Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: estimasi
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Kajian Teknis Pengaruh Sistem Pengelolaan Batubara di Stocpile Terhadap Potensi Swabakar PT. Bara Alam Utama Kecamatan Merapi Barat Kabupaten Lahat Sumatera Selatan

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PT. Bara Alam Utama merupakan perusahaan tambang batubara. Untuk mencapai target kebutuhan kebutuhan para konsumen produksi wajib memenuhi permintaan ataupun persyaratan yang di kehendaki oleh pihak konsumen. terutama kualitas batubara wajib sama dengan standar yang telah disepakati. Kurang efektifnya cara penanganan batubara pada stockpile, penumpukan batubara pada stockpile dalam jangka waktu yang cukup lama sering mengalami swabakar (spontaneuos combustion). Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini, mengindentifikasi sistem penimbunan dengan pola chevron dilakukan suatu cara untuk menimalisir terjadinya swabakar dengan melakukan monitoring temperatur pada tumpukan batubara perharinya, menggunakan alat pengukur temperatur (Thermo couple), melakukan analisis kapan estimasi terjadinya swabakar dan upaya menimalisir terjadinya gejala swabakar. untuk mengetahui kapan estimasi terjadinya swabakar dengan pola penumpukan chevron, tinggi stockpile 16.97 m, sudut kemiringan 50,47°C maka dilakukan pengukuran suhu tumpukan batubara secara berkala dengan pengukuran suhu pertitik dengan pemadatan mengunakan bulldozer. dimana estimasi terjadinya swabakar pada minggu ke-4, dan titik 4 memiliki temperatur yang paling tinggi yaitu 54,7°C. terdapat beberapa upaya untuk menimalisir tejadinya swabkar diantaranya mengurangi ketinggian stockpile, mengurangi sudut timbunan batubara, memadatkan permukaan timbunan batubara, penerapan prinsip FIFO (first in first out), dan monitoring temperatur stockpile secara berkala.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisa Sumberdaya Terunjuk Batubara Menggunakan Metode Penampang (Cross Section) dan Metode Segitiga (Triangulasi) CV. Afrindo Technical di Lapangan X

2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sebelum melakukan kegiatan operasi produksi, harus melalui beberapa tahap salah satunya kegiatan eksplorasi, tahapan eksplorasi ini terbagi menjadi empat yaitu survey tinjau, prospeksi, eksplorasi pendahuluan dan eksplorasi rinci. kegiatan eksplorasi yang dilakukan Aftech adalah kegiatan pengeboran eksplorasi batubara untuk mendapatkan data subsurface, data-data subsurface ini meliputi litologi batuan kedalaman permeter, roof dan floor batubara serta total kedalaman pengeboran batubara, data yang didapatkan berguna untuk mengetahui kuantitas (tonnase batubara, volume overburden serta nilai stripping ratio) dan kualitas serta model endapan tiga dimensi dari batubara. Untuk mengetahui berapa besar kuantitas dari batubara dapat melakukan kegiatan estimasi sumberdaya meggunakan metode cross section dan metode triangulasi. Prinsip dari metode cross section dengan pedoman rule of gradual change yaitu, dengan menghubungkan titik pengamatan terluar, data yang dihubungkan sebanyak empat puluh section, sedangkan metode triangulasi mengikat tiga titik pengeboran sehingga membentuk segitiga dan merata-ratakan ketebalan dari setiap titik pengeboran, blok-blok triangulasi yang didapatkan sebanyak enam puluh satu. Berdasarkan hasil estimasi yang dilakukan menggunakan metode cross section pedoman rule of nearest point didapatkan tonnase batubara 13,378,923.58 ton/m³ dengan volume overburden 133,801,817.75 m³ didapatkan nilai stripping rationya 10.21:1 BCM/Ton, sedangkan hasil estimasi menggunakan metode triangulasi didapatkan tonnase batubara 3,789,012.76 ton/m³ dengan volume i overburden 38,914,077.13 m³ didapatkan nilai dari stripping rationya 10.27:1 BCM/Ton

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail