Abstrak
Jalan tambang perlu mendapat perhatian khusus agar dapat menujang kinerja peralatan mekanis. pada jalan tambang sering dijumpai kerusakan-kerusakan di badan jalan seperti jalan berlubang permukaan jalan tidak mulus. hal ini biasanya disebabkan oleh kondisi geometri jalan dan daya dukung tanah pada jalan tambang yang belum memenuhi standar. Tujuan penelitian ini yaitu mendapatkan geometri jalan ideal pada jalan angkut tambang dari front menuju aera disposal di PT. Kamalindo Sompurna. Dalam penelitian ini penulis membahas tentang geomtri jalan diataranya: mengamati jalan lurus, lebar tikungan untuk semua segmen jalan lurus diambil 5, pada segmen 1 sebesar 7,05 meter, segmen 2 sebesar 8,15 meter, segmen 3 sebesar 8,30 meter, segmen 4 sebesar 7,15 meter, segmen 5 sebesar 8,05 meter. Lebar jalan tikungan segmen 1 sebesar 5,10 meter. Grade pada segmen 1 sebesar 11% dan segmen 2 sebesar 12%. Lebar jalan angkut secara teori lebar lebar jalan angkut untuk dua jalur mengunakan dump truck hino fm 260 ti dj pada jalan lurus adalah 8,750 meter, dengan lebar actual di lapangan segmen 1 sebesar 7,05 meter, segmen 2 sebesar 8,15 meter, segmen 3 sebesar 8,30 meter, segmen 4 sebesar 7,15 meter, segmen 5 sebesar 8,50 meter. Lebar jalan tikungan jalan minimum ideal menurut teori dan hasil analisia data didapatkan lebar jalan tikungan dilapangan sebesar 5,10 meter. Kemiringan jalan/grade pada jalan angkut ada 2 kemiringan jalan/grade berdasarkan teori AASTHO <8% dan ideal dilapangan terdapat kemiringan jalan/grade sebesar 11% dan 12% tidak dalam kondisi aman yaitu diatas 8%.