TONI SAPUTRA
2018 · Thesis · Open Access
PT. Allied Indo Coal Jaya merupakan suatu perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batubara. Permasalahan utama yang dihadapi dalam penimbunan batubara pada temporary stockpile adalah swabakar (spontaneous combustion). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pola penimbunan batubara yang dapat meminimalkan terjadinya potensi swabakar (spontaneous combustion) pada stockpile maupun temporary stock. Setelah dilakukannya pengamatan, maka didapatkan hasil bahwa nilai temperatur tumpukan batubara yang diuji dengan suhu pemanasan dimulai dari suhu 33°C, 38°C, dan 36°C dengan menggunakan inkubator yang diintegrasikan dengan thermostat tidak melebihi nilai temperatur ambang batas dan baku mutu yang diizinkan. Dari pola tumpukan yang diamati didapatkan bahwa pola tumpukan chevron merupakan tumpukan yang mempunyai potensi swabakar paling kecil dibandingkan dengan pola tumpukan chevcon. Suhu ratarata tumpukan batubara pada pola chevron adalah 39.9°C pada kalori 3000 – 4000 kkal/kg dan 39.3°C pada kalori 6500 – 6800 kkal/kg . Sedangkan suhu rata-rata tumpukan batubara dengan pola tumpukan chevcon selama penelitian adalah 41.15°C pada kalori 3000 – 4000 kkal/kg dan 39.96°C pada kalori 6500 – 6800 kkal/kg. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa bentuk tumpukan chevron lebih baik diterapkan untuk mengurangi potensi swabakar bila dibandingkan dengan bentuk tumpukan chevcon.
M. VICRYL NAUFAL
2018 · Thesis · Open Access
PT. Bintang Sumatera Pasific merupakan salah satu perusahaan tambang andesit yang melakukan kegiatan penambangan di Kenagarian Mangilang, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat. Keadaan lereng yang terbentuk saat ini memiliki kemiringan 88o, terdapat kekar dan longsoran kecil disekitar lereng dimana aktivitas tambang sangat dekat jaraknya dengan lereng. Analisis kestabilan lereng perlu dilakukan dengan tujuan mengetahui nilai faktor keamanan dari lereng, seperti. Menentukan bobot massa batuan menggunakan Rock mass Rating (Bieniawski, 1989) dan Slope Mass Rating (Romana, 1985), Menentukan FK lereng aktual dan menentukan kemiringan ideal yang sesuai dengan Kepmen 555K pasal 241 tahun 1995. Standar nilai faktor keamanan menurut Bowles ditetapkan ≥ 1,25 (stabil).. Apabila lereng dalam keadaan tidak stabil maka perlu dilakukan pengkajian ulang. Hasil analisis menyimpulkan bahwa lereng di Zona 1 memiliki nilai Rock Mass Rating 75, berada di kelas II, dengan kualitas batuan baik, kohesi 350 kN/m2, sudut geser dalam 40o. dan nilai Slope Mass Rating 76, berada di kelas II, keadaan stabil. Dan untuk analisis kestabilan pada Slide V.6.0 menggunakan Janbu diperoleh FK 5,052 dan analisis menggunakan Bishop diperoleh FK 3,622. Hasil penelitian menunjukkan nilai faktor keamanan ≥ 1,25 maka lereng dinyatakan aman atau stabil. Sedangkan untuk kemiringan lereng ideal dimana kemiringan lereng saat ini 88o menunjukkan bahwa lereng masih dalam keadaan stabil, maka tidak perlu dilakukan perubahan geometri kemiringan lereng. Kalaupun dilakukan bisa dengan memperkecil tinggi dan sudut kemiringan lereng.
