Abstrak
Pabrik kelapa sawit merupakan salah satu pabrik kelapa sawit yang mengolah tandan buah segar kelapa sawit menjadi produk minyak kelapa sawit (CPO) dan inti sawit (Kernel). CPO merupakan komoditas andalan dimana Indonesia menjadi produsen terbesar kelapa sawit. PT. Perkebunan Nusantara VI merupakan salah satu produsen sawit nasional secara tidak langsung mengalami penurunan TBS (Tandan Buah Segar) yang mempengaruhi rantai pasok CPO. Permasalahan yang dialami oleh PTPN VI terkait dengan pasokan TBS yang tidak konsisten. Terkadang TBS yang masuk tidak sesuai dengan kebutuhan (kurang) dan banyak pemasok TBS yang lari ke perusahaan swasta karna pemeriksaan di PTPN VI sangat ketat di bandingkan dengan pabrik swasta selain itu terdapat beberapa pekerja yang lalai dalam melakukan pekerjaan dan masih banyak lagi yang harus diperbaiki agar TBS tidak berkurang di PTPN VI, hal ini menyebabkan terjadinya pemberhentian produksi untuk sementara waktu sehingga produksi CPO tidak sesuai dengan target. Sehingga pada penelitian di dapatkan faktor-faktor pemicu resiko dalam manajemen rantai pasok buah sawit di PTPN VI Ophir Pasaman Barat dan penilaian tingkat resiko dalam manajemen rantai pasok buah sawit di PTPN VI Ophir Pasaman Barat. Hasil yang didapat yaitu pada proses pemasok teridentifikasi 3 risk event dan 9 risk agent sedangkan proses pabrik terdapat 6 risk event dan 9 risk agen. Hasil dari pada house of risk fase 1 pemasok diketahui 5 agen risiko dominan dan pada house of risk fase 1 pabrik diketahui 5 agen risiko dominan. Kemudian pada house of risk fase 2 dilakukan prioritas strategi penanganan. Pada proses pemasok didapatkan 8 prioritas strategi penanganan dan pada proses pabrik didapatkan 8 prioritas strategi penanganan.