ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kementerian Kesehatan meluncurkan pendekatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Ada 5 pilar dan salah satunya yaitu, Stop BAB sembarangan dan pengelolaan limbah cair. Maka dari itu, dirumuskanlah Perencanaan Tangki Septik Skala Komunal Studi Kasus Kelurahan Saringan yang efisien. Metode Perencanaan yang digunakan dimulai dari awal hingga akhir perencanaan seperti; identifikasi masalah, ide perencanaan, studi pustaka, pengumpulan data, perencanaan unit pengolahan limbah, rencana anggaran biaya, serta kesimpulan dan saran. Perencanaan tersebut diproyeksikan untuk 10 tahun (2032) ke depan dengan total penduduk sebanyak 2.167 jiwa. Berdasarkan Peta Administrasi dapat dilihat sebaran penduduk kelurahan saringan, dan diasumsikan wilayah Timur menjadi permukiman yang paling sedikit. Perencanaan dilakukan pada wilayah Timur Kelurahan Saringan dengan kapasitas tampung sebanyak 250 jiwa. Sistem pengolahan air limbah domestik yang diterapkan berupa sistem terpusat (Off Site System) dengan menggunakan beton bertulang, yang memiliki panjang 6 meter, lebar 3 meter, dan tinggi 3 meter. Tangki Septik tersebut terdiri dari 2 bak kompartemen dengan bak kompartemen pertama memiliki panjang 2/3 dan bak kompartemen kedua memiliki panjang 1/3. Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang dibutuhkan sebanyak Rp 123.41.372,98.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Depot air minum ialah usaha yang melakukannproses pengolahan air baku menjadi airrminum dalam bentuk curah dan menjual langsung kepada konsumen. Dari survey yang telah dilakukan, sanitasi lingkungan di depot air minum isi ulang Nagari Limau Purut Kec. V Koto Timur kurang baik. Hal tersebut dapat dilihat dari lokasi depot yang berada di sekitar tempat penjual makanan serta penjual sayur-sayuran yang dapat mengundang lalat, seperti diketahui bahwa lalat merupakan hewan pembawa penyakit dan dapat mencemari peralatan, air baku dan air hasil produksi. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengisian kuesioner oleh pemilik/petugas depot. Pada pengujian kualitas air minum dilakukan di UPT Laboratorium Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kab. Agam dengan parameter pH, Total Dissolve Solid (TDS), wana dan total coliform. Berdasarkan hasil dari pengolahan data kuesioner, terdapat dua depot yang belum memenuhi persyaratan dan dua depot yang telah memenuhi persyaratan sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2014 Tentang Higiene Sanitasi Depot Air Minum. Sedangkan hasil uji laboratorium pada parameter warna, pH, Total Dissolve Solid (TDS) semua depot memiliki hasil yang telah memenuhi standar baku mutu air minum sesuai Permenkes RI. Nomor 492 Tahun 2010 Tentang Persyaratan Kualitas Air Minum. Sementara untuk parameter Total coliform terdapat dua depot yang belum memenuhi standar baku mutu. Hal ini menandakan sanitasi depot sangat penting diperhatikan agar kualitas air minum yang dihasilkan baik.