Abstrak
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek yang sangat penting dalam aktivitas pertambangan, terutama pada kegiatan penambangan batubara bawah tanah yang memiliki tingkat risiko kecelakaan kerja yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko keselamatan dan kesehatan kerja menggunakan metode Job Safety Analysis (JSA) di PT. Nusa Alam Lestari. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei melalui penyebaran kuesioner kepada 30 responden yang terdiri dari pekerja tambang bawah tanah. Data yang dikumpulkan mencakup tingkat pengetahuan, sikap, perilaku pekerja, pengalaman kecelakaan kerja, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), serta efektivitas pengawasan K3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya penggunaan APD, namun tidak ada satupun pekerja yang pernah mengikuti pelatihan K3 secara formal. Pada aspek perilaku, masih ditemukan tindakan tidak aman, seperti mengabaikan prosedur keselamatan demi mempercepat pekerjaan dan ketidakkonsistenan dalam melaporkan kondisi berbahaya. Tingkat penerapan K3 di PT. Nusa Alam Lestari berada pada kategori “Sangat Baik” (89%). Artinya responden memiliki persepsi positif dan tingkat penerapan indikator K3 di tempat kerja sudah berjalan dengan cukup optimal. Walaupun demikian, aspek pengawasan, intensitas pelatihan, serta pembentukan budaya keselamatan masih menjadi kelemahan utama yang perlu diperbaikimeskipun masih terdapat kelemahan pada konsistensi pengawasan, intensitas pelatihan, dan pembentukan budaya keselamatan. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan pengawasan, pelatihan rutin, serta evaluasi sistem manajemen K3 secara berkesinambungan untuk meminimalisasi risiko kecelakaan kerja dan meningkatkan produktivitas pekerja.