Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: epanet
DaftarKartu
ArticleOpen AccessMetadata saja

ANALISIS SISTEM DISTRIBUSI AIR BERSIH MENGGUNAKAN EPANET 2.0 DI PDAM TIRTA LANGKISAU UNIT PELAYANAN LUMPO

2022•Artikel Penelitian dan Pengabdian

Lumpo Service Unit is one of the clean water service units in PDAM Tirta Langkisau, Pesisir Selatan Regency, which serves parts of IV Jurai District. The Lumpo Service Unit currently has a production capacity of 3 l/sec or still 24% of the total served population and a fairly high water loss rate (35% or 2,671 m3). This study aims to analyze the clean water needs of the community in the Lumpo Unit area from 2021 and 2025 and analyze the condition of the clean water distribution network system in the Lumpo Service Unit in 2021 and 2025. Analysis of the water distribution system network was carried out using Epanet 2.0. It was found that the water demand in 2021 was 5.45 l/s (22.51 l/s at a service level of 100%) and there was an increase in 2025, namely 28.23 l/s. Analysis of the piping distribution network in 2025 shows that 27 out of a total of 49 junctions have water pressure below the minimum limit for distribution pipe criteria from PERMEN PU No. 18/PRT/M/2007, as well as 13 out of 50 total pipes with water flow rates below the minimum limit of the same criteria of 0.3 m/s.

103 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Sistem Distribusi Air Bersih Menggunakan EPANET 2.0 di PDAM Tirta Langkisau Unit Pelayanan Lumpo

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Unit Pelayanan Lumpo merupakan salah satu unit pelayanan air bersih yang terdapat pada PDAM Tirta Langkisau Kabupaten Pesisir Selatan yang melayani sebagian wilayah Kecamatan IV Jurai. Unit Pelayanan Lumpo saat ini memiliki kapasitas produksi air bersih sebesar 20 l/dt dan yang terpakai hanya 3 l/dt. Sistem distribusi air bersih Unit Pelayanan Lumpo masih belum berjalan optimal dikarenakan faktor penduduk terlayani dan kehilangan air. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kebutuhan air bersih dan sistem jaringan distribusi air bersih dari tahun 2021 sampai tahun 2025. Analisa jaringan sistem distribusi air dilakukan dengan menggunakan software Epanet 2.0. Dari hasil analisa, kebutuhan air untuk kondisi eksisting tahun 2021 adalah 5,45 l/dt, dan pada kondisi 100% pelayanan adalah 22,51 l/dt. Kemudian, kebutuhan air bersih kondisi 100% pelayanan tahun 2025 adalah 28,23 l/dt. Dari hasil analisa jaringan distribusi perpipaan, pada tahun 2025 memperlihatkan sebanyak 27 dari total 49 junction memiliki tekanan air dibawah batas minimum kriteria pipa distribusi dari PERMEN PU No. 18/PRT/M/2007 sebesar 0,5 atm, serta sebanyak 13 dari 50 total pipa dengan kecepatan aliran air dibawah batas minimum kriteria yang sama sebesar 0,3 m/dt.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Sistem Jaringan Distribusi Air Bersih (Studi Kasus di Kecamatan Koto Tangah Kota Padang)

2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Air adalah sumber daya alam yang sangat penting bagi manusia. Kebutuhan akan air bersih semakin meningkat tiap harinya, hal ini disebabkan karena jumlah penduduk berbanding lurus dengan kebutuhan air bersih. Kecamatan Koto Tangah memiliki jumlah penduduk 169.730 jiwa berdasarkan data produksi bulan Desember 2018 wilayah utara memproduksi 652.017 m3 total kehilangan air sebanyak 357.378 m3. Dengan meningkatnya populasi penduduk di wilayah tersebut maka kebutuhan air bersih akan terus meningkat. Guna memenuhi kebutuhan air perlu di evaluasi sistem jaringan air bersih. Hasil yang diperoleh menggunakan perhitungan manual dan software epanet. Kebutuhan air yang di dapatkan tahun 2017 dan 2022 adalah 27.564.485,416 ltr/hr dan 35.139.612,504 ltr/hr. Sehingga dari evaluasi sistem jaringan distribusi air bersih di kecamatan koto tangah memerlukan penyesuaian diameter pipa.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail