Perbandingan Kualitas Pupuk Kompos dari Kotoran Sapi Kandang, Kotoran Sapi Lepas dan Campuran Sampah Organik Menggunakan Komposter Semi Anaerob
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil kualitas kompos dari kotoran sapi kandang dan kotoran sapi lepas dengan tambahan sampah organik sebagai pupuk organik dalam meningkatkan kesuburan tanah dan hasil pertanian serta menghasilkan nilai ekonomi bagi peternak sapi. Metode yang digunakan teknologi komposter semi anaerob. Penelitian dilakukan selama 28 hari dengan parameter kematangan fisik kompos dan parameter makro. Hasil penelitian didapatkan parameter fisik pH yang memenuhi standar baku mutu pada variasi 1 pengulangan 1 dengan pH 6,87 dan pH terendah didapatkan pada variasi 2 pengulangan 2 dengan nilai 6,68. Temperatur suhu pada ke-2 variasi dan 2 pengulangan didapatkan rata- rata 26,2. Perubahan warna, tekstur dan bau yang memenuhi baku mutu kematangan kompos pada variasi 1 pengulangan 1 dan 2 menunjukan warna kehitaman, tekstus seperti tanah dan bau seperti tanah. Hasil karakteristik pupuk kompos unsur makro diperoleh nilai Rasio C/N dengan rataan variasi 1 dengan nilai 12,29 dan rataan variasi 2 dengan nilai 15,7. Fosfor didapatkan rataan variasi 1 dengan nilai 2,04 dan rataan variasi 2 dengan nilai 1,75. Kesimpulan didapatkan, telah dihasilkan pupuk kompos kotoran sapi dengan campuran sampah organik dengan hasil kualitas yang memenuhi standar baku mutu dan untuk kematangan tercepat pada variasi 1 pada hari ke-20 sudah matang yaitu kotor sapi kandang dibanding kotoran sapi lepas pada hari ke-28. Disarankan untuk menjemur kotoran sapi terlebih dahulu agar tidak terlalu basah yang akan menyebabkan terhambatnya laju dekomposisi dan adanya bau menyengat.