan kriteria desain dan rekomendasi, baik dari segi operasi maupun proses untuk setiap unit bangunan agar effluen pengolahan memenuhi baku mutu. Tahapan pengolahan yang dibutuhkan pada unit IPLT ini adalah tangki Imhoff, kolam Anaerobik, kolam An-aerobik II, kolam Fakultatif, kolam Maturasi, dan bak Pengering Lumpur. Dengan perkiraan effluent hasil pengolahan sebesar Nitrogen= 0,03mg/L dengan efisiensi sebesar 90%, Fosfor = 0,3 mg/L dengan efisiensi sebesar 90%, BOD = 7,23mg/L dengan efisiensi sebesar 90%, TSS = 1,75mg/L dengan efisiensi sebesar 90% serta COD = 3,17mg/L dengan efisiensi sebersar 96%.