Abstrak
Pasir besi umumnya terdapat di sepanjang pantai, terbentuk karena proses penghancuran batuan asal oleh cuaca dan air permukaan. Material tersebut kemudian tertransportasi dan diendapkan di sepanjang pantai. Identikafikasi masalah dari penelitian ini ialah; minimnya penggunaanmesin grinding pada perusahaan pertambangan di Sumatera Barat yang berfungsi sebagai alat benefisiasi bijih, belum adanya kajian persen lolos dan persen tertahan pada ayakan No. 30, 50, 100, dan 200, belum diketahui lama waktu kerja alat rod mill terhadap pengecilan ukuran pasir besi. Tujuan dari penelitian ini adalah; mengetahui persen lolos dan persen tertahan pada ayakan No. 30, 50, 100, 200, dan perngaruh lama waktu kerja alat rod mill terhadap pengecilan ukuran pasir besi. Agar tercapainya tujuan dari penelitian ini maka penulis melakukan beberapa diantaranya; kegiatan pengambilan sampel yang dilakukan dipantai Sunur Kota Pariaman, kegiatan penghalusan dengan menggunakan alat rod mill, dan kegiatan pengayakan dengan menggunakan ayakan ASTM C 136-06 yang dilakukan di PT. Semen Padang, setelah melakukan kegiatan tersebut maka diperoleh hasil; kumulatif persen lolos pada sampel sebelum penggilingan diayakan No 200 adalah 0%, pada sampel setelah penggilingan 20 menit diayakan No 200 = 2,82%, pada sampel setelah penggilingan 40 menit diayakan No 200 = 2,62%, dan pada sampel setelah penggilingan 60 menit diayakan No 200 = 6,88%, untuk kumulatif persen tertahan pada sampel sebelum penggilingan diayakan No 200 = 100%, pada sampel setelah penggilingan 20 menit diayakan No 200 = 97,18%, pada sampel setelah penggilingan 40 menit diayakan No 200 = 97,38%, pada sampel setelah penggilingan 60 menit diayakan No 200 = 93,12%, dan semakin lama waktu kerja alat grinding, maka akan semakin banyak ukuran butir yang lolos ayakan #200 dan akan semakin besar pula persentase lolos ayakan #200. Dari hasil analisa diperoleh persamaan empiris yaitu: y = 0,102x + 0.014 dan nilai R² = 0,863 (mendekati 1) maka kedua variabel tersebut memiliki hubungan yang kuat.