Analisis Peramalan Permintaan Cassia Broken untuk Menyusun Jadwal Induk Produksi (JIP) Pada PT. Sumatera Tropical Spices (PT. STS)
Peramalan permintaan merupakan usaha untuk mengetahui jumlah produk atau sekelompok produk dimasa yang akan datang. Adapun fungsi dari peramalan ini yaitu untuk mempekirakan berapa kebutuhan di masa datang yang meliputi kebutuhan dalam ukuran kuantitas, kualitas waktu dan lokasi dalam memenuhi permintaan konsumen. Peramalan ini nantinya akan menjadi input dari proses produksi. Permasalahan yang ada pada PT Sumatera Tropical Spices adalah pengaruh dari ketidakseimbangan proses perencanaan permintaan cassia broken berdampak pada tingginya tingkat persediaan atau terjadinya kekurangan stok di pasar yang diakibatkan oleh perencanaan produksi yang tidak stabil, sehingga mengakibatkan produksi cassia roken lebih besar daripada permintaan, terjadi penumpukkan barang jadi di gudang dan bertambahnya biaya penyimpanan yang besar. Untuk menghitung peramalan permintaan ini maka dipilih metode trend linear sebagai metode terpilih dengan nilai kesalahan peramalan terkecil yaitu sebesar 16.907.857.743,10. Setelah didapatkan hasil peramalan maka dilakukan penyusunan jadwal induk produksi dari hasil ramalan permintaan. Dengan adanya perencanaan jadwal induk produksi, maka perusahaan akan dapat melakukan kegiatan produksi secara terencana dan terkendali. Oleh karena itu, dalam meramalkan suatu permintaan agar dapat terencana maka dapat dilakukan dengan menyusun jadwal induk produksi dari data yang telah di ramalkan.