Abstrak
Fragmentasi adalah istilah yang digunakan sebagai petunjuk ukuran setiap bongkah batuan setelah peledakan. Keberhasilan suatu proses peledakan dapat dilakukan dengan menganalisis distribusi ukuran fragmentasi bongkah batuan. Fragmentasi yang optimal berkaitan dengan peningkatan produktivitas. Dalam mengontrol ukuran fragmentasi berkaitan dengan geometri, pola peledakan serta perencanaan peledakan yang akan dilakukan. PT. Koto Alam Sejahtera (KAS) merupakan salah satu perusahaan swasta yang bergerak di bidang pertambangan, perusahaan tersebut berdiri pada tahun 2013 dan mulai beroperasi pada tahun 2015 dengan luas IUP 10 Ha yang beroperasi di Jorong Polong Duo, Nagari Pangkalan, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten 50 Kota. Dari pengamatan di lapangan masih banyaknya fagmentasi yang berukuran > 80 cm (boulder) yang dihasilkan berkisar ± 20%, sehingga perlu dilakukan kegiatan tambahan untuk memecah kembali boulder. Tujuan penelitian ini adalah menentukan persentase boulder rata-rata yang dihasilkan dari kegiatan peledakan, mengetahui perbandingan fragmentasi hasil peledakan berdasarkan pola peledakan yang diterapkan, menentukan pola peledakan yang menghasilkan fragmentasi optimal. Metode yang digunakan untuk menentukan nilai persentase rata-rata boulder adalah dengan menganalisa distribusi fragmentasi yang dihasilkan menggunakan software wipfrag, selanjutnya membandingkan distribusi fragmentasi yang dihasilkan dari penerapan pola peledakan boxcut dan excelon dan menentukan pola peledakan yang menghasilkan fragmentasi optimal. persentase (boulder) rata-rata yang dihasilkan di PT.Koto Alam Sejahtera untuk peledakan dengan menggunakan pola boxcut mengasilkan nilai 0,808%, untuk pola peledakan excelon menghasilkan nilai 7,944%