Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

3.036 item publik

Publikasi

Halaman 92 dari 152

Analisis Penerapan Total Produktive Maintenance (TPM) Menggunakan Overall Equipment Effectiveness (OEE) Di PT. Perkebunan Nusantara VI Ophir

RATNO PURNOMO
2019 · Book · Open Access

PT. Perkebunan Nusantara VI Unit Usaha Ophir Pasaman Barat merupakan salah satu dari enam belas unit usaha yang ada di bawah pengolahan manajemen PT. Perkebuan Nusantara VI Unit Usaha Ophir Pasaman Barat yang bergerak di bidang pengolahan buah kelapa sawit, Pada perusahaan ini masih terdapat kerusakan pada komponen-komponen mesin dan berkurangnya jumlah produksi minyak kelapa sawit, dengan banyaknya kerusakan dan kerugian perusahaan yang bergerak dalam bidanng pengolahan, Salah satu mesin yang digunakan adalah mesin Screw Press. Mesin yang beroperasi secara terus menerus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya nilai OEE untuk mesin Screw Press, dan setelah mengetahui nilai OEE maka setelah itu dilakukan pembandingan dengan nilai OEE dunia atau standard world class OEE demi meningkatkan performansi mesin. Overall Equipment Effectiveness(OEE) adalah metode sistematis untuk melakukan pengukuran tingkat efektivitas proses suatu mesin atau peralatan. Secara umum, besar kecilnya nilai OEE dipengaruhi oleh enam faktor yang biasa disebut dengan Six Big Losses. Penggunaan perhitungan nilai OEE mampu mengetahui besarnya nilai OEE dan faktor dominan yang menyebabkan rendahnya performansi suatu mesin atau peralatan. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor yang mempengaruhi tingkat efektifitas mesin adalah avaibility rate dengan persentase rata-rata dari bulan Januari-Desember 2016 sebesar 97.948% - 98.837%, 6.315% - 8.282%, performance rate 85,42%, serta rate of quality product 99,15%. Nilai OEE pada mesin Screw Press sebesar 61.742% - 81.75%.

Perbaikan Sikap Kerja untuk Mengatasi Keluhan Akibat Beban Kerja Pada Proses Panas Vulkanisir Ban di PT. Inti Vulkatama

DWIKI MAHENDRA YEZA
2019 · Book · Open Access

PT. Inti Vulkatama adalah salah satu perusahaan industri manufaktur yang bergerak di sektor vulkanisir ban. Vulkanisir ban adalah salah satu proses daur ulang terhadap ban yang sudah gundul melalui beberapa tahapan seperti inspeksi/pemeriksaan, pemarutan (buffing), knifing, repair, cementing, building, envelope (pada proses dingin), rim dan flange (pemasangan velg), curring (memasukan ban dalam masing-masing cetakan, baik proses panas maupun dingin) dan pemeriksaan akhir. Penilaian dilakukan berdasarkan aspek pekerjaan yang dinilai sebagai parameter risiko ergonomi berdasarkan postur tubuh, tekanan beban yang digunakan, jenis pergerakan atau aksi, pengulangan posisi tangan saat bersentuhan dengan objek. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan data bagian tubuh yang berisiko terjadinya musculoskeleteal dan risiko cidera yang dominan terjadi pada pekerja dalam melakukan pekerjaan yang sama dengan menggunakan metode QEC (Quick Expossure Checklist). Setelah dilakukan perhitungan dengan menggunakan lembar exposure score maka bagian tubuh yang mengalami risiko terjadinya musculoskeleteal adalah tubuh bagian punggung dan leher dengan tingkat exposure level very high. Dalam melakukan pekerjaan yang sama, resiko cedera yang dominan terjadi pada dua orang pekerja atau lebih adalah pada action level 4. Yang artinya semua pekerja akan mengalami resiko cedera tingkat tinggi. Hal ini dikarenakan sikap kerja yang di lakukan berulang dan beban kerja yang berat yang di emban oleh pekerja PT. Inti Vulkatama. Karena semakin lama resiko cidera akan semakin tinggi terhadap pekerja.

