Abstrak
Penelitian ini dilakukan di PT. Koto Alam Sejahtera, Nagari Koto Alam, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, yang bergerak pada penambangan andesit dengan metode tambang terbuka (quarry). Latar belakang penelitian adalah deviasi produksi tahun 2024 sebesar 24,58% dari target tahunan, dengan pencapaian hanya 271.500 ton dari target 360.000 ton. Penelitian bertujuan untuk (1) mengetahui besarnya delay time, (2) membandingkan produktivitas teoritis dengan aktual excavator CAT 330D dan dump truck Hino 500 FM, serta (3) mengevaluasi keserasian kerja alat melalui Match Factor (MF) dan Overall Equipment Effectiveness (OEE). Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan studi kasus melalui observasi lapangan selama 14 hari (11–24 Agustus 2025). Data dikumpulkan melalui pencatatan cycle time, jumlah ritasi, serta delay time, kemudian dianalisis dengan rumus produktivitas, MF, dan OEE. Hasil penelitian menunjukkan delay time sebesar 25% dari waktu kerja efektif, terdiri dari antrian dump truck (12%), idle excavator (8%), dan hambatan eksternal (5%). Produktivitas aktual excavator adalah 112,72 m³/jam (86,7% dari teoritis), sedangkan dump truck 98,6 m³/jam (82,2% dari teoritis). Nilai MF diperoleh 1,35 yang menandakan kelebihan armada dump truck, sedangkan nilai OEE sebesar 78,6%, masih di bawah standar industri ≥85%. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa keterlambatan operasional dan ketidakseimbangan armada menjadi penyebab utama deviasi produksi. Rekomendasi yang diberikan yaitu perbaikan jalan angkut, pengaturan jumlah dump truck, serta perawatan preventif agar produktivitas dan pencapaian target produksi dapat ditingkatkan.