Lewati ke konten utama
BookOpen AccessTerbit 2018Versi 1

Evaluasi Sistem Pengelolaan Sampah di Kecamatan Lubuk Kilangan

Koleksi Perpustakaan•Sekolah Tinggi Teknologi Industri (STTIND) Padang•5 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

Kecamatan Lubuk Kilangan yang terletak dipinggir Kota Padang dengan luas wilayah 85,99 km2 dengan jumlah penduduk sebesar 54.525 jiwa pada tahun 2016. Dengan kondisi wilayah yang cukup jauh, tentu dalm proses pengelolaan sampah akan menjadi terkendala. Hal ini dapat dilihat dari masih banyaknya sampah yang menumpuk di sumber maupun di TPS yang ada di Kecamatan Lubuk Kilangan. Agar permasalahn ini tidak berlangsung lama, maka dari itu perlu dilakukan evaluasi dari sistem pengelolaan sampah yang ada di kecamatan Lubuk Kilangan. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengatahui bagaimana sistem pengelolaan sampah di Kecamatan Lubuk Kilangan dimulai dari pewadahan, pemilahan, pengumpulan, pemindahan dan pengangkutan serta bentuk serta masyarakat dalam meminimalisir timbulan sampah di wilayah ini. metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metodologi kualitatif dan kuantitatif deskriptif dengan tujuan dapat mendeskripsikan fenomena yang terjadi. Hasil dari penelitian ini adalah dengan asumsi data timbulan sampah domestik sebesar 2,64 l/o/h berdasarkan wilayah pinggiran serta data timbulan sampah komersil sebesar 3,11 l/o/h dan sampah institusi sebesar 1,37 lo/h. Dari data tersebut didapatkan debit timbulan sampah domestik Kecamatan Lubuk Kilangan sebesar 143,96 m3/hr, sampah komersil 0,19 m3/hr dan sampah institusi 14,35 m3/hr dengan total debit timbulan sampah sebesar 158,50 m3/hr yang baru mencapai pelayan 60%. Agar semua sampah yang dihasilkan di Kecamatan Lubuk Kilangan dapat terkelola dengan baik maka perlu penambahan sarana prasarana seperti becak motor yang sebelumnya hanya tersedia 12 unit becak motor menjadi 79 unit dengan volume 1 m3, serta perlu dilakukan penambahan kontainer sampah yang sebelumnya hanya tersedia 6 kontainer menjadi 26 kontainer bermuatan 6 m3 serta penataan ulang titik penempatan TPS dan pembentukan TPST dengan harapan pelayanan akan lebih menjadi intensif diseluruhwilayah yaitu meningkat menjadi 80%. Namun penambahan sarana prasarana yang cukup banyak tentu akan membutuhkan biaya yang banyak juga, maka dari itu perlunya peran serta masyarakat untuk dapat meminimalisir sampah yang dihasilkan seperti melakukan pemilahan sampah terlebih dahulu di sumber, melakukan daur ulang dari sampah organik dan memanfaatkan kembali barang-barang bekas yang masih bisa digunakan untuk pembuatan pupuk kompos, pakan ternak, pupuk cair serta masih banyak penanganan yang dapat dilakukan sehingga dapat menutupi keterbatasan ketersediaan sarana prasarana di Kecamatan lubuk Kilangan. Dari komposisi sampah kota padang wilayah pinggiran kota dimana sampah organik sebesar 97,77% dan anorganik 2,23% sehingga didapatkan Komposisi sampah makanan sebesar 69,96%, sampah plastik sebesar 11,84%, kertas sebesar 7,39%, sampah halaman 6,67%, sampah tekstil sebesar 0,62%, sampah kulit sebesar 0,15%, sampah karet sebesar 0,83%.

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Evaluasi Sistem Pengelolaan Sampah di Kecamatan Lubuk Kilangan2018 · oai:ais:library-item:1279