Analisis Pemilihan Supplier Dengan Menggunakan Metode AHP (Analytical Hierarchy Process) (Studi Kasus PT. Gunung Naga Mas, Kuranji, Padang)

FANDY RAHMAN
2019 · Book · Open Access

Pemilihan supplier merupakan salah satu hal yang penting dalam aktivitas pembelian bagi perusahaan, dimana aktivitas pembelian merupakan aktivitas yang memiliki nilai penting bagi perusahaan karena pembelian komponen, bahan baku, dan persediaan merepresentasikan porsi yang cukup besar pada produk jadinya. PT. Gunung Naga Mas adalah perusahaan milik swasta yang bergerak dalam industri air minum kemasan, dan menggunakan karton sebagai salah satu bahan baku dalam mengemas produknya. Oleh karena itu, dilakukan pemilihan supplier karton dengan menggunakan metode AHP untuk menentukan supplier yang tepat bagi PT. Gunung Naga Mas berdasarkan bobot dari kriteria-kriteria yang ditentukan dan sesuai dengan standar dari perusahaan. Tujuan penelitian ini adalah menentukan kriteria-kriteria supplier yang sesuai dengan standar perusahaan, serta memilih supplier karton yang baik untuk PT. Gunung Naga Mas berdasarkan metode AHP. Teknik analisa data yang digunakan adalah penyusunan struktur hirarki masalah, menghitung Eigenvalue dan Eigenvector, menghitung konsistensi, dan menghitung prioritas. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kriteria yang paling berpengaruh dalam pemilihan supplier karton pada PT. Gunung Naga Mas adalah kriteria ketepatan pengiriman dengan bobot 0,247. Prioritas kedua yaitu kriteria kualitas dengan bobot 0,205. Kemudian, kriteria ketepatan jumlah pada prioritas ketiga dengan bobot 0,203. Selanjutnya kriteria layanan pada prioritas keempat dengan bobot 0,196, dan terakhir kriteria harga pada prioritas kelima dengan bobot 0,149. Berdasarkan kriteria-kriteria dan subkriteria dalam pemilihan supplier, secara keseluruhan PT. Sumatera Kemasindo dinilai sebagai supplier terbaik dengan nilai bobot 0,438. Prioritas selanjutnya adalah PT. Cahaya Alam Sejati dengan nilai bobot 0,354 dan prioritas terakhir adalah PT. KKM dengan nilai bobot 0,208. Hal ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan supplier karton terbaik bagi PT. Gunung Naga Mas untuk dijadikan sebagai supplier jangka panjang adalah PT. Sumatera Kemasindo, karena secara keseluruhan supplier ini memiliki nilai paling tinggi dibandingkan dengan dua supplier yang lain.

Analisis Peramalan Permintaan Cassia Broken untuk Menyusun Jadwal Induk Produksi (JIP) Pada PT. Sumatera Tropical Spices (PT. STS)

PUTRI NOVRIKA SARI
2019 · Book · Open Access

Peramalan permintaan merupakan usaha untuk mengetahui jumlah produk atau sekelompok produk dimasa yang akan datang. Adapun fungsi dari peramalan ini yaitu untuk mempekirakan berapa kebutuhan di masa datang yang meliputi kebutuhan dalam ukuran kuantitas, kualitas waktu dan lokasi dalam memenuhi permintaan konsumen. Peramalan ini nantinya akan menjadi input dari proses produksi. Permasalahan yang ada pada PT Sumatera Tropical Spices adalah pengaruh dari ketidakseimbangan proses perencanaan permintaan cassia broken berdampak pada tingginya tingkat persediaan atau terjadinya kekurangan stok di pasar yang diakibatkan oleh perencanaan produksi yang tidak stabil, sehingga mengakibatkan produksi cassia roken lebih besar daripada permintaan, terjadi penumpukkan barang jadi di gudang dan bertambahnya biaya penyimpanan yang besar. Untuk menghitung peramalan permintaan ini maka dipilih metode trend linear sebagai metode terpilih dengan nilai kesalahan peramalan terkecil yaitu sebesar 16.907.857.743,10. Setelah didapatkan hasil peramalan maka dilakukan penyusunan jadwal induk produksi dari hasil ramalan permintaan. Dengan adanya perencanaan jadwal induk produksi, maka perusahaan akan dapat melakukan kegiatan produksi secara terencana dan terkendali. Oleh karena itu, dalam meramalkan suatu permintaan agar dapat terencana maka dapat dilakukan dengan menyusun jadwal induk produksi dari data yang telah di ramalkan.

