Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2016Versi 1

Kajian Teknis Kemampuan Produksi Crusher Plant dalam Memenuhi Target Produksi Batugamping PT. Semen Padang di Bukit Karang Putih Kota Padang Sumatera Barat

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Teknik Pertambangan•7 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

KAJIAN TEKNIS KEMAMPUAN PRODUKSI CRUSHER PLANT DALAM MEMENUHI TARGET PRODUKSI BATUGAMPING PT. SEMEN PADANG DI BUKIT KARANG PUTIH KOTA PADANG SUMATERA BARAT Nama : Abdullah Fikri NPM : 1110024427003 Pembimbing I : Drs. Murad, MS, MT Pembimbing II : Ir. Asep Neris B, Msi, MEng RINGKASAN PT. Semen Padang melakukan penambangan batugamping dan silika di Bukit Karang Putih dan Bukit Ngalau dengan metode tambang terbuka (quarry), dimulai dari perintisan (pioneering), pembersihan areal pengeboran (dozing), pengeboran (drilling), peledakan (blasting), pemuatan (loading), pengangkutan (hauling), peremukan (crushing), sampai ke pembuatan semen. Berdasarkan pengamatan di lapangan, pelaksanaan kegiatan mengalami sedikit permasalahan, ini dikarenakan belum tercapainya target produksi yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pabrik tahun 2015 yaitu 23.598,96 ton/hari, sedangkan batugamping yang diproduksi crusher hanya 22.131,71 ton/hari. Penggunaan mobile crusher II, hammer crusher LSC III A dan III B, pada unit rangkaian alat peremuk masih kurang efektif, hal ini dikarenakan jumlah feeding yang masuk masih relatif kecil. Untuk mosher II baru sebesar 1.237,90 ton/jam padahal kapasitas teoritisnya bisa mencapai 2.000 ton/jam, hammer crusher LSC III A baru sebesar 1.045,58 ton/jam padahal kapasitas teoritisnya bisa mencapai 1.500 ton/jam dan untuk hammer crusher LSC III B baru sebesar 1.194,43 ton/jam padahal kapasitas teoritisnya bisa mencapai 1.700 ton/jam. Pencapaian sasaran produksi tahun 2016 sebesar 23.556,72 ton/hari dapat dilakukan melalui alternatif perbaikan, yaitu dengan cara membuat waktu gilir pada masing-masing alat peremuk yaitu mobile crusher II selama 12 hari, hammer crusher LSC III A selama 8 hari dan LSC III B selama 9 hari dan dengan menambah jumlah umpan yang masuk ke alat peremuk masing-masing sebesar 264 ton/jam. Efektivitas dari setiap crusher setelah dilakukan alternatif perbaikan mengalami peningkatan untuk penambahan umpan pada feeder hoopernya. Dari mobile crusher II yaitu dari 61,89 % menjadi 75,09 %, hammer crusher LSC III A dari 69,70 % menjadi 87,30 % dan hammer crusher LSC III B dari 70,26 % menjadi 85,79 %. Produksi batugamping pecah menjadi lebih besar setelah melakukan proses jalan bergilir dan penambahan jumlah feeding dari ketiga crusher tersebut. Jumlah produksi yang dihasilkan sebesar 832.506,2 ton/bulan atau sama dengan 28.707,11 ton/hari dari target produksi sebesar 23.556,72 ton/hari. Selisih yang didapat yaitu 5.150,39 ton/hari atau meningkat 21,86 % dari target.

Kata kunci

penambangan, batugamping

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Kajian Teknis Kemampuan Produksi Crusher Plant dalam Memenuhi Target Produksi Batugamping PT. Semen Padang di Bukit Karang Putih Kota Padang Sumatera Barat2016 · oai:ais:skripsi:53

Publikasi terkait