ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Proses menyulam dilakukan pada posisi duduk agak membungkuk tanpa sandaran punggung dan alas duduk, tangan ditumpukan di kain, pergelangan tangan diputar untuk memasukan benang untuk membentuk motif, posisi pundak dan kepala menunduk dan dilakukan berjam - jam sehingga menyebabkan pekerja mengeluh sakit dibeberapa segmen tubuh seperti adanya keluhan pekerja nyeri dibagian pergelangan tangan, telapak tangan, nyeri pundak, punggung dan pinggang pada saat proses menyulam. Itensitas cahaya juga sangat perpengaruh pada proses pembuatan sulaman karena jika warna kain yang mencolok seperti merah dan warna benang hitam sehingga banyak pekerja yang pengeluh sakit mata. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisia postur kerja di umkm rumah sulam sefni dan memberikan usulan perbaikan postur tubuh pekerja untuk mengurangi keluhan musculoskeletal pada pekerja. Metode yang digunakan adalah metode rula dengan menggunakan kuisioner Nordic Body Map untuk identifikasi keluhan musculoskeletal serta menggunakan data anropometri untuk perancangan alat sebagai usulan perbaikan postur tubuh. Hasil penelitian yaitu diperoleh skor akhir analisa Rula adalah 7 yang artinya beresiko tinggi dan diperlukan perbaikan segera. usulan perbaikan postur tubuh pekerja sulaman kepala peniti di UMKM Rumah Sulam Sefni yaitu dengan perancangan alat sulaman kepala peniti yang ergonomis sesuai dengan ukuran dan postur tubuh pekerja, kemudian diuji kembali dengan analisis Rula diperoleh skor 3 artinya kategorikan pada level resiko kecil dan dapat ditindaklanjuti untuk beberapa waktu kedepan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Berkah Lancar Abaditama (BLA) adalah perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur pembuatan upper shoes sepatu, Dalam memenuhi kebutuhan perusahaan, PT. BLA melatih calon karyawan dengan mengadakan diklat selama 20 hari hingga siap kerja. Dalam proses pembelajaran, sering didapati peserta diklat mengalami keluhan sakit di bagian tubuh yang dapat mengakibatkan cidera disebabkan oleh posisi kerja yang tidak ideal. Oleh karena itu untuk mengukur keluhan tersebut dilakukan penyebaran kuesioner Nordic Body Map (NBM) dan pendekan Rapid Entire Body Assessment (REBA) dalam memperbaik postur kerja peserta diklat. Penelitian ini berujuan untuk mengidentifikasi risiko cidera dan memperbaiki postur kerja untuk mengurangi risiko gangguan Musculoskeletal Disorders (MSDs) dengan mengembangkan dan merancang kursi ergonomis pada fasilitas diklat operator jahit upper alas kaki di workshop PT. BLA. Hasil penelitian ini menunjukkan 3 bagian tubuh dengan keluhan sangat sakit, 9 bagian tubuh dengan keluhan sakit, 6 bagian tubuh dengan keluhan cukup sakit, dan 8 bagian tubuh tidak mengalami keluhan. Tingkat risiko MSDs didapatkan 40% responden berada pada level sedang dan 60% responden berada pada level resiko tinggi sehingga diperlukan perbaikan posisi kerja dan perbaikan kursi. Mengacu pada hasil uji hipotesis dan perhitungan persentil dengan penambahan kelonggaran terhadap data antropometri peserta diklat, didapatkan kedalaman alas kursi 45,16 cm, tinggi kursi 45,40 cm, lebar kursi 62,05 cm, tinggi sandaran punggung 24,52 cm, lebar sandaran punggung 58,41 cm, tebal pelapis alas duduk 3 cm, sandaran 20 cm, dan kemiringan sandaran 97°.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Memanah merupakan olahraga yang melatih konsentrasi manusia dan juga sebagai refleksi tubuh, memanah juga disunnahkan oleh rasul bahwasanya dianjurkan untuk mengajarkan keanak-anak kita tiga hal yaitu berenang, berkuda dan memanah. Dengan dianjurkannya salah satu di atas yaitu memanah maka dari itu akan di rancang panah tradisional jenis standar bow yang miliki dua fungsi secara ergonomis, yang dimaksud dengan dua fungsi disini ialah bisa dipakai untuk tangan sebelah kiri dan juga sebelah kanan dalam satu buah produk saja. Metode yang digunakan dalam mendesain panah ini adalah dengan pendekatan deskriptif, dengan pendekatan dimensi tangan sampel antropometri. Data yang diperlukan data dimensi tangan mahasiswa lalu data diproses untuk diterapkan pada desain, desain ini adalah sebuah panah tradisional jenis standar bow. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang dan membuat panah yang ergonomis untuk mahasiswa sttind padang, sehingga diharapkan dapat meningkatkan minat mahasiswa dalam olahraga panahan dan mengurangi ketidaknyamanan yang dapat menyebabkan nyeri dan sakit di tangan. Hasil penelitian ini adalah rancangan panah yang ergonomis sesuai data yang didapatkan dan membuat produk yang sudah dirancang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2017•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Meja dan kursi belajar merupakan suatu sarana pendukung yang sangat penting dalam kelancaran pelaksanaan proses belajar mengajar. Untuk
mengantisipasi adanya ketidakserasian antara meja dan kursi dengan ukuran tubuh mahasiswa, maka akan dirancang bangun meja dan kursi belajar secara ergonomis sesuai dengan ukuran tubuh manusia. Maka tujuan penelitian dari tugas ahir ini adalah, membuat rancang bangun meja dan kursi belajar yang ergonomis serta mengetahui biaya yang dikeluarkan untuk membuat meja dan kursi belajar yang ergonomis. Hasil penelitian ini adalah, meja dan kursi belajar yang baru terbuat dari besi pipa dan mempunyai lebar dudukan 37cm, panjang dudukan 39cm, tinggi kursi keseluruhan 90cm, lebar sandaran 37cm, tinggi sandaran 42cm, tinggi kaki kursi 43cm, panjang kursi leseluruhan 74cm, lebar meja 55 x 42cm, rak buku 39 x 37 cm, tinggi rak buku 16 cm, pijakan kaki 13 x 37cm, tinggi pijakan kaki 23cm, tebal busa sandaran dan dudukan 7cm. Sedangkan untuk total biaya keseluruhan pembuatan meja dan kursi belajar ini hasil akhir adalah Rp.815.500.