Abstrak
Tambang bawah tanah adalah suatu tambang yang kegiatan kerjanya di bawah tanah atau tidak secara langsung berhubungan dengan udara luar, oleh karena itu tambang bawah tanah memilki tingkat resiko yang sangat besar terjadinya kecelakaan dibandingkan dengan tambang terbuka. Kecelakaan pada tambang bawah tanah disebabkan oleh beberapa faktor yang dapat menimbulkan kecelakaan yang salah satu faktornya adalah gas metana, gas jenis ini memiliki karakteristik tidak berwarna dan tidak berbau namun sangat mudah meledak. Hampir setiap kejadian kecelakan yang terjadi di tambang batubara khususnya di Sawahlunto umumnya disebabkan oleh gas metana yang mengakibatkan terjadinya ledakan di dalam lubang tambang, oleh sebab itu gas metana harus dipantau setiap saat dan untuk memperkecil tingkat kecelakan ledakan tambang kita bisa melakukan pengecekan setiap saat dengan cara membuat atau merancang alat pendeteksi konsentrasi gas metana yang dapat dipasang atau ditempatkan disetiap front penambangan. Alat detektor konsentrasi gas metana ini menggunakan beberapa komponen elektronika yang diantranya dalah sensor yang bertipe MQ2 sebagai pendeteksi konsentrasi gas metana, arduino nano sebagai otak atau pengatur, LCD sebagai menampilkan konsentrasi gas metana yang berupa angka, LED sebagai indikator tingkat konsentrasi gas metana dimana dalam alat ini menggunakan tiga buah LED yang terdiri dari warna biru apabila konsentrasi gas metana berkisar antara 0%-1%, warna hijau apabila konsentrasi gas metana berkisar antara 2%-4%, warna merah apabila konsentrasi gas metana 5% ke atas.