ThesisOpen AccessMetadata saja
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Bara Indah Lestari adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi batubara. Dalam menunjang produksinya tentu PT. Bara Indah Lestari memerlukan rancangan akses jalan yang efektif (ideal) supaya tidak menghambat dalam produksinya. Dalam penambangan batubara kondisi jalan harus baik, terutama akses jalan antara lokasi penambangan dengan stockpile, perhitungan geometri jalan harus dipertimbangkan, karena alat-alat beroperasi secara massal dan kontinyu setiap harinya. Desain jalan yang tidak baik akan menyebabkan kecelakaan kerja, serta keterlambatan suatu alat angkut tersebut yang berdampak terhambatnya laju produksi sehingga waktu edar alat angkut tersebut tidak efektif (tidak ideal). Untuk itulah dalam penelitian ini dilakukan perancangan pada geometri jalan angkut untuk memperlancar akses dalam menunjang target produksi pada produktivitas alat angkut. Sehingga PT. Bara Indah Lestari akan mengalami peningkatan dalam menunjang target produksinya bila jalan angkut tersebut di rancang dengan efektif (ideal). Kondisi jalan angkut yang baik akan mempertinggi nilai efisiensi dan efektivitas kerja alat angkut serta tingkat keamanannya. Jika geometri jalan tidak dalam kondisi terbaiknya, maka kemungkinan akan memperlambat pada produksi penambangan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini membahas geometri jalan mengacu terhadap standar AASTHO (American Association Of State Highway And Transportation Officials). Dalam operasi penambangan, jalan angkut tidak dapat beroperasi secara optimal dikarenakan kondisi jalan angkut yang sempit, tanjakan yang curam, permukaan jalan licin bila terkena hujan dan lain sebagainya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa lebar jalan lurus dan jalan tikungan, dan menganalisa nilai kemiringan/grade dan cross slope yang sesuai dengan standarisasi berdasarkan alat angkut dump truck Hino DJ 500. Metode penelitian yang dilakukan di lapangan dengan cara mengukur jalan hauling dari front menuju stokpile dengan memperhitungkan geometri jalan angkut dengan menyesuaikan standarisasi perhitungan teknis. Proses pengambilan data dilapangan dengan melakukan pengukuran secara langsung mengenai studi kasus seperti pengukuran lebar jalan lurus, lebar tikungan, grade dan cross slope, aspek pendukung kegiatan pengangkutan melihat alat angkut yang digunakan di lapangan. Hasil penelitian yang didapatkan bahwa lebar jalan lurus yaitu 4,7 m s/d 8,5 m, jalan tikungn 7,2 m s/d 9,3 m dan cross slope 0 mm s/d 672 mm, kemudian data tersebut di design mengunakan autocad 2007, map info dan google sketcup 8. kesimpulan yang di dapatkan bahwa jalan keadaan lurus di perlukan penambahan selebar 0,09 m s/d 4,092 m pada tiap segmen dan jalan tikungan selebar 3,827 m s/d 5,927 m, dan pada kemiringan melintang diperlukan pembuatan dan penurunan cross slope sebesar 34 mm s/d 632 mm pada tiap segmen.