Abstrak
P.T Freeport Indonesia memiliki beberapa panel dengan kondisi draw point basah (wet muck). Kondisi tersebut sangat membahayakan karena sewaktu – waktu dapat terjadi luncuran lumpur yang mengandung batuan (boulder) atau biasa disebut spill out. Namun ada beberapa masalah yang terjadi saat pengoperasiannya, salah satunya adalah lamanya waktu set up crew untuk memastikan loader minegem ini siap untuk dioperasikan atau ketika terjadi masalah yang menyebabkan loader tidak berjalan seefektif yang diharapkan dan ketercapaian target produksi sulit untuk diraih. Untuk mengatasi masalah tersebut maka penelitian ini dilaksanakan. Penelitian ini mengusung metode ketepatan waktu dan jumlah tenaga kerja untuk mengevaluasi dan memaksimalkan keefektifan kerja LHD. Ketepatan waktu diukur juga diukur melalui jarak tempuh dan lama perjalanan traveling dari tiap – tiap panel ke RTA dan XC#14. Dari hasil penelitian didapatkan standar operasional terbarukan dan skema kerja yang dapat menunjang keefektifan pencapaian target produksi yaitu dengan menggunakan 10 orang pekerja dan menggunakan rancangan skema parallel yang dibuat maka didapatkan 4.200 ton hingga 7.000 ton tambahan untuk meningkatkan keberhasilan pencapaian target produksi harian.