Analisis Kestabilan Lereng Alami dan Lereng Timbunan Pada CV. Bara Mitra Kencana Sawahlunto Sumatera Barat

YORIZAL
2019 · Book · Open Access

CV. Bara Mitra Kencana adalah salah satu perusahaan tambang bawah tanah batubara yang berada di Kabupaten Sawahlunto Sumatera Barat yang termasuk daerah dataran tinggi dimana lereng pada lokasi penambangan termasuk rawan longsor karena ratarata memiliki kemiringan lereng yang agak curam. CV. Bara Mitra Kencana memiliki 2 jenis lereng yaitu lereng timbunan (Disposal Area) dan lereng alami. Kedua lereng ini belum diketahui faktor keamanannya serta belum adanya pengujian sampel tanah untuk mengetahui nilai bobot isi tanah (γ) lereng alami dan lereng timbunan, serta faktor keamanan lereng alami dan lereng timbunan. Pengujian sampel tanah dilakukan di laboratorium dengan 3 pengujian, yaitu pengujian bobot isi tanah, liquid limit, plastis limit. Berdasarkan pengujian laboratorium didapatkan nilai bobot isi tanah untuk lereng alami 50,99 KN/m3 dan lereng timbunan 37,27 KN/m3. Pengolahan data menggunakan software geostudio 2012 dengan metode bishop dan fellenius di dapatkan FK untuk lereng alami 0,135 dan 0,138 untuk lereng timbunan didapatkan FK 1,443 dan 1,417 sedangkan perhitungan menggunakan metode pias didapatkan hasil FK untuk lereng alami 0,475 dan lereng timbunan 2,9. Berdasarkan pengolahan data dapat disimpulkan bahwa lereng alami tidak aman dan untuk lereng timbunan nyatakan aman.

Perbaikan Waktu Kerja dengan Menggunakan Metoda 5S untuk Produksi Springbed di PT Cahaya Murni Andalas Permai

WINDA FEBRIANI
2019 · Book · Open Access

Budaya kerja yang cepat dan bersih akan sangat berguna bagi suatu perusahaan karena akan mengoptimalkan hasil dari suatu pekerjaan tersebut dan menciptakan lingkungan kerja yang bersih dan nyaman. PT Cahaya Murni Andalas Permai adalah suatu perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur, perusahaan ini memproduksi springbed. Adapun masalah yang terjadi di PT Cahaya Murni Andalas Permai diantaranya adalah belum efisiensinya waktu kerja yang dibutuhkan dalam proses pembuatan springbed, masih terdapat alat yang belum diletakkan sesuai fungsinya masingmasing. Lantai ruang produksi masih berantakan sehingga berpengaruh terhadap waktu kerja proses yang dibutuhkan dalam pembuatan springbed. Penelitian ini bertujuan untuk penerapan metoda 5S dan perbaikan waktu kerja proses dengan langkah-langkah yaitu melakukan uji keseragaman, uji kecukupan data dan perhitungan waktu baku. Dari hasil penerapan 5S terdapat perubahan waktu kerja proses yang dimana sebelum penerapan 5S waktu kerja prosesnya adalah 1.926 detik atau 32,1 menit dan sesudah penerapan 5S waktu kerja prosesnya 1.684,73 detik atau 28.08 menit dengan selisih 241,27 detik atau 4,02 detik untuk pembuatan satu springbed.

