Abstrak
Dalam kehidupan sehari-hari manusia selalu memerlukan air bersih, terutama untuk minum, masak, mandi, mencuci dan sebagainya. Di Kecamatan Ulakan Tapakis Kabupaten Padang Pariaman belum adanya fasilitas pelayanan air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dan minimnya sumber air bersih yang tersedia, sehingga sulitnya mendapatkan air bersih yang digunakan untuk keperluan sehari-hari, namun jumlah air gambut yang cukup banyak di Kecamatan Ulakan Tapakis belum termanfaatkan secara maksimal dan diperlukannya alat pengolahan air gambut agar air gambut tersebut bisa digunakan sebagai sumber air bersih. Untuk itulah dalam penelitian ini dilakukan pembuatan alat pengolahan air gambut skala rumah tangga. Dari hasil pengujian dilaboratorium Politeknik ATI Padang, sampel air gambut mengandung Fe 2 mg/L, BOD 8 mg/L, COD 55 mg/L dan memiliki pH 4,2. Setelah dilakukan pengolahan dengan alat pengolahan air gambut kandungan Fe turun menjadi 0,2 mg/L, BOD turun menjadi 3 mg/L, kandungan COD 27 mg/L, dan pH naik menjadi 6,8. Setelah dibandingkan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 82 Th 2001,di air gambut yang telah diolah tersebut termasuk kedalam air bersih kelas 2.