DEVI ANGGRAINI
2018 · Thesis · Open Access
Pada tambang batubara CV. Bara Mitra Kencana berdasarkan survey awal peneliti mendapatkan robeknya duct/host dilubang tambang BMK-35, yang mengakibatkan ventilasi memiliki kehilangan sirkulasi udara. Dari kondisi tersebut ada beberapa robekan berukuran 6 cm diperjalan masuk lubang tambang, 13 cm dan 20 cm dipercabangan, sehingga berkurangnya kuantitas udara khususnya pada lubang tambang BMK-35. Berdasarkan perhitungan, Dari hasil pengolahan dengan Psychrometric chart untuk temperatur efektif dari tanggal 2-5 Oktober 2017, dengan kecepatan udara 2,51 m/s dan 4,69 m/s di bagian conopy 18,0%-23,0%, percabangan 20,5%- 23,7% dan front kerja 22,1%-24,9% yang terdiri dari pagi dan siang hari dikatakan baik karena diatas NAB KEPMEN 555k yaitu 18-24 ) dan kelembaban relatif 73,0%-99,4%. Dari hasil metode perhitungan manual pada tambang bawah tanah CV. Bara Mitra Kencana sistem ventilasi dari luas penampang terowongan dan kecepatan aliran udara. Hasil dari perhitungan kecepatan udara yang diukur menggunakan annemometer yaitu 2,51 m/s pada percabangan maka kuantitasnya 0,251 m3/s dan 4,69 m/s pada front kerja maka kuantitasnya 0,469 m3/s jadi total kuantitas udara yang masuk yaitu 0,72 m3/s. pada tambang bawah tanah khususnya BMK-35 di dalamnya terdapat 3 pekerja (0,10 m3/s) dan untuk mendilusi gas methan 0,15 m3/s. Untuk kualitas udara yang ada pada tambang bawah tanah, yaitu atas kandungan oksigen minimum 19,5% dan oksigen di front kerja yaitu 20,2%- 20,9% yang belum melewati NAB dikatakan baik menurut KEPMEN 555K-1995 dan kualitas gas pengotor lain sepeti CO2, H2S dan CH4 yaitu 0% sesuai pengukuran dilapangan menggunakan alat gas detector.
ELI GUSTINA
2018 · Thesis · Open Access
Berdasarkan pengamatan dan data dari tahun 2015-2017 di CV. Bara Mitra Kencana telah terjadi kecelakaan yang mengakibatkan cedera berat, kecelakaan ringan dan meninggal sebanyak 16 kasus. Di CV. Bara Mitra Kencana masih terdapat tindakan tidak aman dan kondisi tidak aman untuk itu perlu dilakukan penilaian dan evaluasi tentang pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja untuk menciptakan kondisi aman, menghindari tindakan tidak aman dan pengawasan pada setiap kegiatan. Dalam melaksanakan kegiatan penambangan, sering terjadi kecelakaan. Untuk itu dilakukan analisis frequency rate dan severity rate pada CV. Bara Mitra Kencana tahun 2015-2017 dan analisis penyebab kecelakaan kerja di CV. Bara Mitra Kencana tahun 2015-2017. Pengumpulan data dengan melakukan wawancara terhadap karyawan maupun staf perusahaan dan diolah menggunakan metode statistik kecelakaan dan grafik. Statistik kecelakaan tambang berdasarkan Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi No. 555.K/26/M.PE/1995 nilai frequency rate (FR) pada tahun 2015-2017 adalah 7,73; 5,51 dan 4,41 dan sedangkan nilai severity rate (SR) pada tahun 2015-2017 adalah 18,77; 9,93 dan 13.251,5. Persentase faktor penyebab kecelakaan yang ada di CV. Bara Mitra Kencana pada tahun 2015-2017 adalah tindakan tidak aman (unsafe action) sebesar 65% dan kondisi tidak aman (unsafe condition) sebesar 35%.
