Abstrak
PT Saptaindra Sejati merupakan kontraktor pertambangan batubara yang beroperasi di jobsite PT Adaro Energy, Kalimantan Selatan. Pada tahun 2024, area Waste Dump X direncanakan menerima material buangan sebanyak 31.939.721 BCM dari total target tahunan sebesar 85.100.000 BCM. Namun, terjadi tiga kejadian Geotechnical Hazard (GHR) pada bulan Maret, Mei, dan November yang menyebabkan kehilangan volume sebesar 184.720 BCM, atau sekitar 5% dari total volume desain tahunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab kejadian GHR serta menyusun strategi mitigasi guna menjaga kestabilan area dumping. Penelitian dilakukan secara kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data primer melalui observasi lapangan dan wawancara, serta data sekunder berupa Geotechnical Hazard Report dan data desain tahunan. Hasil analisis menunjukkan bahwa penyebab utama GHR adalah karakteristik material yang lunak (material develope), sistem drainase yang tidak memadai, serta kurangnya kontrol distribusi material. Strategi mitigasi yang diusulkan antara lain penempatan material lunak pada zona aman, pembangunan sistem drainase yang efektif, penggunaan alat monitoring deformasi seperti Robot Total Station (RTS), serta penerapan blending material lunak dan keras dengan rasio 2:1. Penerapan strategi ini diharapkan dapat meminimalkan kerugian volume desain, meningkatkan keamanan kerja, serta mendukung kelancaran operasional tambang di masa mendatang.