DENI SAPUTRA
2018 · Thesis · Open Access
Alat ini dirancang karena tingginya harga seive shaker di pasaran sangat tinggi dan juga belum adanya alat ayakan di sekolah tinggi teknologi industri (STTIND) Padang, alat ini juga belum diketahuinya pengaruh lama waktu saat proses penganyakan. Tujuan diciptakannya alat ini untuk mengetaui rancangan pembuatan alat sizing untuk mengetahui ukuran rata-rata batuan dari hasil pengayak dan mengetahui rpm dan frekuensi dari alat sizing itu sendiri dan juga untuk mengetahui persentase lolos dan tertahan pada proses pengayakan. Alat ayakan ini menggunakan metode goncang dengan dengan arah maju mundur melakukan 5 kali percobaan dengan waktu yang berbeda yaitu 5 menit, 10 menit dan 15 menit, jadi total percobaan adalah sebanyak 15 kali percobaan dengan total sampel 15kg, setiap percoaan menggunakan sampel seberat 1kg dengan kecepatan yang sama yaitu rpm= 106 dan f= 1,7 Hz. Kumulatif persen lolos pada sampel setelah pengayakan 5 menit diayakan No 70 = 100%. Dengan hasil persamaan analisis gradasi Cu Cc adalah Cu = 2,909 mm dan Cc = 1,807 mm. Dengan persamaan regresi y = 1,2923x-7,7019 dan R2 = 0,9537. Pada sampel setelah penggilingan 10 menit diayakan No 70 = 81,987%. Dengan hasil persamaan analisis gradasi Cu Cc adalah Cu = 2,953 mm dan Cc = 1,137 mm. Dengan persamaan regresi y = 1,3592x-7,8508 dan R2 = 0,9682 dan pada sampel setelah pengayakan 15 menit diayakan No 70 = 100%. Dengan hasil persamaan analisis gradasi Cu Cc adalah Cu = 3,246 mm dan Cc = 1,632 mm. Dengan persamaan regresi y = 1,4701x-7,4218 dan R2 = 0,9708. Alat ini dinyatakan layak karena syarat lolos uji ayakkan ukuran 70mm adalah 80%.
ASNAWI
2018 · Thesis · Open Access
Standard Operation Procedure (SOP) adalah suatu rangkaian tertulis mengenai suatu proses dan aktivitas pada suatu perusahaan, selain itu juga merupakan standar yang ditetapkan oleh perusahaan supaya karyawan itu mengikuti peraturan-peraturan yang sudah diatur (Lin dan Donald, 2016). SOP berkaitan erat hubungannya dengan kesehatan dan keselamatan kerja di dalam sebuah perusahaan. Jika SOP yang ada didalam perusahaan itu tidak berjalan dengan maksimal maka akan memicu kecelakaan kerja dalam sebuah perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan program K3 (berbasis SOP) dan penyebab belum optimalnya SOP mengenai kesehatan dan keselamatan kerja di PT. Mineral Bara Perkasa. Pengolahan data menggunakan exel dengan punggujian validitas, reliabilitas, interval penelitian, uji rata-rata dan tabulasi. Jumlah responden yaitu 35 orang dengan jumlah pertanyaan 20 butir yang masing-masing uunit 5 pertanyaan. Berdasarkan hsil dari pengolahan kuisoner rata-rata yang di dapat untuk APD nilai yang di dapat 2.41 ini masuk kategori tidak baik, mesin dan peralatan 2.58, rambu-rambu 2.45, prilaku karyawan 2.72.
PAHRUL
2018 · Thesis · Open Access
PT. Nusa Alam Lestari (NAL) adalah salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang pertambangan batubara. Pada tahun 2006 melakukan kegiatan penambangan dengan tambang terbuka dan berakhir pada tahun 2011, selanjutnya dilakukan kegiatan penambangan tambang bawah tanah. Wilayah kerja PT. NAL terletak di daerah Sapan Dalam, Desa Salak, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat. Pada lubang A1-02, terdapat 2 front kerja yaitu front maju dan cabang. Berdasarkan kebutuhan udara kedua front kerja tersebut dengan parameter kebutuhan udara untuk pekerja, mengencerkan gas metan, total udara yang dibutuhkan sejumlah 0.45656 m3/s untuk front maju dan 0.3839 m3/s untuk front kerja cabang. Kuantitas udara yang tersedia hanya 0.38589 m3/s pada front maju dan 0.31873 m3/s untuk front cabang, berarti terjadi kekurangan udara 0.07067 m3/s untuk front maju dan 0.06517 m3/s untuk front cabang. Dari hasil simulasi menggunakan ventsim 5.0 ventilasi aktual lubang A1-02 terdapat kehilangan tekanan udara yang besar yaitu 6.4 Pa – 50.1 Pa dan resistensi yang besar yaitu 56.32 Ns2/m8 – 102.38 Ns2/m8. Dari ventilasi aktual tersebut dilakukan perencanaan terhadap jaringan ventilasi pada lubang A1-02 didapatkan hasil kehilangan tekanan udara yang kecil yaitu 0 – 0.1 Pa, dan resistensi 0.00091 Ns2/m8 – 0.00596 Ns2/m8, serta kuantitas udara sebesar 8.0 m3/s untuk jaringan ventilasi sepanjang 1100 m.
AUFA FUADI
2018 · Thesis · Open Access
Kualitas batubara merupakan faktor dasar dalam pengambilan keputusan oleh pihak konsumen dalam memilih produk yang dihasilkan oleh produsen, untuk dapat mengetahui serta memperoleh data kualitas batubara yang dihasilkan selama proses produksi perlu dilakukan kegiatan pengukuran kualitas batubara. Perlunya dilakukan kegiatan pengukuran kualitas batubara adalah karena adanya komplain dari pihak konsumen terhadap kualitas batubara yang menyimpang dari kesepakatan standar kualitas batubara yang telah ditentukan, parameter kualitas batubara yang dijadikan sebgai acuan standar pada umumnya terdiri dari nilai kalori (calori value), kandungan sulfur (total sulfur), kandungan air total (total moisture), kandungan abu (ash content). Analisis kualitas batubara terhadap lamanya penyimpanan batubara di stockpile di PT. Nusa Alam Lestari (NAL), Sawahlunto, Sumatera Barat. pada saat batubara di stockpile dalam kurun waktu 60 hari terjadinya penyimpangan dari kualitas batubara tersebut, calori value (adb%) terjadi penyimpangan kualitas yang sangat singnifikan pada hari ke 60 dengan rata-rata penyimpangan sebesar 512 kcal/kg, selanjutnya untuk sulfur content (adb%) terjadi penyimpangan yang signifikan pada stockpile ke 60 hari dengan rata-rata penyimpangan sebanyak 0,09 %, selanjutnya untuk ash content (adb%) terjadi penyimpangan yang signifikan pada stockpile ke 60 hari dengan rata-rata penyimpangan sebanyak 17,8 %, dan untuk total moisture (adb%) terjadi penyimpangan yang signifikan pada stockpile ke 60 hari dengan rata-rata penyimpangan sebanyak 0,61 %.
AYU ARISKA
2018 · Thesis · Open Access
PT. Nusa Alam Lestari merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batubara dengan mengunakan metode tambang bawah tanah. yang berada di Desa Salak, Kecamatan Talawi, Kabupaten Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat. Yang memiliki cadangan batubara sebesar 11.183.661 pada Januari 2009. Pada Januari-Setember tahun 2018 PT. Nusa Alam Lestari melakukan penambangan batubara dengan rencana produksi 38.613,15 ton batubara, dengan realisasi produksi yang tercapai sebesar 28.899,99tonbatubara.
Tujuan penelitian ini adalah menganalisis biaya operasional penambangan PT. Nusa Alam Lestari untuk mengetahui berapa biaya operasional pada Januari-Sebtember 2018 dan mengetahui berapa keuntungan yang diperoleh PT. Nusa Alam Lestari.
Dari hasil pengolahan data komponen biaya yang dihitung untuk kegiatan operasional penambangan di PT. Nusa Alam Lestari danBiaya Logistik dan BBM, Biaya Alat Perlindungan Diri, Biaya Pengangkutan Bahan Galian Gaji Karyawan, Biaya Overhead, Biaya Pajak Dan Non Pajak,dengan total keseluruhan biaya sebesar Rp. 32.914.328.79 dan total keuntungan yang di peroleh pada Januari-September 2018 sebesar Rp. Rp.7.812.528.432. Total penjualan batubara pada bulan Januari-September tahun 2018 sebesar Rp. 38.761.510.643.
