ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Mitra Agung Tama Abadi (MATA) merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pendistribusian tabung gas LPG 3 kg. Dalam aktivitas pendistribusian selama ini perusahaan belum menentukan rute pendisitribusian yang baik sehingga mengakibatkan terjadinya kenaikan biaya yang tak terhingga. Perusahaan juga tidak bisa menentukan biaya tetap untuk transportasi dan tidak dapat menentukan waktu barang sampai sehingga juga berdampak pada kepuasan konsumen. Pada saat penelitian yang dilakukan didapat beberapa data berupa data permintaan setiap pangkalan dari masing-masing armada setiap bulannya, data lain berupa data kapasitas alat angkut, data alamat pangkalan, data biaya transportasi, data harga produk dan data jarak tempuh pendistribusian yang didapat melalui Google Maps. Untuk terus bersaing mendistribusikan gas LPG 3 kg dengan tepat waktu dan biaya transportasi yang minim, diperlukan strategi yang tepat untuk menetapkan biaya yang efisien melalui penetapan rute distribusi terpendek. Metode Algoritma Dijkstra merupakan suatu metode yang digunakan dalam menentukan rute transportasi yang optimal yaitu dengan mempertimbangkan jarak yang minimum. Dengan menentukan rute alternatif dari setiap pangkalan dan rute terpendek untuk memperbaiki sistem pendistribusian yang kurang baik dan efisien menggunakan metode Algoritma Dijkstra dapat menghemat biaya transportasi sebesar Rp. 4.436.522,-/bulan berdasarkan rute usulan tersebut.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Unit Pelayanan Lumpo merupakan salah satu unit pelayanan air bersih yang terdapat pada PDAM Tirta Langkisau Kabupaten Pesisir Selatan yang melayani sebagian wilayah Kecamatan IV Jurai. Unit Pelayanan Lumpo saat ini memiliki kapasitas produksi air bersih sebesar 20 l/dt dan yang terpakai hanya 3 l/dt. Sistem distribusi air bersih Unit Pelayanan Lumpo masih belum berjalan optimal dikarenakan faktor penduduk terlayani dan kehilangan air. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kebutuhan air bersih dan sistem jaringan distribusi air bersih dari tahun 2021 sampai tahun 2025. Analisa jaringan sistem distribusi air dilakukan dengan menggunakan software Epanet 2.0. Dari hasil analisa, kebutuhan air untuk kondisi eksisting tahun 2021 adalah 5,45 l/dt, dan pada kondisi 100% pelayanan adalah 22,51 l/dt. Kemudian, kebutuhan air bersih kondisi 100% pelayanan tahun 2025 adalah 28,23 l/dt. Dari hasil analisa jaringan distribusi perpipaan, pada tahun 2025 memperlihatkan sebanyak 27 dari total 49 junction memiliki tekanan air dibawah batas minimum kriteria pipa distribusi dari PERMEN PU No. 18/PRT/M/2007 sebesar 0,5 atm, serta sebanyak 13 dari 50 total pipa dengan kecepatan aliran air dibawah batas minimum kriteria yang sama sebesar 0,3 m/dt.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi kondisi eksisting sistem pengangkutan sampah Kecamatan Lubuk Basung, optimasi rute pengangkutan mempertimbangkan distribusi beban, waktu dan jarak, serta merekomendasikan perbaikan sistem pengangkutan sampah di Kecamatan Lubuk Basung. Kondisi eksisting meliputi TPS, sarana, pola dan rute pengangkutan. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan kondisi eksisting dengan Permen PU nomor 3 tahun 2013. Rekomendasi perbaikan sistem pengangkutan sampah berdasarkan evaluasi dan optimasi. Hasil penelitian menunjukkan TPS eksisting berjumlah 45 unit dengan jenis TPS 1,2,3, TPS darurat. Pengangkutan dilakukan dari TPS menuju TPA dengan pola pengangkutan sistem wadah tetap/Stationary Container System (SCS) menggunakan 5 unit dump truck dengan 1 ritasi/hari dan Rute kendaraan terdiri dari 5 rute. Evaluasi sistem pengangkutan sampah meliputi evaluasi TPS dengan menambah beberapa TPS pada jalan – jalan yang tidak di lalui oleh