Abstrak
Kebisingan merupakan salah satu faktor fisik yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan di lingkungan kerja, khususnya gangguan pendengaran pada pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebisingan di PT. Sumatera Tropical Spices. Pengukuran dilakukan untuk mengidentifikasi tingkat intensitas kebisingan, sebaran pemetaan kebisingan, serta pengaruh kebisingan terhadap karakteristik pekerja seperti umur, masa kerja, penggunaan alat pelindung telinga (APT), riwayat penyakit telinga, dan konsumsi obat ototoksik terhadap status pendengaran pekerja. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan jenis penelitian observasional. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa tingkat kebisingan di beberapa area produksi PT. Sumatera Tropical Spices melampaui nilai ambang batas yang ditetapkan, yaitu mencapai 86,65 dB di area conveyor dan 91,2 dB di area ruang genset. Kondisi ini menyebabkan beberapa pekerja mengalami gangguan pendengaran, seperti telinga berdenging, salah mendengar percakapan, dan kesalahan dalam menerima instruksi kerja. Selain itu, diketahui bahwa tingkat kesadaran pekerja terhadap penggunaan alat pelindung telinga masih rendah. Analisis lebih lanjut menunjukkan adanya pengaruh signifikan antara kebisingan dan karakteristik pekerja terhadap status pendengaran. Hasil penelitian ini merekomendasikan perlunya pengendalian kebisingan, implementasi program konservasi pendengaran, dan peningkatan kesadaran pekerja terhadap pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja.