Abstrak
Air merupakan kebutuhan vital bagi kelangsungan hidup manusia. Namun, Perumda Air Minum menghadapi permasalahan tingginya tingkat kehilangan air. Pada Sub DMA Bandar Purus, tingkat kehilangan air pada April 2024 tercatat 33,88 %, melebihi batas toleransi 20%. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat akurasi meter air pelanggan, menghitung kehilangan air non fisik akibat ketidakakuratan meter berdasarkan umur dan merek, serta memetakan kondisi akurasi meter menggunakan aplikasi ArcGIS. Pengujian dilakukan pada bulan April-Mei 2024 menggunakan metode uji akurasi menggunakan Gelas Ukur. Hasil penelitian menunjukkan 4 meter sangat akurat, 74 meter akurat, dan 43 meter tidak akurat. Kehilangan air non fisik di Perumda Air Minum Kota Padang Sub DMA Bandar Purus dari seluruh sampel adalah -6,69% ( -232,63 m3). Kehilangan air non fisik berdasarkan umur meter air dengan umur ≤ 5 tahun adalah -1,55% ( -53,925 m3) dan > 5 tahun adalah -9,52% ( -331,154 m3). Kehilangan air non fisik berdasarkan merek meter air pelanggan dari yang paling kecil hingga terbesar adalah sebagai berikut: Smartmeter 21,61 m3, Itron -264,72 m3, Actaris -642,9 m3, Linflow -954,44 m3, dan Barindo -3.565,65 m3. Pemetaan kondisi meteran air di Bandar Purus menunjukkan adanya 4 titik biru menandakan meteran dalam kondisi sangat baik, 74 titik hijau menunjukkan meteran masih berfungsi baik, 16 titik kuning mencerminkan meteran tidak baik, dan 27 titik merah menandakan meteran dalam kondisi sangat buruk.