Analisis Persediaan Bahan Baku Cassia Broken Untuk Memenuhi Kebutuhan Produksi dengan Menggunakan Safety Stock (Studi Kasus di PT. Sumatera Tropical Spices)

NIA SYAFITRI
2019 · Book · Open Access

Persediaan bahan baku merupakan sumber daya untuk memenuhi kebutuhan poduksi untuk dimasa yang akan datang. Adapun fungsi persediaan yaitu untuk menjaga ketersediaan bahan baku dan juga peramalan persediaan bahan baku tersebut yang menjadi input untuk output nantinya. Permasalah yang terjadi pada PT. STS adalah ketidakseimbangan jumlah persediaan yang diproduksi. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan analisis persediaan bahan baku cassia broken untuk memenuhi kebutuhan produksi dengan menggunakan peramalam dan safety stock. Tujuan penelitian adalah mengetahui jumlah persediaan bahan baku cassia broken tahun 2019 dan menganalisis hasil peramalan persediaan bahan baku cassia broken dengan safety stock. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perhitungan peramalan persediaan menggun akan metode terpilih yaitu trend linier dengan SEE terkecil sebesar 415.079 kg dan total persediaan sebesar 24.382.177 kg. Setelah melakukan peramalan maka akan dilakukan persediaan bahan baku dengan menggunakan safety stock yang mendapatkan hasil sebesar 7.311.073 kg dalam 1 tahun dan jumlah rata-rata per bulan sebesar 609.256,08 kg. Dengan menggunakan persediaan pengaman ini maka hasil peramalan lebih akurat sesuai dengan kelebihan safety stock tersebut sehingga persediaan pengaman dapat digunakan untuk satu tahun kedepan jika sewaktu-waktu bahan baku mengalami keterlambatan.

Implementasi Sistem Informasi Pemesan Online Berbasis Web Pada Dama Resto Solok Menggunakan Bahasa Pemrograman PHP dan MySQL

ANISA FITRI
2019 · Book · Open Access

Sistem pemesanan menu makanan yang ada di Dama Resto Solok masih manual seperti untuk memesan makanan pelanggan datang lalu pelayan mengantarkan daftar menu dan pelayan masih mencatat pesanan pelanggan secara manual menggunakan kertas. Setelah itu barulah pelayan menyampaikan pesanan pelanggan tersebut ke bagian dapur kemudian mengantarkan ke pelanggan yang telah memesan makanan tersebut, setelah itu pelanggan membayar ke kasir dan tidak bisa melakukan pemesanan tempat. Pembuatan aplikasi ini dilakukan atas dasar analisa dan pengamatan yang dilakukan pada Dama Resto Solok dengan terfokus pada masalah pemesanan secara online. Tujuan dari pembuatan aplikasi ini agar dapat membantu pelayan Dama Resto untuk melakukan pemesanan dan menyampaikan informasi terkini kepada konsumen mengenai resto. Langkahlangkah yang dilakukan dalam penelitian ini adalah analisis sistem dan perencanaan, analisis kebutuhan, desain sistem, implementasi, integrasi dan pengujian. Dengan dibangunya sistem informasi pemesanan online berbasis web pada Dama Resto agar dapat meningkatkan kinerja karyawan dalam melayani pelanggan dan dapat mempercepat penyajian kepada konsumen.

Analisis Beban Kerja Dengan Pendekatan Metode Full Time Equivalent (FTE) (Studi Kasus: CV. Roland Kencana Pasir Sebelah, Padang)

WITRI JUNITA
2019 · Book · Open Access

CV. Roland Kencana merupakan sebuah industri permebelan yang menyediakan berbagai furniture untuk kebutuhan pelanggannya. Adapun Pelanggan CV. Roland Kencana mencakup perumahan, reseller bagi usaha kecil dan menengah, sekolah (pendidikan), maupun pemerintahan. Bahan baku utama yaitu kayu jenis meranti export yang sudah dioven yang diperoleh dari perusahaan pengolahan kayu di daerah sijunjung dan Solok Selatan. Sementara untuk pembuatan meja biro perusahaan menggunakan multiplek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa waktu baku pada produksi meja biro dan beban kerja yang diterima oleh operator pada produksi meja biro dengan menggunakan metode Full Time Equivalent (FTE), suatu metode analisis beban kerja yang mengukur lama waktu penyelesaian kerja Dalam proses produksi meja biro ada 10 proses yang dilakukan operator. Mulai dari Tahap awal sampai pemasangan aksesoris. Pembuatan 1 meja biro dilakukan oleh 2 operator. Berdasarkan hasil pengolahan data waktu baku yang diperlukan dalam proses produksi meja biro adalah 13 jam 53 menit dan beban kerja masing masing operator diluar proses pengeringan adalah 1.11, masih dalam kategori beban kerja normal.