BOBY WHIJAKSONO
2018 · Thesis · Open Access
PT. Semen Padang melakukan kegiatan pemberaian batugamping dengan peledakan yang menggunakan elektronik detonator. Parameter keberhasilan dari suatu kegiatan peledakan adalah fragmentasi batuan. Fragmentasi batuan berperan untuk mengoptimalkan produksi, oleh karena itu distribusi fragmentasi batuan hasil peledakan harus dioptimumkan. Untuk meningkatkan fragmentasi batuan dilakukan pengujian dan perhitungan terhadap geometri peledakan aktual, R.L Ash, C,J Konya dan ICI-Explosive, yang telah diterapkan pada front I dan front II quarry Bukit Karang Putih PT. Semen Padang. Maka didapat geometri peledakan yang ideal untuk batugamping yaitu geometri peledakan rumusan C,J Konya dengan powder factor 0,25 kg/m3 dan tonase hasil peledakan sebesar 30,726 ton/hari. Kemudian peneliti merancang ulang geometri peledakan dengan powder factor 0,27 kg/m3 dan tonase hasil peledakan sebesar 31,949 ton/hari. Persentase fragmentasi batuan hasil geometri peledakan rumusan C,J Konya yang tertahan ayakan sebesar 69,75 %, sedangkan yang lolos ayakan sebesar 30,25 %. Disamping itu fragmentasi yang dihasilkan geometri usulan atau rancangan ulang, yang tertahan sebesar 68,63 %, sedangkan yang lolos ayakan sebesar 31,37 %. Sedangkan Desain peledakan yang bisa meningkatkan persentase fragmentasi batuan dari kegiatan peledakan di front I dan front II quarry Bukit Karang Putih PT. Semen Padang adalah pola lubang ledak staggered dan pola peledakan excelon-cut dengan 3-7 row. Maka untuk mendapatkan hasil peledakan yang optimum, geometri dan pola peledakan harus betul-betul disesuaikan dengan karakteristik batuan, rangkaian peledakan, pengisian bahan peledak dan stemming kedalam lubang ledak diharapkan sesuai perencanaan.
EKA ERIYATI
2018 · Thesis · Open Access
Air Asam Tambang (AAT) merupakandampak lingkungan yang negatif dan sulit dihentikan kecuali salah satu reaktanyang terlibat (mineral sulfida, air dan udara) tidak tersedia lagi. Maka dibutuhkan pengolahan AATdengan tujuan untuk meningkatkan pH dan menghilangkan logam terlarut. Proses pengelolaan AATdilakukan melalui penelitian ekperimen menggunakan sistem destilasi yakni proses pemanasan suatu bahan pada temperatur tertentu dengan menggunakan pemanas burner berbahan bakar spritus dan memperhatikan karakteristik air berupa TDS (Total Dissolved Solid), pH (Power of Hydrogen), DHL (Daya Hantar Listrik) atau EC (Electrical Conductivity), suhu, kadar sulfat (SO4), kadar logam (besi (Fe) dan mangan (Mn)). Kegiatan destilasi pada pengelolaan AAT ini memiliki pengaruh terhadap nilai pH,TDS, DHL, dan suhu, penurunan kadar sulfat dan laju penurunan kada rlogam dengan perbedaan nilai yang sangat signifikan, dimana nilai parameter untuk sampel awal AAT berada pada rentang tengah, sedangkan hasil dari destilasi berada pada nilai paling rendah sehingga cocok digolongkan sebagai air Kelas I menurut PP No 82 Tahun 2001tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Airdan tidak melebihi nilai maksimum yang telah ditetapkan pada KEPMEN-LH RI No.113 Tahun 2003tentang Baku Mutu Air Limbah Bagi Usaha dan atau Kegiatan Pertambangan Batu Barasedangkan sisa dari destilasi memiliki nilai tertinggi dibandingkan AAT dan shasil destilasi.
AULIA MARDHATILLA
2018 · Thesis · Open Access
Inventaris merupakan kegiatan untuk mencatat dan menyusun barang atau bahan yang ada secara benar menurut ketentuan berlaku. Alasan dilakukannya inventaris adalah dalam rangka penyempurnaan pengurusan dan pengawasan yang efektif terhadap barang milik negara (atau swasta)baik yang diadakan atau dibeli melalui dana dari pemerintah, maupun diperoleh sebagai pertukaran, hadiah atau hibah serta hasil usaha pembuatan sendiri di sekolah guna menunjang kelancaran proses belajar mengajar. Pada SMP Negeri 1 Luhak Nan Duo penggunaandan kegunaan komputer hanya sebatas input dan penyimpanan seluruh data inventaris barang menggunakan aplikasi Microsoft Excel yang telah didata sebelumnya secara manual, selama proses ini membutuhkan waktu yang lebih lama dengan tingkat kesalahan yang tinggi dan laporan yang dihasilkankurang lengkap.Maka dari itu perlu dirancang suatu aplikasi menggunakan VB.Netdan MySQL untuk mempermudah staf tata usaha dalam input suata data untuk menghasilkan sebuah laporan invetarisyang efektif.
