Abstrak
Kabupaten Pasaman memiliki formasi gunung api tua sehingga minimnya sumber mata air permukaan, untuk itu dibutuhkan eksplorasi air tanah untuk mengetahui kedalaman lapisan akuifer yang potensial di daerah penelitian. Tujuan kegiatan ini adalah menganalisa geologi bawah permukaan dan mengidentifikasi lapisan, kedalaman dan ketebalan lapisan akuifer yang ditemui. Informasi ini sangat dibutuhkan untuk kegiatan pemboran air tanah di sekitar wilayah penelitian. Pengukuran dilakukan dengan metode geolistrik konfigurasi Schlumberger, sebanyak 5 titik. Keberadaan lapisan akuifer pada lintasan 1 yang dilakukan di Puskesmas Kumpulan Kecamatan Bonjol diduga berada pada kedalaman 29,33 - 35,16 meter dengan litologi batu pasir, keberadaan lapisan akuifer pada lintasan II yang dilakukan pada Puskesmas Lubuk Sikaping Kecamatan Lubuk Sikaping diduga pada kedalaman 15,81-35,85 meter dengan litologi pasir tuffan, lintasan III yang dilakukan pada Puskesmas Ladang Panjang Kecamatan Tigo Nagari diduga berada pada kedalaman 11,19 - 34,25 meter dengan litologi lanau pasiran dan batu pasir, lintasan Iv yang dilakukan pada Puskesmas Cubadak Kecamatan Duo Koto diduga berada pada kedalaman 11,71 -,34,85 meter dengan litologi lanau pasiran dan batu pasir, lintasan V yang dilakukan pada Puskesmas Bonjol Kabupaten Bonjol diduga berada pada kedalaman 11,44 – 36,72 meter dengan litologi batu pasir dan lanau. Berdasarkan pengukuran geolistrik, keterdapatan lapisan akuifer menunjukkan akurasi yang baik, hal ini dapat dilihat dari lintasan 1,lintasan 2, lintasan3, lintasan 4 dan lintasan 5 yang memiliki selisih 1,5 meter dan direkomendasikan kedalaman lubang bor pada 20-30 meter.