Analisis Pengujian Brazilian Test untuk Memprediksi Nilai Hubungan Antara Blok Punch Index (BPI), Point Load Index (PLI) dan Analisis Stand Up Time Lubang BMK 34 CV. Bara Mitra Kencana

None
2019 · Book · Open Access

Uji Brazilian test (BTS) adalah uji untuk mengetahui kapasitas tarik dari material getas seperti beton dan batuan. Sampel yang digunakan dalam pengujian Brazilian test yaitu sandstone dan clay yang terdapat pada lokasi BMK 34 CV. Bara Mitra kencana. Tujuan penelitian yaiitu menentukan nilai hubungan Brazilian Test ( BTS ) Dengan Blok Punch Index, Point Load Index, dan analisis stand up time lubang bukan BMK 34 di karenakan pada lokasi tersebut belum pernah dilakukanya analisis tersebut akibatnya sering terjadi ambrukan. Hasil analisa didapatkan hubungan nilai BTS dengan BPI sampel sandstone y = -166,15x + 244.44 dengan Nilai regresi (R2) 0,2183 dan clay y = 554,8x + 52.779 dengan Nilai regresi (R2) 0.5801 selanjutnya analisa hubungan BTS dengan PLI sampel sandstone y = 0.9936x + 0.3174 Nilai regresi (R2) 0,9995 dan clay y = 1.16x + 0.2852 Nilai regresi (R2) 0,9962. stand up time BMK 34 untuk sandstone dengan nilai RMR 40 stand up time selama 4 hari dengan jarak bukaan kemajuan (roof span) 2 meter dan Clay dengan nilai RMR 32,5 peroleh nilai stand up time selama 10 jam dengan jarak bukaan kemajuan (roof span) 2 meter.

Analisis Kestabilan Lereng Pada Tambang Terbuka PT. Allied Indo Coal Jaya Sawahlunto - Sumatera Barat

ATIKA JUWINDA
2019 · Book · Open Access

PT. Allied Indo Coal Jaya merupakan perusahaan yang melakukan kegiatan penambangan untuk mendapatkan batubara yang berada di Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat. Setelah dilakukan pengamatan di lapangan, ditemukan beberapa masalah yaitu adanya longsoran dan terdapatnya rekahan-rekahan pada lereng tambang terbuka pit Central PT. Allied Indo Coal Jaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kelas massa batuan Rock Mass Ratingdan menentukan faktor keamanan dari lereng pit Central PT. Allied Indo Coal Jaya. Setelah dilakukan analisis dengan menggunakan Rock Mass Rating didapatkan informasi kondisi batuan di lokasi penelitian tergolong batuan sedang untuk batulanau dengan bobot total 60 termasuk kelas batuan III. Dilakukan analisis faktor keamanan dengan bantuan software slide V 6.0 menggunakan metode bishop simplified didapatkan nilai faktor keamanan 1,141, hal ini mengindikasikan bahwa lokasi tersebut dalam keadaan aman.

Pengaruh Air Laut Terhadap Pengurangan Kadar Sulfur Pada Batubara Sub-Bituminus di PT. Atoz Nusantara Mining Pesisir Selatan Sumatera Barat