BAYU SEPTRIAWAN
2018 · Thesis · Open Access
Operasi penambangan yang dilakukan oleh PT. Daya Bambu Sejahtera menggunakan sistem tambang terbuka dengan metode open pit . Pada tambang terbuka kegiatannya berhubungan langsung dengan udara luar, akibatnya kegiatan penambangan sangat dipengaruhi oleh iklim. Salah satu iklim yang sangat besar pengaruhnya adalah hujan. Hujan merupakan sumber utama air pada tambang terbuka. Keberadaan air pada dasar front sangat mengganggu kegiatan penambangan, sehingga air tersebut harus dikeluarkan dari lokasi penambangan. Sistem penyaliran tambang yang digunakan oleh PT. Daya Bambu Sejahtera pada front bagian barat menggunakan saluran dan pemompaan. Debit air dari front penambangan dipompakan menuju saluran, kemudian dialirkan menuju kolam pengendapan lumpur. Besarnya curah hujan rancangan adalah 443,78 mm/hari. Catchment area dibagi menjadi tiga, yaitu CA-1 dengan debit limpasan sebesar 3,918 m³/detik, CA-2 dengan debit limpasan sebesar 1,399 m³/detik dan CA-3 dengan debit limpasan sebesar 2,322 m³/detik. Pada CA-1 dan CA-2 untuk mengeluarkan air menggunakan pemompaan, jumlah pompa pada CA-1 sebanyak 3 buah pompa pada putaran mesin 2200 rpm dan 10 buah pompa pada putaran mesin 900 rpm, sedangkan jumlah pompa untuk CA-2 sebanyak 1 buah jika putaran mesin 2200 rpm dan 4 buah pompa jika putaran mesin 900 rpm. Untuk mengeluarkan air pada CA-3 menggunakan saluran tambang dengan dimensi lebar dasar saluran 0,908 m, tinggi saluran 0,987 m, lebar muka air 1,824 m dan dengan kemiringan 6o. Total lumpur adalah 258.001,84 m3/tahun, pengerukan dilakukan 12 kali dalan satu tahun.Volume lumpur dalam 1 kali pengerukan adalah 21.500,15 m3, volume lumpur sebesar 21.500,15 m3 tersebut terbagi dalam 6 buah kolam pengendapan lumpur, jadi volume untuk 1 kolam pengendapan lumpur adalah 5.375,02 m3. Dengan demikian dimensi kolam pengendapan lumpur yang harus direncanakan adalah, panjang 30 m, lebar 25 m dan kedalaman 8 m.
FADILAH HANDAYANI
2018 · Thesis · Open Access
E-commerce (electronic commerce) adalah suatu penjualan secara elektronis, yang bisa dilakukan dari jarak jauh (teknologi marketing) yang digunakan diluar toko. Terbatasnya kemampuan pada saat ini, sanjai Yon belum menggunakan atau menerapkan teknologi informasi untuk memudahkan berlangsungnya proses penjualan. Sehingga menimbulkan masalah dalam penjualan produk tersebut, masalah yang timbul pada pihak sanjai Yon yaitu kesulitan dalam memasarkan produknya di luar kota, karena media pemasaran atau promosi hanya ada di daerah Bukittinggi saja. Maka dari itu dibutuhkan sebuah website untuk mempermudah transaksi penjualan. Mencari informasi yang dibutuhkan dan mempermudah pembelian dibutuhkan panduan, salah satunya adalah E-commerce. Proses penjualan dalam bentuk gambar sehingga penjualan lebih mudah dan lebih baik. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Memberikan kemudahan terhadap costumer yang berada diluar Kota Bukittinggi yang ingin membeli Sanjai. 2) Memberikan kemudahan dalam mempromosikan produk Sanjai Yon.
