Abstrak
PT Mitrabara adiperdana Tbk berada di Desa Long Loreh, Provinsi Kalimantan Utara. PT Mitrabara Adiperdana, Tbk menambang batubara dengan metode penambangan konvensional, yang menggunakan peralatan mekanis seperti excavator untuk menggali dan dump truk untuk mengangkut. Sistem penyaliran tambang harus diperhitungkan dengan tepat untuk memenuhi target produksi. Dalam Memenuhi target produksi akan sulit dengan sistem penyaliran tambang di bawah standar. Tujuan dari penelitian ini untuk dapat menganalisa debit limpasan dan juga menganalisa kebutuhan pompa yang digunakan pada area Pit Yarder PT Mitrabara adiperdana Tbk. Jenis penelitian ini juga memerlukan metode yang sistematis, terencana, dan terstruktur secara jelas sejak awal proses desain. Dalam hal kesimpulan penelitian, akan lebih baik jika ditambahkan gambar, tabel, atau tampilan lainnya. Variabel X adalah istilah lain untuk variabel bebas. Dalam penelitian ini variabel bebasnya adalah debit air limpasan. Dalam penelitian ini variabel terikatnya adalah optimalisasi sumuran.Pada daerah tangkapan hujan yang saat ini, semua area yaitu area IPPKH, area IPDF dan area IPD yarder masuk ke yarder timur . Hal ini jg menyebabkan dimensi sumuran di area yarder timur tidak cukup dan menyebabkan air melimpas ke arah penambangan. Metoda yang cocok untuk rencana penambangan di Pit Yarder PT. Mitrabara Adiperdana, Tbk adalah gabungan antara metode mine drainase dan metode dewatering yaitu upaya untuk mencegah dan mengurangi air yang masuk ke dalam area penambangan, dengan menerapkan system saluran terbuka untuk mengendalikan air limpasan dari area IPPKH agar tidak masuk ke area Yarder Timur. Untuk debit limpasan di area Senggigi didapat 3,693.6 m3/jam, dan debit limpasan di area Yarder timur 666 m3/jam untuk pompa yang digunakan dalam pemompaan adalah multiflo MF 420 EX dengan debit 737.2 m3/jam. Untuk perencanaan pemompaan dibutuhkan 6 unit di area Senggigi dan 1 unit di area yarder timur.