Abstrak
Perkembangan industri minyak goreng di Indonesia beriringan dengan tingginya tingkat produksi minyak goreng yang merupakan salah satu faktor utama peningkatan konsumsi bleaching earth untuk pemucatan Crude Palm Oil (CPO). SBE merupakan limbah terbesar yang yang dihasilkan oleh industri refinery inyak sawit dan oleokimia. SBE masih mengandung 19-20% minyak dan sulit dipisahkan tanpa penanganan khusus. Sisa minyak yang tersisa inilah yang sebenarnya masih berpotensi jika dimanfaatkan karena memiliki nilai kalor yang tinggi, dan salah satu alternatif pemanfaatannya menjadi briket. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis pengaruh variasi campuran SBE dan arang Kayu Kaliandra yang berbeda terhadap nilai kalori, kadar air, kadar abu dan kadar volatil yang dihasilkan. Hasil uji kualitas dari briket tersebut dibandingkan dengan standar briket pada SNI 01-6235-2000 briket arang kayu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi campuran SBE dan arang Kayu Kaliandra sangat berpengaruh terhadap nilai kalori, kadar air, kadar abu dan kadar volatil. Hasil uji pada variasi campuran 10:90 dengan nilai kalori 5735kal/g,kadar air 7,72%, kadar abu 5,98%, kadar volatile 21,67%dan variasi campuran 0:100 dengan nilai kalori 6271kal/g,kadar air 6,86%, kadar abu 3,95%, dan kadar volatile 25,29%, memenuhi standar kuliatas briket pada parameter Nilai Kalori, kadar air, kadar abu tetapi kadar volatile pada briket variasi campuran tersebut belum memenuhi standar SNI 01-6235-2000 yaitu diperoleh diatas 15%.Tetapi jika penggunaan briket untuk industri sebagai bahan bakar dapat dimanfaatkan pada briket dengan variasi campuran 10:90 dan 0:100 tersebut.