YOHANA EKA MULIA
2017 · Thesis · Open Access
Minyak yang baik adalah minyak yang mengandung asam lemak tak jenuh yang lebih banyak dibandingkan dengan kandungan asam lemak jenuhnya. Setelah penggorengan berkali-kali, asam lemak yang terkandung dalam minyak akan semakin jenuh. Dengan demikian minyak tersebut dapat dikatakan telah rusak atau dapat disebut minyak jelantah .Survey yang dilakukan kepada penjual gorengan di sekitar Kecamatan Pauh Kota Padang membuktikan bahwa minyak goreng bekas yang digunakan oleh penjual gorengan tidak dibuang, namun dipakai lagi dengan cara dicampur dengan minyak yang bagus secara terus menerus dengan total periode penggorengan sebanyak 4 – 5 kali. Di sisi lain, minyak goreng bekas dapat dikumpulkan dan dimanfaatkan menjadi produk yang bernilai ekonomis. Karena itu minyak goreng bekas dapat dimanfaatkan kembali salah satunya menjadi produk berbasis minyak seperti sabun cair. Tujuan penelitian ini adalah untuk memurnikan minyak jelantah, membuat sabun cair dan analisis hasil sabun berdasarkan empat parameter, yaitu: alkali bebas , lemak tak tersabunkan, jumlah asam lemak dan minyak pelikan. Proses pembuatan sabun cair dilakukan dengan metode hot process soap making (pembuatan sabun dengan metode panas) pada suhu suhu 70oC – 80oC. Alkali yang digunakan adalah KOH (Kalium Hidroksida) . Dari penelitian yang dilakukan, Karakteristik sabun yang dihasilkan yaitu jumlah alkali bebasnya sebesar 0,047 % sedangkan ambang batas sesuai SNI 06-2048-1990 adalah maksimal 0,1 %.Ini berarti bahwa kadar alkali bebas masih dalam batas standar. Jumlah lemak tak bersabun yang diperoleh adalah sebesar 1,50 % dengan ambang batas sesuai SNI 06-2048-1990 adalah sebesar 2,5 %. Jumlah lemak tak bersabun yang dihasilkan tidak lebih dari 2,5 %, yang berarti lemak yang tidak tersabunkan dalam batas standar. Jumlah asam lemak yang diperoleh adalah sebesar 59,99 %. Sabun yang dihasilkan lebih kurang sebanyak 600 mL dan biaya yang dikeluarkan lebih kurang sebanyak Rp. 7.775.
DERI SAPUTRA
2017 · Thesis · Open Access
PT. Inti Vulkatama adalah salah satu perusahaan industri manufaktur yang bergerak di sektor vulkanisir ban. Berdasarkan dari permasalahan yang ditemukan kinerja mesin atau peralatan produksi kurang maksimal dijalankan. Hal tersebut terlihat dari tidak tercapainya target produksi yaitu 37.440 unit proses dingin dan 29.640 unit proses panas. Untuk itu perlu dilakukan pengukuran terhadap tingkat efektivitas mesin, terutama pada mesin building. Metode yang digunakan yaitu metode OEE, merupakan suatu metrik best practice yang mengidentifikasi persentase waktu produksi yang direncanakan yang benar-benar produktif. Pengukuran OEE dilakukan dengan memperhatikan tiga hal penting, yaitu availability ratio, peformance ratio, dan quality ratio. Untuk menemukan faktorfaktor penurunan terhadap tingkat efektivitas mesin building digunakan fishbone diagram. Hasil dan kesimpulan dengan menggunakan metode OEE diperoleh nilai OEE pada mesin building proses panas sebesar 63% dan proses dingin sebesar 66%. Hal tersebut menunjukan bahwa kedua nilai OEE tidak memenuhi standar world class OEE yaitu sebesar 85%. Sedangkan untuk faktor yang mempengaruhi tingkat efektivitas mesin building berdasarkan fishbone diagram terdiri dari 4 faktor utama yaitu: manusia, mesin, metode dan lingkungan kerja.
RANDI ZULFAHLI
2017 · Thesis · Open Access
PT. Semen Padang merupakan perusahaan yang bergerak dibidang industri pengolahan bahan mentah menjadi bahan jadi dengan skala besar. Perusahaan yang berstatus BUMN (Badan Usaha Milik Negara). PT. Semen Padang merupakan salah satu perusahaan Industri di Sumatera Barat yang memproduksi Semen. Planetary Cooler merupakan alat yang digunakan oleh pabrik Semen Padang yang berfungsi untuk mendinginkan clinker pada indarung II/III di PT. Semen Padang. Untuk itu Planetary Cooler merupakan mesin yang sangat penting untuk diperhatikan. Proses pendinginan Planetary Cooler harus berjalan dengan baik agar tidak terjadi kerusakan pada Planetary Cooler yang berdampak pada terbuangnya material akan menghambat proses produksi pada Planetary Cooler. Maka dilakukan analisa peramalan kerusakan komponen dan penentuan biaya untuk tahun 2018. Sehingga diperoleh hasil dengan menggunakan mini tab 16. Data hasil peramalan yang didapatkan yaitu Batu tahan api 10, Lifter 6, Tapak 8, Baut 4 dan Filter 10. harga yang dikeluarkan untuk komponen batu tahan api yaitu sebesar Rp 2.000.000, biaya lifter sebesar Rp 408.000, biaya tapak sebesar Rp.224.000, biaya baut sebesar Rp 48.000 dan biaya filter sebesar Rp 15.000.000. Jadi total biaya perawatan yang dikeluarkan perusahan pada tahun 2018 sebesar Rp 17.680.000.
