COLLECTION
Koleksi Perpustakaan
Koleksi otomatis dari Perpustakaan
Publikasi
Buku Kerja Ilmu Budaya Dasar UNT 108/2 SKS/Modul 4-6
Pelik-Pelik Bahasa Indonesia (Tata Bahasa)
Mikroskopi Bijih
Rangka Dasar Penghidupan Masjarakat
Beton Bertulang
Mekanika Batuan
Infrastructure Planning Handbook
Tutorial 5 Hari
Optimalisasi Pemuatan Batubara ke Tongkang Metode Loosing Dump Truck PT. Batubara Mandiri, Kecamatan Babat Toman, Provinsi Sumatera Selatan
PT. Batubara Mandiri merupakan perusahaan bergerak di bidang trading batubara, yang dimana trading batubara adalah membeli batubara di perusahaan lain kemudian menjual lagi ke perusahaan lain. PT. Batubara Mandiri menggunakan tongkang sebagai alat transportasi untuk pengiriman batubara ke site lainnya. Selama 3 bulan (Juli, Agustus, September 2023) PT. Batubara Mandiri tidak mencapai target pemuatan batubara tongkangnya sebesar 30.000 Ton per bulan karena adanya faktor yang menghambat kegiatan pemuatan serta kurangnya alat bekerja. Tujuan dari penilitian ini adalah mengindentifikasi faktor yang menjadi kendala dalam kegiatan pemuatan batubara ke tongkang serta menganalisis kebutuhan peralatan mekanis untuk pemuatan batubara ke tongkang supaya dapat mencapai target pemuatan batubara perusahaan. Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah waktu edar alat muat,waktu edar alat angkut, waktu hambatan, jumlah alat, jumlah tongkang, dan waktu kerja tersedia. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat 3 faktor utama menghambat kegiatan pemuatan batubara ke tongkang yaitu curah hujan, jumlah manpower mekanik dan jumlah sparepart alat. penggunaan 3 excavator pc 200 dan 4 dump truck hino 500 lebih efektif karena memiliki nilai match factor 1 dan nilai produksi 59.360 ton nilai produksi ini sudah melebihi target produksi perusahaan dibandingkan 1 excacator 2 dump truck memiliki nilai match factor 1,12 produksi 18.396 ton dan 2 excavator 2 dump truck memiliki nilai match factor 0,66 produksi 24.460 Ton.
Identifikasi Sebaran Batuan Andesit Menggunakan Metode Geolistrik Konfigurasi Schlumberger di PT. Tarmizi Bungus Teluk Kabung
Sumber daya batuan dan mineral merupakan salah satu kekayaan alam yang mempengaruhi perekonomian nasional. Oleh karena itu, upaya untuk mengetahui kuantitas dan kualitas cebakan mineral hendaknya selalu diusahakan dengan tingkat kepastian yang lebih tinggi, seiring dengan tahapan eksplorasinya. Dalam upaya mengetahui potensi sumber daya mineral dan batuan PT. Tarmizi di Kelurahan Teluk Kabung Tengah, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, Propinsi Sumatera Barat. Untuk itu dibutuhkannya eksplorasi geolistrik untuk mengetahui kedalaman lapisan batuan andesit yang potensial didaerah penelitian. Tujuan kegiatan ini adalah menganalisa geologi bawah permukaan dan mengidentifikasi lapisan, kedalaman dan ketebalan lapisan batuan andesit yang ditemui. Informasi ini sangat dibutuhkan untuk kegiatan penambangan batuan andesit di lokasi penelitian. Pengukuran dilakukan dengan metode Geolistrik konfigurasi Schlumberger, sebanyak 2 titik. Secara keseluruhan gambaran hasil log restivity diatas bisa dilihat sumber daya andesit sangat melimpah dan tersebar merata dilokasi iup PT. Tarmizi pada lintasan TGL0-1 terdiri dari 3 litologi yaitu tanah penutup (717,6 Ωm), andesit (1431 Ωm -8910 Ωm), dan batu pasir (74,35 Ωm). Pada lintasan TGL-02 mempunyai litologi andesit (2811 Ωm -10048 Ωm). Batuan pada daerah pemetaan dapat dikelompokkan menjadi satuan batuan Andesit. Pada lokasi pengukuran pertama batuan andesit memiliki nilai resistivitas 8910 Ωm, 1431 Ωm dan 5766 Ωm sedangkan peda lokasi pengukuran kedua memiliki nilai resistivitas 2811 Ωm, 856,7 Ωm dan 10048 Ωm. Dapat dilihat dari lokasi stasiun yang ditemukannya jenis batuan andesit. pada lintasan TGL 0-1 batuan andesit mempunyai ketebalan 98,76 meter yang dimulai dari kedalaman 163,76 meter. Sedangkan pada lintasan TGL 0-2 batuan andesit mempunyai ketebalan 49,03 meter yang dimulai dari kedalaman 151,03 meter.