kendaraan. Evaluasi pola pengangkutan dengan penambahan jumlah ritasi dump truck menjadi 2 ritasi/hari sesuai dengan peraturan. Evaluasi sarana pengangkutan dengan memanfaatkan 5 unit kendaraan yang memenuhi umur teknis, sedangkan kendaraan yang melewati umur teknis dilakukan peremajaan. Optimasi rute pengangkutan mempertimbangkan jarak, waktu terpendek serta umur teknis kendaraan didapatkan pengalihan dan penambahan rute untuk masing – masing dump truck. Rekomendasi perbaikan sistem pengangkutan sampah dilakukan perubahan dari sampah tercampur menjadi terpilah, penambahan TP pada nagari – nagari yang tidak dilalui oleh kendaraan dan perletakan pool kendaraan dianjurkan berada di TPA.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Desinfeksi merupakan proses pengolahan air yang bertujuan untuk membunuh mikrooganisme dalam air. Konsentrasi klor di sepanjang jaringan distribusi harus memenuhi baku mutu air minum Permenkes no. 492/MENKES/IV/2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum sebesar 0,2-0,5 mg/L. Dalam jaringan distribusi, air dapat mengalami kontaminasi seperti masalah kebocoran pipa. Ini merupakan celah bagi mikroorganisme dari luar masuk ke dalam jaringan pipa distribusi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kualitas air dalam jaringan distribusi dan menganalisis penurunan klor dalam pipa jaringan distribusi. Metode penelitian dilakukan dengan analisis kuantitatif dengan pendekatan cross sectional yaitu Dari penelitian didapatkan bahwa pada rentang baku mutu klor telah ditemukan kondisi air positif tercemar mikroorganisme pada jarak 0,5 Km dari reservoar. Ini membuktikan bahwa terjadi penurunan klor seiring bertambahnya jarak distribusi. Selain jarak, penurunan klor disepanjang jaringan distribusi juga dipengaruhi oleh kondisi pipa, kecepatan alir dan kondisi lingkungan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2017•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
OPTIMASI BIAYA DISTRIBUSI BARANG DENGAN MENGGUNAKAN MODEL TRANSPORTASI(Studi Kasus PT. BINA AGRO NUSANTARA) Nama : Ali Amran Tumanggor NPM : 1510024425045 Pembimbing I : H. Riko Ervil, MT Pembimbing II : Meldia Fitri, S.T, MP RINGKASAN PT.Bina Agro Nusantara merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang distribusi sarana produksi pertanian, seperti herbisida, fungisida, insektisida, bibit tanaman, pupuk NPK dan pompa sprayer. Selain di Padang Perusahaan memiliki gudang pembantu di Bukit Tinggi yang khusus menyediakan barang herbisida dan pupuk. Untuk mendistribusikan produk yang akan dijual, PT. Bina Agro Nusantara memerlukan sarana transportasi ke daerah - daerah tujuan pengiriman. Pengiriman barang dilakukan perusahaan ke daerah tujuan berdasarkan jumlah permintaan. Sebagai perusahaan distributor, PT.Bina Agro Nusantara berperan menyalurkan produk dari pabrik ke pengecer atau konsumen. Masalah yang sering dihadapi terkait adalah pendistribusian suatu produk atau komoditas dari sejumlah sumber (supply) kepada sejumlah tujuan (demand) adalah biaya transportasi yang belum optimal. Dengan menggunakan model transportasi, ditentukan alokasi pendistrusian produk dari sumber kepada tujuan untuk mendapatkan biaya pengiriman yang lebih rendah/optimal. Dengan bantuan software POM-QM, didapatkan gudang Padang harus mendistribusikan produk ke Kayu Aro, Jambi, Bengkulu dan Pasaman Barat, sedangkan gudang Bukit Tinggi harus mendistribusikan produk ke Dharmasraya, Jambi, Pasaman Timur dan Pekan Baru. Hasil perhitungan menunjukan biaya distribusi yang dikeluarkan oleh PT. Bina Agro Nusantara untuk seluruh tujuan distribusi pertahunnya sebesar Rp.142.800.000.- dibandingkan dengan biaya yang dikeluakan perusahaan sebelumnya sebesar Rp. 149.400.000, maka terjadi penghematan biaya distribusi dalam setahun sebesar Rp. 6.600.000. Kata