IFTAHYUDI
2018 · Thesis · Open Access
PT. Allied Indo Coal Jaya (PT. AICJ) merupakan salah satu perusahaan pertambangan batubara di Sumatera Barat yang menggunakan metoda tambang bawah tanah. Pada proses pengangkutan dari lubang produksi mulut tambang menggunakan belt conveyor yang terdapat pada jalur tunnel main shaft. Jalur yang mengangkut material hasil tambang sejauh 200 meter. Selama proses belt conveyor beroperasi pengangkutan dilayani oleh gerobak-gerobak yang di dorong oleh pekerja tambang. Produksi di seluruh lubang belum terangkutnya batubara secara maksimal sehingga diperlukan analisis perhitungan produktivitas pada belt conveyor. Penelitian ini bertujuan menganalisa produksi belt conveyor pada tunnel main shaft. Pengujian belt conveyor menggunakan teknik pengukuran lansung dengan alat meteran dan waterpass. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu luas penampang belt conveor, kecepatan belt conveyor, koefisien kemiringan belt conveyor, dan produktifitas belt conveyor. Berdasarkan hasil penelitian produktivitas aktual pada belt sebesar 4,437 ton/jam, produktivitas teoritis pada belt sebesar 222,4 ton/jam, Perbedaan antara produktivitas aktual dengan teoritis ini disebabkan karena proses penambangan yang dilakukan pada tunnel main shaft di PT AICJ masih manual serta untuk mengangkut batubara pekerja yang tadi menambang yang mengantar batubara ke belt sehingga penambangan tidak optimal.
MAFTUKHOH CERGIA
2018 · Thesis · Open Access
Semakin meningkatnya cafe kopi dan teh di Kota Padang dari tahun ke tahun akan berbanding lurus dengan produktivitas dari ampas kopi dan teh ini. Salah satu upaya terbaik untuk pengolahan ampas-ampas tersebut adalah dengan cara menjadikan pupuk organik/kompos. Untuk proses dekomposisi bahan organik menjadi kompos serta pupuk cair, diperlukan bahan dekomposer. Bahan dekomposer yang umum digunakan adalah Effective Mikroorganisme (EM-4). Proses pengomposan dilakukan dengan metode anaerob. Komposter yang digunakan ada 8 macam (P1, P2, P3, P4, P5, P6, P7, P8) dengan volume yang sama, komposisi berbeda. Dari penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik penggunaan ampas kopi dan teh sebagai pupuk cair yang optimum dan menunjukkan bahwa campuran antara ampas kopi dan teh (P2) lebih efektif menjadi pupuk cair daripada komposter lain, yakni dengan komposisi ampas kopi 375 gram + teh 125 gram + 250 larutan EM-4. Analisa yang dilakukan meliputi Nitrogen (N), Timbal (Pb), pH, C-Organik (Bahan Organik), dan Jumlah Total Koloni (Mikroba). Dari hasil uji laboratorium didapatkan pengaruh signifikan dan didapatkan komposisi optimum. Dari hasil tersebut didapatkan nilai kandungan Nitrogen (N) 1,12%; Timbal (Pb) 0,089 ppm; pH 5,67; C-Organik (Bahan Organik) 21,80%; dan Jumlah total koloni 154x103 cfu/ml, sehingga dari hasil tersebut jika dibandingkan dengan standart SNI 19-7030-2004 hasil dari pengomposan dan pupuk cair sudah memenuhi standart.
FANDI SAFRUL NALDI
2018 · Thesis · Open Access
Abu terbang batubara (Fly Ash) telah banyak dimanfaatkan sebagai adsorben pada penyisihan parameter pencemar dalam limbah cair. Pada penelitian ini fly ash dimanfaatkan sebagai adsorben penyisihan logam Fe pada limbah cair dengan studi kasus limbah cair PLTU Teluk Sirih, Sumatera Barat. Penelitian dilakukan dengan proses adsorbsi yang bertujuan untuk melihat besarnya efektivitas penyisihan logam Fe yang dihasilkan. Limbah cair yang diuji adalah limbah cair pada kolam inlet WWTP PLTU Teluk Sirih dengan konsentrasi Fe awal adalah 3,47 ppm. Setelah dilakukan proses adsorbsi menggunakan adsorben fly ash yang telah diaktivasi dengan NaOH 6 M dan waktu kontak 30 menit, konsentrasi logam Fe pada limbah cair turun hingga 0,02 ppm dengan persentase efektivitas penyerapan adalah 99,42 %. Sehingga dapat disimpulkan bahwa adsorben fly ash efektif digunakan sebagai adsorben pada limbah cair.