YUHENDRI
2017 · Thesis · Open Access
Objek penelitian adalah Double Roll Crusher Machine ME – 160 yang dioperasikan pada stasiun preparasi PT. Sucofindo Cabang Padang sebagai alat
pemecah batubara yang sebelumnya masih dalam bentuk bongkahan yang seharusnya untuk dihancurkan. Kerusakan pada Double Roll Crusher Machine ME – 160 pada stasiun preparasi tentunya dapat mengganggu mekanisme kerja proses analisa untuk mendapatkan sertifikasi. Kerugian yang disebabkan kerusakan itu sendiri pada tahun 2017 mencapai Rp. 389.535.500,- sehingga menyebabkan naiknya ongkos produksi pada proses analisa.Perhitungan umur ekonomis akan mudah dilakukan bila aliran kas bisa diprediksi dengan tingkat kepastian yang tinggi. Secara alamiah, ongkos-ongkos ekuivalen tahunan akan menurun dengan naiknya masa pakai suatu aset. Dengan melakukan penelitian pendahuluan di stasiun preparasi PT. Sucofindo Cabang Padang dan di dukung dengan data mengenai spesifikasi mesin, investasi Double Roll Crusher Machine ME – 160, data pemakaian listrik, data pemakaian pelumas, data penggantian suku cadang, data jam operasi, dan data perbaikan serta di lakukan pengolahan data menggunakan perhitungan umur ekonomis maka akan di dapatkan umur ekonomis Double Roll Crusher Machine ME – 160. Setelah melakukan perhitungan dan analisis terhadap permasalahan, maka dapat diambil suatu kesimpulan yaitu, mesin crusher yang diperkirakan umur pakai adalah 10 tahun, pada tahun ke 7 memiliki nilai terkecil dengan biaya EUAC Rp. 2.521.136.253,- selama masa pakainya, namun belum dapat dikatakan bahwa pada umur ke 7 di
tahun 2017 merupakan umur ekonomis dari mesin crusher tersebut, karena diperlukan penelitian lanjutan dalam kasus ini. Untuk dapat mengetahui pada tahun berapa umur ekonomis mesin crusher dapat ditentukan, maka perlu dilakukan perhitungan lebih lanjut dengan menggunakan metoda peramalan. Dengan demikian perusahaan dapat mengambil keputusan untuk melakukan peremajaan (general overhaul) atau melakukan penggantian (replacement).
BOBY RACHMAN
2017 · Thesis · Open Access
Tata letak fasilitas yang baik dan sesuai dengan keadaan perusahaan merupakan salah satu faktor untuk penyusunan yang teratur dan efisien untuk semua fasilitas. Masalah yang dihadapi pada CV. Yalesvava saat ini adalah hasil dari produksi yang dilakukan mengalami kendala dalam penempatan tata letak dimana hasil produsi yang dihasilkan karena urutan proses tidak beraturan sehingga sehingga mengakibatkan penumpukkan produk yang mengakibatkan tidak teratur. Untuk itu perlu dilakukan layout tata letak fasilitas produksi agar dapat merancang tata letak buis berdasarkan pemahaman ARC dan model desain rancangan layout tata letak dari pemahaman ARC. Dari latar belakang maka tujuan penelitian adalah : menghasilkan rancangan tata letak berdasarkan pemahaman ARC dan rancangan layout dari pemahaman ARC. Hasil penelitian ini adalah ditemukannya ada beberapa area kerja yang harus dipindahkan maupun tidak dipindahkan dan ditemukannya area kerja yang tidak sesuai sehingga mengakibatkan sulitnya melakukan akses kerja. Saran yang diberikan untuk CV. Yalesvava adalah harus melakukan perbaikan kembali peletakkan area bahan baku agar tidak menganggu akses kerja yang ada, melakukan penempatan hasil produksi sesuai dengan produk yang dibuat dengan mengelompokkan ukuran buis, pencetakkan dapat dilakukan langsung sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan.
