Abstrak
ABSTRAK Pengelolaan limbah pertanian seperti tongkol jagung dan limbah industri pembangkit listrik berupa Fly Ash Bottom Ash (FABA) dari PLTU Teluk Sirih masih menghadapi kendala karena sebagian limbah tersebut belum dimanfaatkan secara optimal dan dapat menimbulkan masalah lingkungan. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah tongkol jagung dan Fly Ash Bottom Ash (FABA) dari PLTU Teluk Sirih dan mengetahui komposisi terbaik limbah tongkol jagung dan Fly Ash Bottom Ash (FABA) sebagai bahan baku pembuatan briket bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan dan memenuhi standar nasional Indonesia (SNI 01-6235-2000). Briket diproduksi dengan variasi komposisi bahan tongkol jagung dan FABA serta penggunaan perekat amilum sebanyak 15%. Pengujian karakteristik fisik dan kimia dilakukan terhadap briket yang dihasilkan meliputi kadar air, kadar abu, nilai kalor, dan kekuatan tekan. Hasil penelitian menunjukkan kadar air briket berada pada rentang 4,73%–5,31%, sudah memenuhi batas maksimal kadar air SNI sebesar 8%. Kadar abu meningkat dari 4,36% hingga 10,08% seiring dengan bertambahnya proporsi FABA; komposisi hingga 20% FABA masih memenuhi standar kadar abu maksimal 8%, sedangkan komposisi melebihi 20% cenderung melewati batas ini. Nilai kalor briket menurun dari 5439,45 kal/g menjadi 4964,35 kal/g dengan peningkatan FABA, dan komposisi dengan FABA hingga 25% masih memenuhi standar minimal nilai kalor 5000 kal/g. Kekuatan tekan briket menurun dari 99,9 kg/cm² (komposisi FABA terendah) menjadi 54,7 kg/cm² (komposisi FABA tertinggi), tetapi semua variasi sampel tetap di atas standar kekuatan tekan minimal 50 kg/cm².