Abstrak
Stockout adalah sebuah situasi dimana jumlah stok atau persediaan tidak dapat memenuhi permintaan kebutuhan. Stockout juga berdampak pada perkembangan bisnis perusahaan baik short term maupun long term. Oleh karena itu dengan adanya forcasting dan system pengendalian persediaan stok dapat membantu memenuhi permintaan kebutuhan part tooth bucket, locking bolt dan block part unit Liebherr R9100 & R9200 pada periode berlangsung maupun periode akan datang. Dalam memenuhi kebutuhan periode akan datang dilakukan forcasting (peramalan) permintaan yang dihitung dengan metode moving average method, exponential smoothing method dan linier regression method. Maka setelah didapat nilai forcasting selanjutnya tentukan nilai stock pengaman (safety stock), dan menentukan nilai persediaan dengan menggunakan metode min-max stock. Dengan pengendalian persediaan stock menggunakan metode min-max dapat mengatasi masalah stockout part tooth bucket, locking bolt dan block part unit Liebherr R9100 & R9200 di PT Saptaindra Sejati jobsite Adaro Mining. Pengendalian persediaan yang baik akan berdampak juga pada inventory value perusahaan. Dimana inventory value yang kecil dapat berdampak besar bagi perusahaan dalam pengembangan asset atau produktifitas. Dengan metode vendor held stock system menjadi salah satu alternatif dalam menekan atau meminimalisir inventory value perusahaan dengan beban inventory dikelola dan dibebankan kepada vendor yang berlandaskan pada agreement yang telah disepakati. Dalam penelitian ini inventory value yang dapat di minimalisir adalah $ 412,593 atau kurang lebih Rp 6,312,668,679.