IRAWANTO
2017 · Thesis · Open Access
Meja dan kursi belajar merupakan suatu sarana pendukung yang sangat penting dalam kelancaran pelaksanaan proses belajar mengajar. Untuk
mengantisipasi adanya ketidakserasian antara meja dan kursi dengan ukuran tubuh mahasiswa, maka akan dirancang bangun meja dan kursi belajar secara ergonomis sesuai dengan ukuran tubuh manusia. Maka tujuan penelitian dari tugas ahir ini adalah, membuat rancang bangun meja dan kursi belajar yang ergonomis serta mengetahui biaya yang dikeluarkan untuk membuat meja dan kursi belajar yang ergonomis. Hasil penelitian ini adalah, meja dan kursi belajar yang baru terbuat dari besi pipa dan mempunyai lebar dudukan 37cm, panjang dudukan 39cm, tinggi kursi keseluruhan 90cm, lebar sandaran 37cm, tinggi sandaran 42cm, tinggi kaki kursi 43cm, panjang kursi leseluruhan 74cm, lebar meja 55 x 42cm, rak buku 39 x 37 cm, tinggi rak buku 16 cm, pijakan kaki 13 x 37cm, tinggi pijakan kaki 23cm, tebal busa sandaran dan dudukan 7cm. Sedangkan untuk total biaya keseluruhan pembuatan meja dan kursi belajar ini hasil akhir adalah Rp.815.500.
FITRIA DEWI YULASTRI
2017 · Thesis · Open Access
Pada PT. Gresindo Minang Plantation tingkat produktivitasnya kurang baik itu dibuktikaan dengan hasil produksinya tidak stabil di setiap tahunnya. Sehingga perlu di perhatikan faktor – faktor yang mempengaruhi produktivitas tersebut. Pada penelitian ini bertujuan menghitung tingkat produktivitas tenaga kerja dan menganalisis faktor – faktor yang paling dominan mempengaruhi produktivitas tenaga kerja yang ada pada PT. Gresindo Minang Plantation. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif, data dalam penelitian ini diperoleh dengan menyebarkan angket kepada tenaga kerja. Analisa data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Variabel independen dalam penelitian ini adalah tingkat pendidikan (X1), usia (X2), pengalaman kerja (X3), dan upah (X4). Dan variabel dependennya adalah produktivitas tenaga kerja (Y). Berdasarkan hasil uji Regresi Linear Berganda diketahui hasil Uji Simultan ( Uji F) diketahui bahwa variabel tingkat pendidikn, usia, pengalaman kerja dan upah secara bersama-sama berpengaruhi secara signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja, dan variabel yang paling dominan mempengaruhi produktivitas tenaga kerja adalah variabel pengalaman kerja, karena memiliki nilai t hitung yang paling tinggi dintara t hitung variabel yang lainnya. Sedangkan berdasarkan hasil perhitungan Koefesien Determinasi diperoleh Adjusted R Square sebesar 0.432. Hal ini menunjukan bahwa variabel tingkat pendidikan, usia, pengalaman kerja dan upah secara keseluruhan memberikan pengaruh sebesar 43,2% terhadap produktivitas tenaga kerja pada PT. Gresindo Minang Plantation sedangkan sisanya sebesar 57.7% adalah di pengaruhi oleh variabel lain yang tidak di teliti dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian perusahaan disarankan untuk melakukan pembenahan terhadap produktivitas tenaga kerja, dan lebih meningkatkan variabel tingkat pendidikan, usia, dan upah.
KARISSA HANDAYANI
2017 · Thesis · Open Access
PT Teluk Luas adalah perusahaan penanaman modal dalam negeri (PMDN) yang bergerak dalam Processing Crumb Rubber SIR 10 dan SIR 20 berorientasi Eksport 80% dan 20% lokal. Pada umumnya pekerjaan di PT. Teluk Luas ini masih manual seperti pembongkaran muatan karet hasil panen rakyat dari truk ke gudang bahan baku, mengangkat karet dari satu stasiun kerja ke stasiun berikutnya (stasiun pengepresan), memotong karet dan penjemuran hasil gilingan karet ketempat penjemuran yang telah disediakan. Untuk mencegah terjadinya kelebihan beban kerja maka perlu dilakukan pengukuran beban kerja terhadap karyawan yang melakukan pekerjaan dengan menggunakan tenaga fisik mereka.
Work sampling adalah suatu teknik untuk mengadakan sejumlah besar pengamatan terhadap aktivitas kerja dari pekerja. Pengamatan aktivitas kerja untuk selang waktu yang diambil secara acak terhadap satu atau lebih pekerja dan kemudian mencatatnya apakah pekerja dalam keadaan bekerja atau menganggur. Pengukuran beban kerja tenaga kerja dengan metode work sampling untuk menghitung waktu baku, produksi standar, dan beban kerja.