FALDI LULRAHMAN
2018 · Thesis · Open Access
Indonesia merupakan negara penghasil kelapa terbesar di dunia, salah satu daerah yang menghasilkan kelapa adalah Sumatera barat. Bertambahnya produksi kelapa, maka bertambahnya limbah tempurung kelapa. Metode yang diperkirakan sangat efektif dalam menangani limbah tempurung kelapa adalah metode pirolisis yang dapat mengasilkan asap cair. Proses pirolisis limbah tempurung kelapa adalah dengan cara memberikan panas ke limbah tempurung kelapa tanpa adanya udara. Asap hasil pembakaran akan di kondensasi (perubahan fasa gas menjadi fasa cair) dengan menggunakan kondensor, kemudian hasil asap cair keluaran kondensor akan ditampung dengan menggunakan gelas ukur. Pada penelitian ini dilakukan variasi terhadap temperatur proses pirolisis, waktu/lama proses pirolisis, ukuran limbah tempurung kelapa, dan kadar air limbah tempurung kelapa. Hasil Rendemen asap cair yang didapatkan pada variasi temperatur adalah 17,6466%,19,3226%, 21,8426% dan 26,0420%. Rendemen asap cair pada variasi waktu pirolisis adalah 14,7735%, 15,4574, 17,7999 dan 20,1498%. Rendemen asap cair untuk variasi ukuran partikel adalah 11,8923%, 150928% dan 17,1074%. Rendemen asap cair untuk variasi kadar air limbah tempurung kelapa adalah 17,2636%, 13,4098% dan 6,7132%. Hubungan temperatur pirolisis terhadap rendemen asap cair adalah berbanding lurus. Hubungan waktu pirolisis dengan rendemen asap cair adalah berbanding lurus. Hubungan ukuran limbah tempurung kelapa dengan rendemen asap cair adalah berbanding terbalik. Hubungan kadar air material dengan rendemen asap cair adalah berbanding terbalik. Sehingga didapatkan Kondisi operasi optimum terjadi pada temperatur pirolisis 3500C, waktu pirolisis 150 menit, ukuran partikel limbah tempurung kelapa 2-3 cm, dan kadar air limbah tempurung kelapa 4,8835%.
VIVINA AZMAR YUNAL
2018 · Thesis · Open Access
Tanaman kelapa (Cocos nucifera L) memiliki potensi besar menjadi produk olahan yang bermanfaat. Salah satu produk olahan dari tanaman kelapa adalah Virgin Coconut Oil (VCO ). Industri yang melakukan pengolahan kelapa menjadi vco menghasilkan limbah. Limbah yang dihasilkan ini disebut blondo yang apabila dibuang begitu saja dapat mencemari lingkungan. Salah satu upaya untuk menangani limbah yaitu memanfaatkan limbah untuk pembuatan sabun mandi cair dengan proses saponifikasi.Tujuan dari penelitian ini yaitu melihat komposisi limbah yang tepat untuk membuat sabun mandi cair dengan perbandingan (1:5), (2:5), (3:5), (4:5), (5:5). Pengujian mutu sabun ini dilakukan dengan cara melakukan pengujian di laboratorium dengan menguji nilai pH, alkali bebas, berat jenis, dan angka lempeng total. Komposisi yang tepat dalam pemanfaataan limbah industri vco untuk pembuatan sabun mandi yaitu pada perbandingan 5:5 karena dari data penelitian yang diperoleh memenuhi syarat mutu SNI sabun mandi cair dengan nilai pH sebesar 10,64, nilai berat jenis sebesar 1,10, nilai alkali bebas sebesar 0,11%, dan angka lempeng total tidak ada. Sedangkan untuk uji organoleptiknya sabun memiliki bentuk kurang cair, wangi dan bewarna sedikit gelap. Karena limbah industri vco bisa dimanfaatkan untuk pembuatan sabun mandi cair maka pemanfaatan limbah industri vco ini dapat menguntungkan secara materi.
