Abstrak
Pencemaran udara merupakan salah satu bentuk polusi paling berbahaya dan mengkhawatirkan. Penyebab pencemar udara salah satunya adalah debu atau Total Suspended Particulate (TSP) yaitu partikel berdiameter < 100 μm. TSP menyebabkan gangguan penglihatan dan saluran pernafasan seperti penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut). Sesuai data BPS Kota Padang Tahun 2018 ISPA merupakan keluhan tertinggi di Kec. Lubuk Begalung yaitu sebanyak 5.534 kasus (28%). Pada Kec. Lubuk Begalung terdapat aktivitas industri dan transportasi yang merupakan sumber pencemaran udara. Namun, belum ada pemantauan pencemaran udara yang dapat mengambarkan pencemaran udara yang terjadi, sehingga perlunya dilakukan simulasi pencemaran udara. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui konsentrasi pencemaran TSP udara ambien dan menganalisis pola sebaran pencemaran udara di Kec. Lubuk Begalung, Kota Padang. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dimana inventarisasi emisi dan data meteorologinya dianalisis menggunakan persamaan model dispersi Gauss dan software surver 15. Sebaran TSP maksimum hasil pengukuran dan permodelan adalah 113,42 μg/m3 dan 27,16 μg/m3. Hasil ini menyatakan konsentrasi TSP masih dibawah BMUA Nasional pada PP RI No 41 Tahun 1999 yaitu sebesar 230 μg/m3 (masih dalam kondisi baik). Hal ini berbeda dengan penelitian sebelumnya karena pada penelitian ini hanya memperhitungkan sumber dari emisi industri tanpa sumber pencemaran lainnya. Hasil dari kontur sebaran TSP bergerak semakin naik ke arah Barat Daya dari sumber emisi dan mencapai konsentrasi maksimum pada titik koordinat (-0,98103 0S, 100,34567 0E), ini sesuai dengan arah angin dominannya.