Abstrak
Penelitian ini dilakukan di PT. Nusa Alam Lestari, Desa Salak, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto. Untuk menanggulangi air asam tambang (AAT) yang memiliki pH AAT 4,16 dengan kadar TSS tinggi, jauh di bawah baku mutu berdasarkan Kepmen LH No. 113 Tahun 2003. Tujuan penelitian adalah menganalisis kualitas AAT, menentukan kebutuhan dosis kapur tohor (CaO), serta mengevaluasi efektivitas netralisasi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengambilan sampel di inlet dan outlet settling pond, pengukuran pH lapangan, serta analisis laboratorium terhadap parameter TSS, Fe, dan Mn. Data sekunder diperoleh dari peta IUP, curah hujan, dan debit limpasan air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum penambahan kapur tohor, pH air tambang sangat asam (4,16) dan belum memenuhi standar. Setelah pemberian kapur tohor dengan dosis terukur 392,04 g/L, pH meningkat signifikan hingga rata-rata 6 (netral) dan memenuhi baku mutu lingkungan. Selain itu, kadar TSS, Fe, dan Mn terukur masih berada dalam ambang batas yang ditetapkan. dosis yang digunakan adalah 0,06-0,1 g/l, untuk kebutuhan kapur tohor untuk menetralkan air asam tambang dalam satu bulan sebesar 251-418 karung/bulan. Dan satu hari sebanyak 16- 26 karung/hari. Pada percobaan variasi dosis kapur yang dilakukan memiliki keterikatan terhadap nilai Fe, Mn, dan TSS. Pada kondisi dosis yang semakin tinggi juga akan semakin menurunkan nilai Fe, Mn dan TSS beriringan dengan kenaikannya nilai pH. Biaya yang dibutuhkan dalam kegiatan pengolahan air asam tambang pada kondisi yaitu Rp.188.179,2 /bulan. rekomendasi yaitu seharusnya dilakukan setiap hari agar mengetahui kualitas air asam tambang, agar kualitas air selalu terjaga sebelum dialirkan ke lingkungan.