DUWEL TANJUNG
2018 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem pengendalian persedian bahan baku pada PT. Incasi Raya Pesisir Selatan. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis kuantitatif dengan menggunakan metode Economic Order Quantity, stok pengaman dan titik pemesanan kembali. Berdasarkan hasil analisis kuantitas pembelian yang optimum menurut kebijakan perusahaan adalah 312 kali, sedangkan dengan menggunakan metode Ergonomic oerder kuantity yaitu 208 kali. Total biaya persediaan dengan menggunakan kebijakan perusahaan adalah Rp 8.746.878,- setelah menggunakan metode Ergonomic Order Kuantity dapat mengefesiensikan besarnya biaya persedian perusahaan yaitu Rp 8.078.649,-. Sementara itu untuk persedian pengaman dan titik pemesanan kembali menurut kebijakan perusahaan tidak ada, sedangkan menurut perhitungan Ergonomic Order Kuantity besarnya persediaan pengaman adalah sebanyak 2.335 ton dan titik pemesanan ulang sebesar 3.763 ton.
DIAN PRATIWI
2018 · Thesis · Open Access
Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPA) merupakan tempat untuk menampung pembuangan sampah dari berbagai lokasi, yang biasa cakupannya adalah satu kota. Penyingkiran dan pemusnahan sampah kedalam tanah merupakan cara yang selalu digunakan, karena biaya relatif murah, pengoperasiannya mudah dan luwes dalam menerima limbah. TPA menjadi tempat penampungan berbagai macam sampah sehingga lindi mengandung berbagai jenis bahan pencemar yang berpotensi mengganggu lingkungan dan kesehatan manusia. Setiap TPA memiliki karakteristik air lindi yang berbeda tergantung dari proses yang terjadi di dalam landfill, yang meliputi proses fisika, kimia dan biologis. Umumnya lindi mengandung Chemical Oxygen Demand (COD), Biology Oxygen Demand (BOD), Total dissolved solids (TDS), total organic carbon (TOC), senyawa nitrogen nitrogen dan berbagai jenis logam berat yang tinggi. Parameter pencemar yang di tinjau pada penelitian ini adalah timbal (Pb) dan Mercury (Hg). Untuk mengetahui penyebaran kontaminan,pada penelitian dilakukan permodelan matematis timbal (Pb) dan Mercury (Hg) dengan munggunakan model analitik 1-dimensi dan 2 dimensi berdasarkan persamaan adveksi dan dispersipada air tanah dan air permukaan. Penelitian ini dilakukan di sungai sawah lansek yang merupakan badan air tempat mengalirnya lindi dari TPA regional kota solok. Konsentrasi timbal (Pb) dan Mercury (Hg) diukur pada 3 titik, dari hasil pengukuran tersebut diketahui bahwa sawah lansek memang tercemar oleh lindih TPA yang dilihat dari konsentrasi timbal (Pb) dan Mercury (Hg) yang sudah melebihi baku mutu. Simulasi dari timbal (Pb) dan Mercury (Hg) menunjukkan semakin lama waktu (t), input polutan yang konstan membuat beban kontaminan semakin besar. Akibatnya konsentrasi kontaminan pada t yang lebih besar akan mengalami penurunan yang lebih jauh. Hasil simulasi konsentrasi timbal (Pb) dan merkuri (Hg) telah mencapai jarak ± 100 Meter dari TPA kontaminan terus menyebar seiring bertambahnya umur TPA, kontaminan timbal (Pb) dan merkuri (Hg) telah mencapai sungai Batang Lembang yang berjarak ± 2500 Meter dari TPA, dan mengalami penurunan pada jarak yang lebih jauh.