Efektifitas Penurunan BOD, COD , dan TSS Menggunakan Limbah Cangkang Kerang Lokan (Geloina Erosa) Sebagai Biokoagulan pada Limbah Industri Tahu
Kerang lokan (Geloina erosa) merupakan salah satu kerang yang hidup di perairan payau. limbah cangkang kerang memerlukan waktu yang lama untuk terurai. Selama ini limbah cangkang kerang hanya dijadikan sebagai hiasan atau kerajinan tangan, sehingga perlu adanya pengolahan limbah cangkang kerang lebih lanjut (Herdiawan, 2019). Berdasarkan data statistik Kementerian Kelautan dan Perikanan tahun 2011 produksi kerang (kerang darah, kerang hijau, tiram, simping, kerang mutiara, remis,lokan) sebesar 54.801 ton (WWF Indonesia, 2015). Kerang lokan adalah salah satu jenis kerang air payau yang bagian tubuhnya digunakan menjadi sumber pangan sedangkan cangkang kerang lokan tidak dimanfaatkan. Dalam penelitian ini limbah cangkang kerang lokan akan digunakan sebagai biokoagulan dalam menurunkan BOD, COD ,dan TSS dalam limbah cair industri tahu. Dengan variasi dosis biokoagulan 3 gr , 4 gr dan 5 gr dan ukuran partikel menggunakan mesh 250 dan mesh 300. Hasil penelitian menunjukkan efektifitas penyisihan BOD terbesar menggunakan mesh 300 dengan variasi massa biokoagulan 5 gram dengan nilai % efisiensi 72,84%. Effisiensi penyisihan COD terbesar menggunaan mesh 300 dengan variasi massa biokoagulan 5 gram 73,13%. Efisiensi penyisihan TSS terbesar menggunakan ukuran partikel 300 mesh dengan variasi massa biokoagulan 5 gram dengan nilai efisiensi penyisihan 16,99%. Pembuatan Biokagulan dari cangkang lokan dapat dijadikan sebagai biokoagulan dalam penurunan BOD, COD dan TSS dalam air limbah industri tahu
Perbandingan Perhitungan Volume Run Off Mine (ROM) Menggunakan Metode Fotogrametry dengan Wahana Unmanned Aerial Vehicle (UAV) terhadap Terestrial Lasser Scanner di PT Sapta Indra Sejati Jobsite Admo, Tanjung, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan
PT. Saptaindra sejati selalu melakukan evaluasi terkait volume stockrom batubara setiap 2 minggu sekali dengan metode pengukuran menggunakan terestrial laser scanner. Pengukuran stockrom ¬menggunakan terestrial laser scanner memakan waktu yang lama dengan jumlah personil 3 orang serta dari segi faktor keamanan berisiko terjadi insiden dikarena pada saat pengukuran personil turun langsung ketumpukan batubara sehingga memerlukan metode alternatif untuk pengukuran stockrom yaitu metode pengukuran menggunakan unmanned aerial vehicle. Namun masih belum diketahui apakah ketelitian unmanned aerial vehicle dapat mendekati ketelitian yang dihasilkan TLS dan memenuhi toleransi yang ditetapkan yaitu sebesar 2,86%. Dalam penelitian ini dilakukan pengukuran volume stockrom menggunakan wahana UAV serta TLS pada waktu bersamaan. Uji ketelitian dilakukan dengan membandingkan hasil volume yang dihasilkan dengan UAV dan TLS dengan parameter hasil volume dengan TLS dianggap sebagai nilai yang benar
