ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Desa Data Makmur daerah yang memiliki formasi gunung api tua sehingga minimnya sumber mata air permukaan untuk itu dibutuhkannya eksplorasi air tanah untuk mengetahui kedalaman lapisan aquifer yang potensial didaerah penelitian. Tujuan kegiatan ini adalah menganalisa geologi bawah permukaan dan mengidentifikasi lapisan, kedalaman dan ketebalan lapisan aquifer yang ditemui. Informasi ini sangat dibutuhkan untuk kegiatan pemboran air tanah di sekitar wilayah penelitian. Pengukuran dilakukan dengan metode Geolistrik konfigurasi Schlumberger, sebanyak 3 (tiga) titik. Keberadaan lapisan aquifer pada lintasan I diduga berada pada kedalaman 6.91 – 31.6 meter dengan litologi pasir tuffaan, keberadaan lapisan aquifer pada lintasan II diduga berada pada kedalaman 6.17 – 33.2 meter dengan litologi pasir tuffaan dan lintasan III diduga berada pada kedalaman 7.49 – 31.9 meter dengan litologi pasir tuffaan. Berdasarkan pengukuran geolistrik, keterdapatan lapisan akuifer menunjukan akurasi yang baik, hal ini dapat dilihat dari lintasan I, lintasan II dan Lintasan III yang memiliki selisih 1.5 meter dan di rokemndasika kedalaman lubang bor pada 20 -30 meter.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kegiatan ini dilakukan di Desa Sentang, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengetahui sebaran intrusi air laut pada lokasi penelitian. Informasi ini sangat berguna untuk mengetahui sejauh mana daerah lokasi telah terintrusi air laut. Metode yang digunakan adalah metode tahanan jenis 1D dengan Konfigurasi Schlumberger, sebanyak 3 lintasan pengukuran. Jarak antar lintasan pengukuran berdekatan, dimana total panjang bentangan masing-masing kedua titik ukur adalah Lintasan I 350 meter, dan Lintasan II 200 meter dan Lintasan III 350 meter. Berdasarkan data hasil pengukuran dan pengolahan data diduga bahwa lokasi penelitian berada pada formasi aluvium, dimana litologinya : kerikil, pasir dan lempung. Hasil dari pengukuran resistivity yang didapat ketiga lintasan terdapat intrusi air laut, yaitu : Lintasan pertama pada kedalaman 2.68 -10.8 m dengan nilai resistivitas 4.06 Ωm, Lintasan kedua pada kedalaman 2.34 - 9.32 m dengan nilai resistivitas 4.94 Ωm Lintasan ketiga pada kedalaman 2.56 - 9.8 m dengan nilai resistivitas 4.5 Ωm. Adapun dilakukan kegiatan pengujian air sumur warga dijadikan sebagai data pendukung yang di korelasikan dengan data resistivity. Disimpulkan bahwa daerah penelitian telah terintrusi air laut pada kedalaman berkisar 2.34 – 10.8 meter dan pada kedalaman 80.1-125 meter diduga belum terkontaminasi air laut.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Air tanah merupakan salah satu sumber kebutuhan air bagi kehidupan makhluk di muka bumi termasuk di sektor pertambangan. Daerah yang mrngalami kesulitan air tanah karena kurang adanya lapisan batuan yang mampu menyimpan dan meluluskan air (akuifer) maka dari itu diperlukan pencarian sumber keberadaan air tanah yang tergantung pada lokasi geografik, kondisi geologi dan iklim. Identifikasi potensi dan keberadaan air tanah dilakukan dengan metode geofisika yaitu metode geolistrik, karena metode ini sering digunakan untuk menduga kondisi air bawah tanah. Pada metode ini arus listrik diinjeksi ke dalam bumi melalui dua elektroda arus, kemudian mengukur nilai tegangan dengan melalui dua elektroda potensial menggunakan alat resistivity meter dan aturan penempatan elektroda menggunakan konfigurasi schlumberger. Data geolistrik ini akan di interpretasikan menggunakan software Ip2Win dan akan dipetakan untuk mengetahui letak dan kedalaman air tanah yang diharapkan dapat membantu perusahaan dalam mendapatkan sumber air tanah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Air tanah adalah segala bentuk aliran air hujan yang mengalir di bawah permukaan tanah sebagai akibat struktur perlapisan geologi dan gaya gravitasi bumi. Diperlukan kajian untuk mengetahui tentang karakteristik air tanah. Salah satu metode geofisika yang dapat digunakan dalam mengetahui kondisi air tanah tersebut adalah metode geolistrik resistivitas. Metode geolistrik resistivitas atau tahanan jenis merupakan jenis metode geolistrik yang digunakan untuk mempelajari keadaan bawah permukaan dengan cara mempelajari sifat aliran listrik di dalam batuan bawah permukaan. Dalam metode geolistrik terdapat beberapa konfigurasi di antaranya adalah konfigurasi Schlumberger. Dimana konfigurasi ini digunakan untuk mengetahui lapisan pembawa air, kedalaman lapisan, ketebalan lapisan, serta penyebarannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebaran air tanah di bawah permukaan, kedalaman dan ketebalan akuifer air tanah di daerah pertambangan CV. Tahiti Coal. Pengolahan data geolistrik Schlumberger mengunakan software ip2win. Berdasarkan pengolahan data geolistrik bawah permukaan maka di dapatkan 48,8 – 55 meter dengan resistivitas 105 Ωm pada lintasan pertama dan 49,3 – 55 meter dengan resistivitas 123 Ωm pada lintasan kedua. Maka potensi air tanah berdasarkan penampang lintasan satu dan dua CV. Tahiti Coal memiliki potensi akuifer air tanah kecil dengan di korelasikan data pada peta geologi dan hidrogeologi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Menurut Rosenbusch (1877-1976) berdasarkan cara terjadinya, batuan granit termasuk kepada batuan beku plutonik, yang berwarna terang dengan butiran mineral yang terlihat cukup besar. Granit banyak dimanfaatkan untuk pembuatan jalan, jembatan dan sebagai batu hias. Penelitian ini dilakukan di desa Ugang Sayu Kec. Buntok Kab. Barito Selatan, bertujuan untuk mengetahui sebaran granit serta potensi granit dengan melakukan penyelidikan di 10 lintasan pengukuran geolistrik, panjang masing-masing lintasan 310 meter dalam area 310 hektar menggunakan metode geolistrik konfigurasi wenner-schlumberger. berdasarkan interpretasi data Sebaran granit dijumpai berupa bongkahan besar dan kecil dengan tahanan jenis 400- 1000 Ωm. Granit bongkahan kecil ditemukan hampir disemua lintasan pengukuran untuk granit bongkahan besar yaitu lintasan 3,4 dan 5 dikedalaman 3 meter. Posisi ditemukan granit yaitu lintasan 3 titik 20 meter lintasan pengukuran, lintasan 4 dan 5 titik 10 meter. Potensi granit yang diperoleh berdasarkan metode perhitungan penampang sebesar 828.640 m3.