RIKI YOSA PUTRA
2019 · Book · Open Access

Batubara di PT. Atoz Nusantara Mining secara umum tergolong batubara sub-bituminus dengan kadar sulfur yang tinggi. Perlu dilakukan penurunan kadar sulfur pada batubara. Salah satu usaha untuk menurunkan kadar sulfur tersebut adalah dengan pencucian batubara menggunakan metode flotasi. Usaha pengurangan kadar sulfur pada batubara selain menghilangkan pencemar juga merupakan usaha untuk menaikan nilai kalori sehingga dapat meningkatkan harga jual batubara. Pencucian batubara menggunakan metoda flotasi dengan campuran air laut dan minyak tanah pada ukuran batubara 40 mesh, 60 mesh, 100 mesh, 200 mesh dan 325 mesh. Menggunakan sel flotasi dengan volume air laut 1 L, minyak tanah 40 ml dan batubara 100 gr dengan waktu flotasi selama 7 menit. Setelah batubara dicuci, lalu dikeringkan selama 7 hari. Selanjutnya di uji laboratorium untuk mengetahui nilai kalori dan kadar sulfur hasil pencucian. Hasilnya sampel mengalami pengurangan kadar sulfur signifikan. Rata- rata pengurangan kadar sulfurnya sebesar 25,04%. Pengurangan kadar sulfur tertinggi terjadi pada sampel ukuran 325 mesh sebesar 28,9%. Sampel juga mengalami kenailkan nilai kalori, dengan rata-rata kenaikan nilai kalori 4,04%.

Analisis Kestabilan Terowongan dengan Menggunakan Metode Elemen Hingga (Finite Element) di Terowongan THC-01 dan THC-02 Tambang Batubara CV. Tahiti Coal Kota Sawahlunto Provinsi Sumatera Barat

MUHAMMAD HASBI
2019 · Book · Open Access

CV. Tahiti Coal merupakan perusahaan swasta tambang batubara bawah tanah yang berada di Kota Sawahlunto. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kestabilan terowongan dan displacement. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi lapangan dan pengujian di laboratorium. Metode penyelesaian masalah dalam penelitian ini berdasarkan klasifikasi massa batuan dari Bieniawski (1989) yaitu Rock Mass Rating System (RMR) yang terdiri dari kuat tekan batuan utuh (UCS), rock quality designation (RQD), kondisi kekar, kondisi air tanah serta orientasi kekar dan metode Finite Element (elemen hingga) yang terdiri dari displacement horizontal, displacement vertikal, total displacement, dan strength factor. Hasil RMR berdasarkan parameter di atas menjelaskan, batupasir memiliki RMR 68, batulanau memiliki RMR 71, batubara THC-01 memiliki RMR 68 dan batubara THC-02 memiliki RMR 75. Analisis Faktor Keamanan THC-01 didapatkan nilai dari horizontal displacement maksimum sebesar 8,2 mm sedangkan untuk horizontal displacement minimum sebesar -8,1 mm, vertical displacement maksimum sebesar 7,3 mm sedangkan vertical displacement minimum sebesar -7,7 mm, FK sebesar 6.03 (setelah penyanggan) dan Analisis faktor keamanan THC-02 didapatkan nilai dari horizontal displacement maksimum sebesar 7,8 mm sedangkan untuk horizontal displacement minimum sebesar -7,3 mm, vertical displacement maksimum sebesar 6,7 mm sedangkan vertical displacement minimum sebesar -8,2 mm FK sebesar 6.96 (setelah penyanggaan). Hasil FK masuk dalam kategori stabil.

Analisis Kinerja Belt Conveyor Untuk Mencapai Target Produksi 3.600 Ton/ Bulan di PT. Bakapindo, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat

GUSMAN EKA DIANTA
2019 · Book · Open Access

PT. Bakapindo sebagai salah satu perusahaan swasta yang bergerak dalam bidang penambangan dolomit ikut terdorong untuk mengoptimalkan pengalian cadangan dolomit yang ada. Dolomit adalah mineral yang berasal dari alam yang mengandung unsur hara magnesium dan kalsium berbentuk tepung dengan rumus kimia CaMg (CO3)2.Dolomit termasuk kedalam barisan karbonat, mineral dolomit murni secara teoritis mengandung 45,6 % MgCO3 atau 21,9 % MgO dan 54,3 % CaCO3 atau 30,4 % CaO.Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kapasitas belt conveyor, gaya tarik efektif serta daya motor listrik pada belt conveyor di PT.Bakapindo, jenis penelitian tergolong kedalam applied reseach atau penelitian terapan. Hasil produktivitas belt conveyor dilapangan rata-rata perbulanya 2.833 ton/bulan yang artinya target produksinya belum tercapai yaitu 3.600 ton/bulan, setelah dilakukan penelitian dan pengambilan data dilapangan, maka dilakukan pengolah data dan hasil produktivitas belt conveyor yang didapat 7.023,456 ton/bulan yang artinya target produksi tercapai.

