Abstrak
PT. Selamat Jaya Persada merupakan jasa pertambangan yang beroperasi di wilayah izin usaha pertambangan PT. Sarwa Sembada Karya Bumi yang terletak di desa Bukit Peranginan, Kecamatan Mandiangin, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi. Pada proses penambangan, batubara yang di hasilkan dari front penambangan tidak langsung dikirim melainkan ditumpuk sementara di tempat penyimpanan (temporary stockpile). Permasalahan utama pada penimbunan batubara adalah terjadinya gejala swabakar pada timbunan yang terlalu lama, dimensi tumpukan yang melebihi batas rekomendasi, serta penangan terhadap sistem FIFO (First In First Out) yang belum diterapkan. Data primer yang digunakan pada penelitian ini adalah lebar dan panjang timbunan stockpile, tinggi timbunan, temperatur tumpukan timbunan batubara, pola timbunan batubara. Dari hasil pengolahan data dan analisis di lapangan didapatkan tinggi pada stockpile sebesar 6,1 meter, sudut tumpukan 65° dengan pola penimbunan windrow dan memiliki kenaikan rata-rata temperatur perminggu sebesar 7,64°C yang diukur sebanyak 10 patuk ukur pada jam 09:00-10:30 WIB. Upaya dalam meminimalisir terjadinya swabakar batubara dengan mengurangi ketinggian timbunan, menggurangi sudut timbunan, penerapan sistem FIFO, memadatkan permukaan pada timbunan serta memonitoring temperatur pada timbunan batubara secara berkala. Hasil dari rekomendasi rancangan stockpile dan timbunan batubara menerapkan sistem FIFO dan memiliki dua timbunan yang dimana menerapkan pembongkaran dan penumpukan sehingga diharapkan dapat mengurangi potensi terjadinya swabakar.