Evaluasi Kinerja dan Biaya Pengangkutan Batubara Dari Pit TSBC ke Stockpile Secara Langsung dan Tidak Langsung di Tambang Air Laya, PT. Bukit Asam Tbk, Tanjung Enim, Sumatera Selatan
PT. Bukit Asam (Persero) Tbk. melalui Satuan Kerja Penambangan Air Laya mengawasi kontraktor PT. Pama Persada Nusantara yang memiliki kontrak jasa penambangan di lokasi IUP Tambang Air Laya di lokasi Pit TSBC dengan rencana produksi batubara sebesar 450.000 ton pada bulan Oktober 2023. Realisasi produksi bulan Oktober tercapai 470.611,31 atau 104% terhadap rencana, pada bulan Oktober telah dilakukan pengangkutan secara langsung menuju Stockpile sebanyak 448.557 ton atau 95% dari total produksi dan pengangkutan tidak langsung sebanyak 22.055 ton atau 5% dari total produksi. Kinerja produksi bulan Oktober 2023 mengalami peningkatan daripada periode bulan sebelumnya sebesar 405.896,97 ton atau 94% pada bulan Juli, 451.632,40 ton atau 100% pada bulan Agustus, dan 455.552,07 ton atau 101% pada bulan September. Biaya pengangkutan batubara dari Pit TSBC langsung ke Stockpile adalah Rp 43.252,75/ton dan biaya pengangkutan tidak langsung adalah Rp 41.515,37/ton serta biaya tambahan untuk pemindahan batubara dari Temporary Stock sebesar Rp 19.345,35/ton. Sehingga total biaya pada bulan Oktober 2023 untuk produksi batubara dari volume sebesar 470.611,31 ton adalah Rp 44.077,93/ton. Biaya pengangkutan batubara bulan Oktober mengalami penurunan dari bulan sebelumnya yang mencapai Rp 60.560,18/ton pada bulan Juli, Agustus dan September dengan pengangkutan tidak langsung menuju Stockpile.
Identifikasi Mikroplastik Berdasarkan Aktivitas di sekitar Kawasan Pantai Pariaman
Mikroplastik adalah plastik berukuran kurang dari 5 mm yang berasal dari degradasi sampah plastik dilingkungan. Mikroplastik telah ditemukan pada air laut dan berpotensi terkonsumsi oleh beberapa organisme laut hingga mencapai manusia melalui rantai makanan. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi karakteristik fisik mikroplastik dan menentukan kelimpahan mikroplastik pada air laut Pantai Pariaman. Karakteristik mikroplastik yang diidentifikasi yaitu kelimpahan, bentuk, warna dan ukuran mikroplastik. Sampel air laut diambil pada stasiun 1 (Gedung Pentas Seni Pantai Kata), stasiun 2 (Pantai Cermin), stasiun 3 (Pantai Gandoriah), stasiun 4 (Kawasan Hutan Mangrove) dengan frekuensi dua kali pengujian pada titik yang sama. Kelimpahan mikroplastik pada sampel dengan menghitung jumlah partikel mikroplastik per satuan volume sampel air laut. Karakteristik bentuk, ukuran dan warna di identifikasi menggunakan mikroskop. Kelimpahan mikroplastik rata-rata adalah 27,5 - 85 partikel/L. Mikroplastik yang dominan ditemukan adalah bentuk fiber dengan persentase 52%. Warna dominan yang ditemukan adalah warna hitam dengan persentase 30% dan Ukuran mikroplastik yang dominan ditemukan adalah 0,5 – 1 mm dengan persentase 42 %.
