Evaluasi Pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Penambangan Batubara PT. Bhumi Sriwijaya Perdana Coal Kecamatan Tungkal Jaya Kabupaten Musi Banyuasin Sumatera Selatan
Berdasarkan pengamatan dan data dari periode Januari-Mei 2022 telah terjadi 12 kecelakaan yang terjadi dengan 10 kasus kecelakaan jenis property demage (kerugian property) dan 2 kasus kecelakaan first aid. Di PT.Bhumi Sriwijaya Perdana Coal masih terdapat Tindakan tidak aman dan kondisi tidak aman untuk itu perlu dilakukan penilaian dan evaluasi tentang pelaksanaan keselamatan dan Kesehatan kerja untuk menciptakan kondisi aman, menghindari tindakan tidak aman dan pengawasan pada setiap kegiatan. Dalam melaksanakan kegiatan penambangan, sering terjadi kecelakaan. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat kekerapan dan keparahan dari suatu kecelakaan dilakukan perhitungan frequency rate dan severity rate di PT.Bhumi Sriwijaya Perdana Coal dan Analisa penyebab kecelakaan. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan penyebaran kuesioner terhadap pekerja di PT. Bhumi Sriwijaya Perdana Coal dan diolah menggunakan metode statistik kecelakaan dan diagram. Nilai frequency rate (FR) periode januari-mei 2022 di PT.Bhumi Sriwijaya Perdana Coal sebesar 27,11 yang berarti PT.Bhumi Sriwijaya Perdana Coal tergolong tingkat bahaya tinggi. Hal ini dibuktikan dengan nilai frequency rate periode januari-mei 2022 adalah FR ≥10. Sedangkan nilai keparahan kecelakaan kerja Severity Rate periode januari-mei melebihi cutting point 0 yakni sebesar 1,2 perusahaan seharusnya tidak kehilangan hari kerja produktif akibat kecelakaan kerja, karena dari insiden-insiden tersebut menyebabkan hilangnya hari kerja sebanyak 1 hari kerja. Persentase faktor penyebab kecelakaan yang ada di PT.Bhumi Sriwijaya Perdana Coal periode januari-mei adalah tindakan tidak aman (unsafe action) sebesar 63% dan kondisi tidak aman (unsafe condition) sebesar 37%.