Analisis Kualitas Dan Kuantitas Udara Pada Lubang C2B PT. Nusa Alam Lestari Kec. Talawi Kota Sawahlunto Provinsi Sumatera Barat

ANDO SAPUTRA
2019 · Book · Open Access

PT. Nusa Alam Lestari adalah perusahaan tambang yang bergerak dalam produksi batubara bawah tanah yang terletak di Desa Salak, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat. Tambang bawah tanah lubang C2B PT. Nusa Alam Lesatri menggunakan satu blower utama dengan sistem hembus dengan tipe DF56-4. Lubang C2B merupakan lubang bukaan baru dengan panjang 80 meter terdapat satu front kerja aktif dan dua cabang bak kotrol serta cabang penambangan yang belum aktif. Pada saluran udara lubang C2B terdapat banyak kebocoran. Perlu dilakukan analisis tekanan udara dan hambatan udara pada lubang C2B PT. Nusa Alam Lestari. Dalam penelitian ini membahas tentang kualitas dan kuantitas udaran pada lubang C2B PT. Nusa Alam Lestari. Berdasarkan hasil pengamatan lubang C2B, jumlah udara di front kerja sangat baik dan memenuhi kebutuhan untuk pernapasan bagi pekerja, mendilusi gas methan dan peralatan mesin untuk panjang lubang 80 meter dan masih memungkinkan untuk melanjutkan kemajuan penambangan. Akan tetapi, Lubang C2B mempunyai kelembaban dan temperatur yang tinggi 86% - 99,7% untuk kelembaban dan 28,10C – 29,10C untuk temperatur, itu sudah melebihi nilai ambang batas berdasarkan buku Hartman 1991 yaitu 85% untuk kelembaban dan 18 -280 C untuk temperatur, tetapi tidak di front kerja yang mempunyai temepratur yang baik. Pengkuran kuantitas dan kualitas udara dilakukan pada setiap percabangan dan front kerja dengan mengukur kecepatan udara menggunakan alat anemometer, gas detector untuk kandungan gas dalam lubang tambang dan sling psykometer untuk mengukur kelembaban dan temperatur.

Analisis Penataan Lahan Pasca Tambang Batubara di Disposal Barat PT. Allied Indo Coal Jaya Parambahan Desa Batu Tanjung Kecamatan Talawi Kota Sawahlunto Provinsi Sumatera Barat

NELZA EKA PUTRI
2019 · Book · Open Access

Kegiatan yang berkaitan dengan penambangan biasanya identik dengan kerusakan lingkungan lingkungan bila tidak dikelola dengan baik, oleh karena itu perlu dilakukan kegiatan reklamasi dimana suatu kegiatan penataan lahan untuk mengembalikan lahan bukaan tambang agar dapat digunakan kembali sesuai dengan peruntukannya. Setiap perusahaan wajib menyediakan dana jaminan reklamasi pada saat mengajukan pemohonan IUP operasi produksi perihal tersebut tertuang PP No. 78 Tahun 2010 tentang reklamasi dan /pascatambang dan permen ESDM 07 tahun 2014 tentang pelaksanan reklamasi dan pascatambang pada kegiatan usaha pertambangan mineral dan batubara. Oleh karena itu perlunya perencanaan ysng bsik dan sempurna agar keberhasilan reklamasi dapat terwujud. Rencana penataan lahan yang akan dilakukan pada di disposal barat PT. Allied Indo Coal Jaya dengan luas lahan yang akan dilakukan 5,02 hektar ditanami menggunakan tanam sengon, Trambesi, Lasono dan tumbuhan lainnya, kegiatan penataan yang akan dilaksanakan yaitu dari penataan lahan hingan revegetasi. Dari tahapan-tahapan kegiatan penataan lahan itu dapat melakukan biaya penataan lahan sampai biaya revegetasi. Berdasarkan rancangan penataan lahan pada di disposal barat PT. Allied Indo Coal jaya yang di antaranya adalah kegiatan penatan lahan meliputi penataan lahan material overburden dan material top soil serta kegiatan revegetasi meliputi(biaya pembibitan keseluruhnya,pemasangan ajir,pembuatan lubang tanaman, penyediaan bibit,penanaman,pemupukan,perawat), dimana biaya penataan guna lahan Rp 42.428.700 dan biaya revegetasi sebesar 182.812.412, maka total biaya penataan lah di disposal barat di PT. Allied Indo Coal Jaya adalah Rp 225.241.112

