Abstrak
PT. Atika Tunggal Mandiri merupakan perusahaan yang bergerak pada pertambangan batuan andesit dan perusahaan ini telah melakukan kegiatan Land Clearing dan pengupasan overburden sebelum memulai kegiatan produksi pada bukaan lahan baru di pit 2, sehingga diperlukan jalur angkut yang aman dan nyaman untuk para pengguna jalan. Namun, jalan yang menghubungkan Crusher dengan area bukan pit 2 saat ini belum sesuai dengan ketentuan standar Teori AASTHO dan KEPMEN 1827 K/30/MEM/2018. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui geometri jalan angkut dan juga menghasilkan desain rekomendasi geomteri jalur angkut yang sesuai dengan standar Teori AASTHO dan KEPMEN 1827 K/30/MEM/2018 sebagai pedoman ketentuan standar. Berdasarkan data yang diperoleh dilapangan, jarak yang harus ditempuh dari area crusher menuju area penambangan yaitu ±569 meter, lebar jalan pada jalan lurus 3 meter - 11 meter masih terdapat beberapa titik yang belum memenuhi standar Teori AASTHO dan KEPMEN 1827 K/30/MEM/2018 sebesar 5,36 meter untuk 1 jalur dan 9,38 meter untuk 2 jalur. Diketahui juga grade jalan memiliki nilai antara 2,4%(1,4) – 36,5%(20) masih terdapat beberapa titik yang belum memenuhi standar Teori AASTHO 8%(4,57) dan KEPMEN 1827 K/30/MEM/2018 12%(6,84). Sehingga geometri rancangan yang sesuai dengan standar teori AASTHO dan Kepmen 1827 antara lain; lebar jalan pada keadaan lurus yaitu 13 meter, lebar jalan pada tikungan yaitu 13 meter, grade jalan tidak lebih dari 8%(4.57). Jari-jari tikungan minimum yaitu 10 meter, superelevasi minimal yaitu 0.596 meter, Crossslope minimal yaitu 26 cm, dan safety berm minimal yaitu 1 meter.