Abstrak
Sabut kelapa merupakan limbah pertanian yang sering dianggap tidak bernilai, padahal memiliki potensi ekonomi tinggi jika diolah menjadi serat (cocofiber) dan serbuk (cocopeat). Proses penguraian sabut kelapa secara manual masih membutuhkan waktu lama, tenaga kerja yang besar, serta hasil yang tidak seragam. Penelitian ini bertujuan merancang dan membuat prototipe alat pengurai sabut kelapa yang ergonomis dengan mempertimbangkan aspek antropometri pekerja, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan, keamanan, serta efisiensi kerja. Metode penelitian meliputi pengumpulan data antropometri pada pekerja, desain konseptual hingga pembuatan model 3D, serta pengujian awal terhadap rancangan alat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prototipe alat memiliki dimensi yang disesuaikan dengan tinggi, jangkauan tangan, lebar bahu, serta ukuran genggaman pekerja, sehingga meminimalisasi risiko kelelahan. Alat ini dilengkapi pisau pencacah, motor penggerak, serta rangka penopang yang kokoh, sehingga mampu mengurai sabut kelapa dengan hasil lebih seragam. Kesimpulan penelitian ini adalah prototipe alat pengurai sabut kelapa dapat membantu meningkatkan produktivitas, mengurangi beban fisik operator, serta berpotensi dikembangkan lebih lanjut untuk skala industri kecil menengah.