Analisis Perubahan Tutupan Lahan Menggunakan Citra Satelit Pada Hutan Konservasi di Kota Padang

AZIZAN
2019 · Book · Open Access

Kawasan hutan konservasi memiliki peran dan fungsi yang sangat penting secara ekologis sebagai sumber perlindungan plasma nutfah untuk keanekaragaman hayati dan ekosistem yang ada. Meningkatnya populasi akan mempengaruhi meningkatnya perubahan lahan untuk mendukung kebutuhan dan kegiatan manusia. Mempertimbangkan peran dan fungsi penting hutan konservasi di Padang sehingga pengelolaannya perlu didukung oleh data dan informasi yang lengkap, valid dan aktual. Metode penelitian ini merupakan metode kuantitatif, dimana data citra satelit dianalisa dengan menggunakan metode klasifikasi terbimbing (supervised classification) dan algoritma klasifikasi kemungkinan maksimum (maximum likelihood classification) yang ada pada QGIS. Hasil analisis menunjukkan selama 10 tahun (2008-2018) telah terjadi perubahan tutupan lahan hutan konservasi di Kota Padang menjadi 8 tipe klasifikasi tutupan lahan yaitu air, jalan, pemukiman, hutan primer, hutan sekunder, sawah, lahan terbuka dan awan. Hasil pengkategorian perubahan tutupan lahan hutan konservasi di Kota Padang pada 5 tahun pertama (2008-2013) menunjukkan telah terjadi peningkatan laju kerusakan kawasan hutan yang ditandai dengan ketegori turun (sebanyak 2.788 piksel atau 1,03% dari luas kawasan). Begitu pula pada waktu 5 tahun II (2013-2018), terjadi peningkatan laju kerusakan kawasan hutan yang ditandai dengan ketegori turun (sebanyak 6.287 piksel atau 2,32% dari luas kawasan). Sehingga dalam kurun waktu 10 tahun telah terjadi peningkatan laju kerusakan kawasan hutan yang ditandai dengan ketegori turun (sebanyak 6.513 piksel atau 2,40% dari luas kawasan).

Pengaruh Program Car Free Day Terhadap Kualitas Udara Ambien (NOx, Ox, CO) di Jalan Khatib Sulaiman Kota Padang

PUTRI MAHARANI
2019 · Book · Open Access

ABSTRAK Salah satu dari program pemerintah di Kota Padang dalam menurunkan pencemaran udara adalah melaksanakan kegiatan Car Free Day di hari minggu. Pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan Jalan Khatib Sulaiman Kota Padang dengan rute dari depan Transmart Padang hingga ke depan Mesjid Raya Sumatera Barat. Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis efisiensi dari program car free day yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Padang. Metodologi yang dilakukan adalah dengan melakukan pengukuran langsung dengan menggunakan alat impinger untuk parameter NOx dan Ox, dan menggunakan alat CO meter untuk parameter CO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada hari Car Free Day (minggu) mengurangi kualitas udara dari 38.2 µg/Nm3 menjadi 7 µg/Nm3 untuk parameter NOx, untuk parameter Ox pada hari Car Free Day (minggu) mengurangi kualitas udara dari 38.2 µg/Nm3 menjadi 20 µg/Nm3 dan parameter CO mengalami pengurangan dari 3.093,4 menjadi 115 µg/Nm3 pada lokasi sampling di depan Transmart Padang. Dan untuk lokasi sampling di depan Mesjid raya Sumatera Barat, parameter NOx kualitas udara pada hari Car free day berkurang dari 35 µg/Nm3 menjadi 11 µg/Nm3, parameter Ox mengalami pengurangan dari 37 µg/Nm3 menjadi 21 µg/Nm3. Untuk parameter CO mengalami pengurangan dari 2.909,8 µg/Nm3 menjadi 115 µg/Nm3.