Pemanfaatan Limbah Cangkang Kerang Lokan (Geloina Erosa) sebagai Adsorben untuk Menurunkan Logam Fe dan Mn dalam Air Rawa Ketaping Padang Pariaman
Indonesia adalah negara maritim yang memiliki potensi laut berlimpah salah satu hasil laut adalah kerang, masyarakat didaerah Kota Padang memanfaatkan kerang sebagai sumber pangan. Salah satunya Kerang lokan, kerang lokan adalah jenis kerang air payau yang bagian tubuhnya digunakan menjadi sumber pangan sedangkan cangkangnya dibuang begitu saja. Hal ini menimbulkan masalah seperti penumpukan sampah, kesuburan tanah menjadi berkurang, bau busuk yang mengakibatkan berbagai macam penyakit. Penelitian yang dilakukan dengan analisis kuantitatif dan Eksperimental Penelitian ini bertujuan untuk mengukur konsentrasi penurunan logam Fe dan Mn dalam air rawa dengan pemanfaatan limbah Cangkang kerang Lokan. Pembuatan adsorben dari cangkang kerang lokan dapat dijadikan sebagai adsorben dalam penurunan logam Fe dan Mn dalam air rawa dengan didapatkan hasil konsentrasi logam Fe sebesar 0,3678 mg/l, 0,2985 mg/l, 0,24645 mg/l, dan 0,1684 mg/l dengan nilai baku mutu 0,3 mg/l, serta konsentrasi logam Mn sebesar 0,1407 mg/l, 0,1346 mg/l, 0,1127 mg/l, dan 0,1002 mg/l dengan nilai baku mutu 0,1 mg/l. Efisiensi penurunan Kadar Fe dan Mn pada larutan yang terserap oleh serbuk cangkang kerang lokan hasil penurunan logam Fe pada waktu pengadukan selama 90 menit sebesar 0,1684 mg/l dengan presentase efisiensi sebesar 60,1%, dan hasil penurunan logam Mn pada waktu pengadukan 90 menit sebesar 0,1002 mg/l dengan presentase efisiensi sebesar 38,9%.
Pemanfaatan Tongkol Jagung sebagai Adsorben dalam Penurunan Kadar COD dan TDS pada Air Limbah Tambak Udang
Air limbah tambak udang memiliki kandungan COD dan TDS yang tinggi, apabila di buang langsung ke perairan akan menyebabkan pencemaran dalam perairan tersebut. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menurunkan nilai parameter tersebut adalah proses adsorpsi dengan memanfaatkan limbah tongkol jagung sebagai adsorben. Penelitian ini dilakukan dengan variasi massa adsorben 0,5 gr ; 1 gr ; 1,5 gr dengan waktu pengadukan 120 menit, kecepatan pengadukan 200 rpm dan ukuran adsorben 100 mesh. Hasil penelitian menunjukkan efisiensi penyisihan COD dan TDS tertinggi didapatkan pada masa adsorben 1,5 gram yaitu 71,11% dan 51,31%. Pada kapasitas adsorpsi COD dan TDS didapatkan hasil kapasitas adsorpsi tertinggi pada massa adsoren 0,5 gram yaitu 910,2 mg/gr dan 3532,8 mg/gr. Persamaan isoterm adsorpsi yang sesuai pada parameter COD adalah isoterm langmuir (R2=0,917), menunjukkan bahwa adsorpsi terjadi pada lapisan yang menggambarkan adsorpsi kimia, sedangkan persamaan isoterm adsorpsi yang sesuai pada parameter TDS adalah isoterm freundlich (R2 = 0,938), menunjukkan bahwa adsorpsi terjadi pada lapisan multilayer yang menggambarkan adsorpsi fisika.
Kajian Teknis Optimasi Produksi Alat Gali Muat dan Alat Angkut pada Kegiatan Pengangkutan Batubara Berdasarkan Efisiensi Biaya Operasional di Pt. Allied Indo Coal Jaya Kota Sawahlunto
Tidak tercapainya target produksi sebesar 60.000 ton/bulan pada kegiatan penambangan batubara pada PT.Allied Indo Coal Jaya.Tidak optimalnya penggunaan alat gali muat dan alat angkut karena banyaknya waktu tunggu sehingga meningkatnya biaya operasional. Tujuan penelitian menganalisis produktivitas aktual alat gali muat excavator dan alat angkut dump truck pada kegiatan pengangkutan batubara, menganalisis keserasian kerja alat muat excavator dan alat angkut dump truck, menganalisis biaya operasional yang dikeluarkan oleh alat muat excavator dan alat angkut dump truck untuk kegiatan pengangkutan batubara. Data yang di ambil adalah waktu edar alat gali muat, waktu edar alat angkut, waktu hambatan, jumlah alat angkut ( unit ), jumlah alat gali muat ( unit ). Produktivitas aktual alat gali muat excavator 53.461,06 ton/bulan dan alat angkut dump truck 44.031,48 ton/bulan. pada kegiatan pengangkutan batubara. Keserasian kerja alat muat excavator dan alat angkut dump truck kondisi aktual 0,85 artinya alat muat menunggu dan setelah perbaikan nilai keserasian alat menjadi 0,99 berarti alat sudah serasi atau dengan kata lain alat muat dan alat angkut tidak ada yang saling menunggu karena nilainya mendekati 1. Setelah dilakukan perbaikan produktivitas alat gali muat menjadi 60.114,54 ton/bulan. Dan untuk produktivitas alat angkut dump truck menjadi 44.031,48 ton/bulan. Biaya operasional yang dikeluarkan oleh alat muat excavator dan alat angkut dump truck untuk kegiatan pengangkutan batubara untuk alat muat sebesar Rp 534.060 /jam dan untuk biaya operasional untuk 1 unit alat angkut sebesar Rp 229.486 /jam.
Identifikasi Mikroplastik pada Air Minum dalam Kemasan di Kota Padang
Air minum adalah air yang melalui proses pengolahan atau tanpa proses pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung di minum. Saat ini mikroplastik telah mencemari berbagai makanan dan minuman termasuk air minum dalam kemasan. Mikroplastik merupakan partikel plastik yang berukuran kurang dari 5 mm. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada AMDK asal Indonesia ditemukan mikroplastik pada AMDK yang tidak terpapar matahari. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung kelimpahan dan menganalisis jenis mikroplastik pada Air Minum Dalam Kemasan di Kota Padang. Selain itu juga dilakukan Uji Kruskal Wallis untuk mengetahui perbedaan konsentrasi mikroplastik terhadap merk Air Minum Dalam Kemasan yang berbeda di Kota Padang. Sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 30 AMDK 600 ml yang berasal dari 3 merk berbeda. Analisis mikroplastik dilakukan melalui 2 tahapan, yaitu penyaringan dengan bantuan vacuum filter dan pengamatan menggunakan mikroskop. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel AMDK telah terkontaminasi mikroplastik. Kelimpahan rata – rata mikroplastik yang ditemukan pada sampel AMDK terdapat pada rentang 5 – 11 partikel/L. Partikel mikroplastik yang ditemukan didominasi oleh partikel fragmen, lalu diikuti oleh fiber dan pellet. Berdasarkan hasil dari Uji Kruskal Wallis yang telah dilakukan didapatkan nilai output Asymp.Sig adalah sebesar 0,002 yang berarti ada perbedaan yang signifikan antara kelimpahan mikroplastik ketiga merk AMDK. Saran kajian selanjutnya dapat dilakukan analisis pengaruh lama penyimpanan AMDK terhadap kandungan mikroplastik pada AMDK.
Efektivitas Limbah Poly Ethylene Terephthalate (PET) sebagai Media Biofilter dalam Menyisihkan BOD, TSS, Dan E-Coli pada Limbah Domestik
Limbah plastik PET (Polyethylene Perephtalate) merupakan jenis sampah plastik yang paling banyak mencemari lingkungan dimana setiap tahunnya meningkat sebanyak 163.114 ton, berdasarkan jumlah tersebut perlu dilakukan pengolahan terlebih dahulu sebelum dibuang untuk mengurangi dampak terhadap makhluk hidup dan lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh limbah PET sebagai media biofilter dan efektivitas limbah PET dalam menyisihkan kadar BOD, TSS, dan E-Coli dengan variasi ketebalan biomedia. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan sistem continue dan variasi ketebalan biomedia yang digunakan yaitu 10 cm, 15 cm dan 20 cm. Pada saat dilakukan proses seeding dan filtrasi pada reaktor dengan ketebalan biomedia 20 cm telah terjadi penurunan terbaik yaitu nilai BOD sebesar 21 mg/L dengan efisiensi terbesar 84,67 %, nilai TSS sebesar 23 mg/L dengan efisiensi terbesar 80,83 % dan pertumbuhan e-coli sebesar >1100/100 mL. Nilai tersebut memenuhi nilai baku mutu kadar BOD, TSS dan e-coli menurut Permen LHK No. 68 Tahun 2016, yaitu untuk kadar BOD, TSS maksimal 30 mg/L dan e-coli maksimal 3000/100 mL. Ini membuktikan bahwa limbah botol plastik PET dengan ketebalan biomedia 20 cm efektif dalam menurunkan kadar air limbah domestik pada parameter BOD, TSS dan e-coli.