MATEUS YOGI RESKI GANDA
2018 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem pengendalian persediaan bahan baku pada PTP Nusantara VI Ophir Pasaman Barat. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode Economic Order Quantity, Safety Stock, Reorder Point, dan diagram fishbone. Hasil analisis kuantitas pemebelian yang optimum menurut kebijakan perusahaan adalah 278,75 ton per hari, sedangkan berdasarkan metode Economic Order Quntity kuantitas pembelian yang optimum adalah 506,60 ton per hari. Frekuensi pembelian yang optimum menurut kebijakan perusahaan adalah 312 kali, sedangkan dengan menggunakan metode Economic Order Quantity adalah 171 kali. Total biaya persediaan dengan menggunakan kebijakan perusahaan adalah Rp 4.584.882 per tahun, sedangkan menggunakan metode Economic Order Quantity dapat mengefisiensikan besarnya biaya persediaan perusahaan adalah 3.872.958 pertahun. Sementara itu untuk persediaan pengaman dan titik pemesanan kembali menurut kebijakan perusahaan tidak ada, sedangkan menurut perhitungan metode Economic Order Quantity besarnya persediaan pengaman sebanyak 1.712 ton dan titik pemesanan ulang sebesar 1.990,75 ton. Pada analisis diagram fishbone di temukan 5 faktor yang mempengaruhi tidak tercapainya target bahan baku sawit yaitu faktor metode, material, mesin, manusia, dan lingkungan.
YOLA ALFIANOLITA
2018 · Thesis · Open Access
Briket arang tempurung kelapa merupakan salah satu alternatif jenis bahan bakar yang ramah lingkungan, ekonomis, serta dapat diperbarui dalam waktu yang relatif cepat. Adapun tujuan dari studi ini yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh komposisi dan jenis perekat yang berbeda terhadap nilai kalori yang dihasilkan, untuk mengetahui pengaruh komposisi dan jenis perekat yang berbeda terhadap kadar air yang dihasilkan, untuk mengetahui pengaruh komposisi dan jenis perekat yang berbeda terhadap kadar abu yang dihasilkan. Untuk mencapai tujuan penelitian yaitu mengetahui kandungan kadar air, kadar abu, nilai kalori dengan variasi perekat yakni dengan menentukan komposisi arang pembuatan briket yang efesien, menghitung nilai kadar air, kadar abu,nilai kalor. Berdasarkan hasil dari nilai kadar air, kadar abu, dan nilai kalor. Dari pengaruh komposisi dan jenis perekat yang berbeda terhadap nilai kalori yang paling di pengaruhi jenis dan parsentasi perekat dapat di lihat pada perekat kanji nilai kalori yg di hasilkan paling tinggi pada parsentasi perekat 15% dengan jenis perekat tepung kanji. Pengaruh komposisi dan jenis perekat yang berbeda terhadap kadar air yang paling tinggi didapatkan dari pencampuran 10% kanji dan 90% arang. Pengaruh komposisi dan jenis perekat yang berbeda terhadap kadar abu, nilai kalori dan kadar abu terbaik pada jenis perekat kanji dengan parsentasi perekat 15%, tapi kadar air lebih rendah dari tanah liat 10% , namun kadar abu yang didapatkan untuk tanah liat paling tinggi, kanji dengan perekat parsentasi 15% adalah perekat yang baik dan mengahsilkan karoli yg tinggi .
YULIA DESI
2018 · Thesis · Open Access
Perumahan pada umumnya dirancang dan dibangun oleh developer perumahan. Namun salah satu faktor penentu suksesnya seorang developer perumahan menjalankan bisnis ini adalah baik atau tidaknya pemasaran. Perancangan web pemasaran pada PT. Alam Surya Megah Residence bertujuan untuk mempermudah masyarakat dalam memperoleh informasi penjualan rumah dan pemesanan (online) yang sebelumnya dipasarkan melalui brosur sehingga pemasaranya menjadi kurang efektif dan efesien. Sistem perancangan dalam pembuatan website pemasaran perumahan pada PT.Alam Surya Megah Residence ini dikembangkan dengan menggunakan beberapa software yakni xampp, Dreamweaver, Server yang merupakan gabungan dari Web Server, PHP dan MySQL
FIFI EMELIA PUTRI
2018 · Thesis · Open Access
PT. Batanghari Barisan (BHB) merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pengolahan bahan baku karet mentah (bokar). PT. Batanghari Barisan memproduksi satu jenis produk, yaitu produk SIR.20. Produk SIR.20 tersebut dipasarkan ke negara produsen ban seperti Jepang, Eropa, dan Amerika. Pengendalian persediaan bahan baku bokar harus dilakukan dengan maksimal oleh perusahaan.Karena jika terjadi kelebihan atau kekurangan persediaan akan menyebabkan kerugian bagi perusahaan. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode EOQ yang bertujuan untuk menentukan jumlah pemesanan bahan baku yang paling ekonomis setiap kali pemesanan. Juga menentukan frekuensi pemesanan yang optimum (F), total biaya persediaan bahan baku (TIC), menentukan safety stock (SS) dan titik pemesanan kembali (reorder point) ROP. Berdasarkan hasil pengolahan data didapat jumlah pembelian bahan baku yang paling ekonomis adalah sebesar 8.244 ton, dengan frekuensi pembelian yang optimum sebanyak 6 kali dalam setahun, total biaya persediaan bahan baku (TIC) adalah sebesar Rp 873.904, dengan persediaan pengaman safety stock (SS) sebanyak 297 ton, dan titik pemesanan kembali pada saat bahan baku berada pada titik sebesar 598 ton
FERI CAHYOKO
2018 · Thesis · Open Access
Perencanaan produksi juga dapat didefinisikan sebagai proses untuk memproduksi barang-barang pada suatu periode tertentu sesuai dengan yang diramalkan atau dijadwalkan melalui pengorganisasian sumber daya seperti tenaga kerja, bahan baku, mesin serta peralatan lainya. Penentuan jumlah optimal produk yang akan diproduksi menjadi kunci bagi perencanaan produksi yang tepat. Kebutuhaan produksi dilakukan dengan maksud memenuhi permintaan pada tingkat biaya yang minimum.
Dalam skripsi ini metode moving average, weight moving average dan exponential smoothing di terapkan untuk meramalkan perencanaan produksi roti isian untuk tahun selanjutnya. Untuk peramalan produksi roti isian dengan menggunakan metode error/kesalahaan terkecil metode SEE. Hasil peramalan di asumsikan sebagai nilai Master Production Schedule (MPS).
Permintaan yang makin meningkat perusahaan untuk melakukan perencanaan produksi dari hasil penelitian yang dilakukan di UD. Bunga Bakery. Maka untuk kebutuhaan produksi periode 13 untuk roti isian rasa sarikaya 463514, roti isian rasa coklat 1386996, roti isian rasa kelapa 506408, roti isian rasa blueberry 513582 dan roti isian rasa nenas 255921.
RISTINA HERAWATI
2018 · Thesis · Open Access
Beasiswa dapat dikatakan sebagai pembiayaan yang tidak bersumber dari pendanaan sendiri atau orang tua, tetapi diberikan oleh pemerintah, perusahaan swasta, kedutaan, universitas, serta lembaga pendidik atau peneliti, atau juga dari kantor tempat bekerja yang karena prestasi seseorang dapat diberikan kesempatan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusianya melalui pendidikan. MAS Andilan merupakan Madrasah Aliyah Swasta (MAS) yang berada di Andilan. Beasiswa harus diberikan kepada penerima yang layak dan pantas untuk mendapatkannya, maka diadakan program beasiswa. Jenis beasiswa yang diberikan yaitu beasiswa Bantuan Khusus Murid Miskin (BKMM). Pada saat ini proses pengumpulan data secara manual sering terjadi kesalahan dan tidak adanya kriteria yang jelas untuk siswa yang dapat memperoleh beasiswa. Sistem pendukung keputusan dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dirancang untuk membantu pengambil keputusan dalam memecahkan masalah yang sifatnya semi terstruktur ataupun tidak terstruktur dengan menambahkan kebijaksanaan manusia dan informasi komputerisasi. Sistem pendukung keputusan ini dibangun dengan menggunakan bahasa perograman Visual Basic.Net, XAMPP sebagai pendukung server yang berdiri sendiri (Lochalhost) yang terdiri atas program apache HTTP server, dengan basisdata MySQL, serta Crystal Report. Dengan sistem pendukung keputusan ini dapat memudahkan pihak sekolah untuk menyeleksi siswa Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Andilan Pasaman yang dibuat dengan menggunakan metode AHP (analitycal Hirarki Process) memberikan informasi yang akurat untuk mendapatkan beasiswa dengan penilaian menurut kriteria yang telah ditetapkan.