Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2021Versi 1

Pemanfaatan Sabut Buah Pinang dan Ampas Tahu Sebagai Pupuk Organik Cair

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Teknik Lingkungan•3 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

Kabupaten Padang Pariaman merupakan salah satu daerah di propinsi Sumatera Barat, dimana sebagian masyarakatnya bergantung pada pertanian dengan menggunakan pupuk anorganik untuk meningkatkan produksi tanaman. Pada penggunaan jangka panjang pupuk anorganik dapat mengikis unsur hara dan berbagai mineral penting dalam tanah. Oleh karena itu, diperlukan sumber alternatif lain pengganti pupuk anorganik yaitu pupuk organik. Pupuk organik berasal dari limbah organik, diantaranya sabut buah pinang (SBP) dan ampas tahu (AT). Tujuan penelitian mengetahui kualitas pupuk organik cair yang dihasilkan dari campuran limbah SBP dan AT yang dibandingkan dengan KEPMEN Pertanian No. 261 Tahun 2019 serta mengetahui komposisi terbaik terhadap kandungan pH, C, N, P, dan K. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan membandingkan dengan baku mutu KEPMEN Pertanian No. 261 Tahun 2019. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa limbah SBP dan AT efektif menghasilkan pupuk organik cair (POC) yang terbaik pada komposisi PA1 (10 kg SBP + 2 kg AT) dengan pH 4.87, C Organik 14.40 %, Kalium 2.36%, memenuhi standar baku mutu POC. Namun, kandungan Natrium 0.70%, dan Fosfor 1,81% belum memenuhi baku mutu KEPMEN Pertanian No. 261 Tahun 2019. POC yang dihasilkan belum baik karena tidak ada satu komposisi komposisi yang memenuhi standar minimum baku mutu parameter uji.

Kata kunci

Ampas tahu, pupuk organik cair, sabut buah pinang, POC, pupuk anorganik

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Pemanfaatan Sabut Buah Pinang dan Ampas Tahu Sebagai Pupuk Organik Cair2021 · oai:ais:skripsi:515