Abstrak
Fungsi utama jalan angkut secara umum adalah untuk menunjang kelancaran operasional penambangan terutama dalam kegiatan pengangkutan. Medan berat yang mungin terdapat di sepanjang jalan harus diatasi dengan mengubah rancangan jalan untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan kerja. Untuk pencapaian Target produksi PT. Minemex Indonesia cukup besar yaitu 120.000 ton/bulan. Untuk mencapai target tersebut tentu harus didukung oleh kondisi geometri jalan angkut yang baik agar aktivitas pengangkutan berjalan lancar, aman dan terhindar dari kecelakaan kerja. Tujuan penelitian untuk mendapat geometri jalan angkut yang ideal sesuai dengan dimensi Dump Truck terbesar yang dugunakan di PT. Minemex Indonesia agar lalu lintas berjalan lancar dan terhindar dari kecelakan kerja. Berdasarkan pengamatan langsung dilapangan, geometri jalan dinilai tidak sesuai dengan ukuran alat angkut terbesar yang digunakan sehingga sering terjadi antrian kendaraan ketika berpaspasan. Berdasarkan perhitungan The American ossaciation of state highway dan transportasion officials (AASHTO) Manual Higway Design 1793, lebar minimum jalan angkut agar dapat dilalui dengan baik oleh dump truck Scania P380 adalah 9,1 meter untuk jalan lurus, 12.2 meter untuk lebar jalan tikungan, superelevasi dengan kemiringan 2.6° supaya alat angkut bisa melewati tikungan dengan kecepatan maksimal, kemiringan pada tanjakan akan dibuat sebesar 4.5° sehingga dump truck tidak terpaksa untuk mendaki. Berdasarkan lebar jalan yang akan dibuat cross slopenya akan dibuat yaitu 20.22 mm terhadap sisi jalan agar jalan tidak digenangi air pada jalan.