Dari hasil pengolahan data didapat waktu baku yang diperlukan untuk menghasilkan satu unit produk pada stasiun pengepresan adalah 1,68 menit. Beban kerja yang ditanggung oleh tenaga kerja pada stasiun pengepresan adalah 77,78%. Prosentase produktif lebih dari 75% terlalu berat bagi pekerja dalam melaksanakan aktivitas kerja.
RIZKI NAZIAH LUBIS
2017 · Thesis · Open Access
Banyaknya persaingan antar industri air minum dalam kemasan baik produk lokal maupun produk global membuat pelanggan lebih memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya. Maka dari itu kepuasan pelanggan menjadi prioritas utama. PT. Gunung Naga Mas adalah perusahaan milik swasta yang bergerak dalam industri air minum kemasan, perusahaan ini memproduksi air minum dalam kemasan dengan merek AYIA. Oleh karena itu dalam penelitian ini dilakukan analisis kepuasan pelanggan dengan menggunakan metode QFD. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat kepuasan pelanggan terhadap air minum dalam kemasan Ayia 240 ml dan mengetahui tingkatan prioritas karakteristik teknik yang harus dilakukan PT. Gunung Naga Mas untuk meningkatkan kualitas Ayia 240. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kepuasan pelanggan adalah 3,4 (puas). Urutan tingkatan prioritas karakteristik teknik adalah Sanitasi dan cleaning (18%), SPC (Statistical Process Control) (18%), penyebaran agen secara merata (17,8%), pemilihan bahan baku (15,2%), penelitian dan pengembangan (11,95), Hygiene (6,14%), HACCP (Hazard Analysis Critical Crisis Point) (6,14%), dan terakhir promosi (5,95%). Disamping itu PT. Gunung Naga Mas sebaiknya melakukan perbaikan dan evaluasi terhadap kualitas produk karena masih adanya kesenjangan (Gap) dari penilaian konsumen. PT. Gunung Naga Mas sebaiknya melakukan perbaikan dimulai dari Sanitasi dan Cleaning, SPC, dan penyebaran agen secara merata, maka perusahaan telah melakukan perbaikan secara keseluruhan sebesar 53,8 %. Diharapkan penelitian ini dapat dilanjutkan ke tahap 2 yaitu perencanaan desain, tahap 3 yaitu perencanaan proses, dan tahap 4 yaitu perencanaan pengendalian proses.
MELA ROSALINA
2017 · Thesis · Open Access
Permintaan konsumen sangat penting dalam kegiatan industri pada saat ini, karena proses produksi baru akan berjalan apabila ada permintaan dari konsumen. Permasalahan yang ada pada PT Gunung Naga Mas adalah perusahaan memproduksi barang tanpa mempertimbangkan permintaan pasar, sehingga mengakibatkan bertambahnya biaya penyimpanan dan juga barang yang lama disimpan akan mengalami kerusakan. Untuk itu perlu dilakukannya peramalan permintaan dengan metode Trend linear, Trend kuadratik dan Trend eksponensial. Dari tujuan penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa metode yang paling efektif untuk meramalkan permintaan air minum dalam kemasan cup 240 ml pada PT Gunung Naga Mas yaitu metode trend linear dengan nilai MSE sebesar 544.291.863 dan ramalan permintaan produk air minum dalam kemasan cup 240 ml pada PT Gunung Naga Mas pada tahun 2018 yaitu totalnya sebesar 1.918.768 dus. Sehingga Perusahaan perlu menyesuaikan kapasitas produksi pada tahun 2018.
