Abstrak
Industri tahu merupakan salah satu sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang memiliki kontribusi penting dalam mendukung perekonomian lokal maupun nasional. Namun, kegiatan produksinya menghasilkan limbah cair dengan kandungan Biochemical Oxygen Demand (BOD) dan Total Suspended Solids (TSS) yang tinggi, melebihi ambang batas baku mutu lingkungan sebagaimana tercantum dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup (Permen LH) Nomor 5 Tahun 2014, yaitu BOD maksimal 150 mg/L dan TSS maksimal 100 mg/L. Limbah tersebut berpotensi mencemari badan air, mengganggu keseimbangan ekosistem perairan, serta membahayakan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan alternatif teknologi pengolahan limbah yang efektif, ramah lingkungan, dan sesuai untuk skala UMKM. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas kitosan yang berasal dari limbah cangkang kepiting rajungan (Portunus pelagicus) sebagai biokoagulan alami dalam menurunkan kadar BOD dan TSS pada limbah cair tahu. Penelitian dilakukan secara eksperimental di laboratorium dengan perlakuan variasi dosis kitosan sebesar 5 g, 6 g, dan 7 g dalam 250 ml limbah cair. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis 7 g merupakan yang paling efektif dengan efisiensi penurunan BOD sebesar 59,43% dan TSS sebesar 78,37%. Konsentrasi akhir BOD dan TSS berada di bawah baku mutu yang ditetapkan Permen LH No. 5 Tahun 2014, hal ini membuktikan bahwa kitosan dari limbah cangkang kepiting rajungan efektif digunakan sebagai biokoagulan alami yang ramah lingkungan serta layak diterapkan dalam pengolahan limbah cair industri tahu skala kecil hingga menengah secara berkelanjutan.