TRI MAIYUNI HELIA
2017 · Thesis · Open Access
Pada setiap perusahaan manufaktur maupun jasa memiliki ketentuan masing-masing dalam menjalankan perusahaannya. Begitu juga dengan PTPN VI Solok Selatan, perusahaan ini di kelola oleh negara (BUMN) yang menghasilkan dua jenis produk yaitu Crude Palm Oil (CPO) dan Karnel (inti). Dalam proses produksinya, pabrik kelapa sawit PTPN 6 Solok Selatan berupaya mengoptimalkan hasil rendemen serta memperbaiki mutu produk. Dengan demikian pabrik kelapa sawit Solok Selatan pastinya mengupayakan agar kehilangan minyak (oil losses) terjadi seminimal mungkin. Pengendalian kualitas secara statistik dilakukan menggunakan alat bantu statistik yang terdapat pada statistical proces control (SPC). Statistical Process Control (SPC) merupakan metode pengambilan keputusan secara analisis yang memperlihatkan suatu proses berjalan dengan baik atau tidak (Zagloel & Nurcahyo, 2013). Statistical Process Control (SPC) digunakan untuk memantau konsistensi proses yang digunakan untuk pembuatan produk yang dirancang dengan tujuan mendapatkan proses yang terkendali. Perbandingan oil losses terhadap kondisi normal yang melebihi standar pada periode Juli sampai desember 2017 yaitu tankos sebesar 0,77%, press sebesar 0,12%, nut sebesar 0,02% dan fat fit sebesar 0,08%. Dari keempat pengukuran terdapat satu pengukuran yang berada di luar batas kendali yaitu pada nut, yang mengakibatkan oil losses ada empat faktor yang mempengaruhi yaitu faktor SDM, Mesin, Material dan Metode.
Kata
BENI NOVRIYANTO
2017 · Thesis · Open Access
Secara umum transportasi memegang peranan penting dalam dua hal yaitu pembangunan ekonomis dan pembangunan non ekonomis.Perusahaan yang menjadikan model transportasi sebagai alat strategi akan mempunyai keunggulan dalam merebut persaingan dengan perusahaan- perusahaan lain yang sejenis. Hal ini karena tidak semua perusahaan mampu melakukan penghematan biaya operasional khususnya distribusi barang. Dalam hal ini perusahaan di tuntut untuk meminimalkan total biaya transportasi.Transportasi dapat didefinisikan sebagai perpindahan barang atau jasa dari satu tempat ketempat lain (tempat asal ke tempat tujuan), oleh sebab itu dalam kajian ini akan dibahas tentang bagaimana cara pengiriman barang atau jasa dari satu tempat ke tempat lain dengan tujuan meminimumkan biaya transportasi.Dari tujuan penelitian merencanakan pendistribusian barang dengan menentukan biaya transportasi yang optimal dapat ditarik kesimpulan bahwa hasil penerapan model transportasi yang cocok adalah model VAM dan MODI diperoleh biaya pendistribusian barang yang optimal yaitu dari Rp 17.100.000 menjadi Rp 16.475.000 sehingga terjadi penurunan biaya sebesar Rp 625.000,- atau 3,65%.
WANDI WILANDA
2017 · Thesis · Open Access
Produktivitas merupakan salah satu komponen yang harus dimiliki oleh suatu perusahaan apabila ingin mencapai tujuan yang telah di tetapkan perusahaan.Suatu perusahaan atau organisasi tidak dapat mencapai tujuannya secara efesien dan efektif apabila produktivitas karyawan rendah. Oleh sebab itu produktivitas menjadi penting yang selalu ingin ditingkatkan karena dapat mengambarkan tingkat efesiensi kerja karyawan. Jenispenelitianinibersifatkuantitatifkarenamengunakan data yang memerlukanperhitungandanmengunakananalisakualitatifuntukmendiskripsikan data-data yang sudahdiperolehsehinggaakanlebihjelas data tersebut. Untuk menganalisa data penulis menggunakan metode regresi linear berganda, yaitu suatu yang digunakan metode statistik untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas dan terikat yang dibantu dengan menggunakan program SPSS. Berdasarkan hasil uji Regresi Linear Berganda di peroleh persamaan:Y= 5,428+0,774X1+0,271X2+0,286X3+0,510X4 -0,244X5. Kemudian dari hasil Uji Simultan ( Uji F) diketahui bahwa variabel kepimpinan, kedisiplinan, pendidikan dan pelatihan kerja, lingkungan kerja,fasilitas kerja secara bersama-sama berpengaruhi secara signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan di biro pengadaan jasa PT. Semen Padang. Sedangkan berdasarkan hasil perhitungan Koefesien Determinasi diperoleh Adjusted R Square sebesar 0,779. Hal ini menunjukan bahwa variabel kepimpinan, kedisiplinan kerja, pendidikan dan pelatihan kerja, lingkungan kerja, fasilitas kerja secara keseluruhan memberikan pengaruh sebesar 79,9% terhadap produktivitas kerja karyawan pada biro pengadaan jasa PT. Semen Padang sedangkan sisanya sebesar 21,1 % adalah di pengaruhi oleh variabel lain yang tidak di teliti dalam penelitian ini.